Pes

Pengertian Pes

Pes atau sampar merupakan penyakit akibat adanya infeksi bakteri yersinia pestis. Pes lebih dikenal dengan black dath, dapat menyebabkan hilangnya nyawa seseorang jika tak segera ditangani oleh ahli medis. Tiga jenis pes dapat digolongkan berdasarkan bagian tubuh yang terlibat, seperti:

  • Pneumonic plague. Jenis pes ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebar hingga paru-paru.
  • Septicemic plague. Jenis ini terjadi karena bakteri berkembangbiak didalam darah pengidap pes.
  • Bubonic Plague. Jenis pes ini menimbulkan gejala pembesaran kelenjar getah bening.

Pes dapat menyebar dengan mudah di area yang padat, mempunyai sistem sanitasi yang tidak baik, dan area dengan populasi hewan pengerat yang cukup tinggi.

 

Gejala Pes

Gejala Pes ini ada ditandai dengan muncul selama 2 - 6 hari setelah orang terkena infeksi, dengan gejala menyerupai flu. Gejala-gejala yang membedakan ketiga jenis penyakit Pes, yaitu:

  • Pneumonic plague. Gejala ini berupa batuk yang mengeluarkan dahak atau air liur, sakit pada dada, sesak napas dan tubuh terasa lemas. Jenis pes ini dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan gagal napas hingga syok hanya dalam 2 hari masa infeksi.
  • Septicemic plague. Gejala septicemic ini berupa demam, lemas, gemetar, mual, muntah, sakit di sekitar perut, diare, hinga terjadinya pendarahan dari mulut, hidung, dan anus. Gejala lainnya berupa warna kulit yang menghitam akibat tidak befungsinya jaringan.
  • Bubonic plague. Bubonic plague mempunyai gejala yang muncul satu minggu setelah pengidap digigit oleh kutu yang terkena infeksi. Gejala ini berupa pembengkakan di daerah leher, ketiak, pangkal paha dan di area sekitar gigitan.

 

Penyebab Pes

Bakteri Yersinia pestis yang disebarkan melalui kutu yang biasanya hinggap di hewan-hewan pengerat, seperti tikus, kelinci, dan tupai. Manusia dapat mengidap penyakit ini apabila tergigit oleh kutu yang hinggap di hewan-hewan tersebut maupun ditularkan langsung melalui droplet dari pengidap lain yang mengidap penyakit Pes tipe pneumonia.

Beberapa kondisi dapat meningkatkan seseorang mengidap penyakit Pes, antara lain:

  • Orang-orang yang tinggal di daerah pedalaman, wabah ini paling sering terjadi di daerah-daerah pedalaman yang padat penduduk dan memiliki sanitasi yang buruk.
  • Orang-orang yang bekerja sebagai dokter hewan.
  • Orang-orang yang memiliki hobi mendaki gunung, berkemah, dan berburu di daerah pedalaman yang menjadi ekosistem dari hewan-hewan pengerat yang terinfeksi pes.

 

Faktor Risiko Pes

Terdapat beberapa faktor risiko Pes yang digolongkan berdasarkan jenisnya, yaitu:

  • Pneumonic plague. Penyebab jenis Pes ini melalui udara dari batuk atau bersin yang menghdirup udara tersebut.
  • Septicemic plague. Penyebab septicemic terjadi saat bakteri masuk ke aliran darah secara langsung dan berkembangbiak di dalam darah.
  • Bubonic plague. Jenis Pes ini disebabkan oleh terkena gigitan hewan pengerat.

 

Diagnosis Pes

Diagnosis penyakit Pes dilakukan dengan wawancara dan pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan gejala yang dialami. Pemeriksaan fisik bertujuan untuk mengecek ada atau tidaknya pembesaran pada bagian kelenjar getah bening sekaligus memeriksa keadaan paru-paru.

Jika diperlukan, dokter akan menjadwalkan pemeriksaan darah untuk memastikan apakah terdapat keberadaan bakteri di dalam darah. Sampel darah dari bagian kelenjar getah bening yang mengalami pembengkakan akan diambil untuk mengetahui apakah ada kemungkinan penyakit Pes menyerang sistem limfatik. 

Sementara itu, pengecekan penyakit Pes pada bagian paru-paru akan dilakukan melalui pengambilan sampel yang berasal dari lendir saluran pernapasan melalui metode bronkoskopi. Biasanya, hasil pemeriksaan akan diketahui dalam kurun waktu maksimal dua hari. Namun, jika dokter telah menemukan adanya Pes pada pengidap, pemberian obat-obatan umumnya sudah dilakukan bahkan sebelum hasil pemeriksaan keluar.

 

Komplikasi Pes

Komplikasi Pes bisa menyebabkan beberapa di bawah ini:

  • Tidak berfungsinya jaringan karena terganggunya aliran darah ke jari-jari tangan dan kaki
  • Peradangan selaput otak.

 

Pengobatan Pes

Pes dapat diobati dengan menggunakan antibiotik, seperti gentacimin dan ciprofloxacin. Apabila tak segera ditangani, maka jenis bubonic plague bisa berkembang menjadi lebih parah. Untuk jenis septicemic dan pneumonic, pengobatan yang dilakukan melalui cairan infus, oksigen dan membutuhkan alat bantu pernapasan.

 

Pencegahan Pes

Sampai saat ini belum ada vaksinasi yang dapat digunakan sebagai pencegahan terhadap penyakit pes. Konsumsi antibiotik dapat menjadi salah satu upaya pencegahan jika seseorang memiliki risiko terpapar penyakit pes ini.

Namun, pencegahan penyakit pes dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Mengawasi dan mengendalikan populasi hewan pengerat di lingkungan sekitar.
  • Hindari tumpukan benda rongsokan, makanan hewan atau kotoran yang memungkinkan tikus singgah.
  • Menggunakan sarung tangan jika sedang berhadapan dnegan hewan yang telah terinfeksi wabah.
  • Pastikan hewan yang dipelihara menggunakan produk antiserangga atau kutu.
  • Cegah hewan untuk tidur di kasur atau sofa ruang tamu agar penyakit pes tidak mudah tersebar.
  • Interaksikan pada dokter jika memang wabah pes sedang merebak agar mendapat penanganan awal.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter apabila ditemukan gejala yang mirip seperti yang telah dipaparkan sebelumnya untuk mendapat penanganan sedini mungkin. Penyakit ini berkembang begitu cepat, sehingga dibutuhkan pengobatan sesegera mungkin untuk mencegah dampak negatif lanjutan yang ditimbulkan.