halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Buat Janji Offline icon

    Buat Janji Offline

  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan

  • Risiko Kanker icon

    Risiko Kanker


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Pirarubicin

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc
PirarubicinPirarubicin

DAFTAR ISI

  • Apa Itu Pirarubicin
  • Penyebab Penggunaan Pirarubicin
  • Faktor Risiko Efek Samping
  • Jenis dan Sediaan
  • Gejala Efek Samping
  • Diagnosis Sebelum Pengobatan
  • Pengobatan dan Cara Pemberian
  • Komplikasi
  • Pencegahan Dampak Buruk
  • Kapan Harus ke Dokter?
  • Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
  • Studi Terkait
  • Referensi
  • FAQ

Apa Itu Pirarubicin

Pirarubicin adalah obat kemoterapi yang termasuk dalam golongan antibiotik antrasiklin. Obat ini merupakan analog atau turunan dari doxorubicin, yang dirancang khusus untuk memiliki efektivitas tinggi dalam membunuh sel kanker dengan efek samping toksisitas jantung (kardiotoksisitas) yang lebih rendah dibandingkan antrasiklin generasi sebelumnya. Obat ini bekerja dengan cara mengganggu DNA sel kanker, secara spesifik menghambat enzim topoisomerase II, sehingga sel kanker tidak dapat membelah dan akhirnya mati.

Dalam dunia medis, pirarubicin sering digunakan dalam pengobatan berbagai jenis keganasan, termasuk kanker payudara, kanker kandung kemih, leukemia, dan limfoma. Penggunaannya selalu berada di bawah pengawasan ketat oleh dokter spesialis onkologi karena sifatnya yang sangat poten dan berpotensi menimbulkan efek samping sistemik.

Jika kamu atau kerabat sedang menjalani terapi kanker dan membutuhkan produk pendukung kesehatan pasca-kemoterapi, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan tim medis. Kebutuhan akan obat-obatan tambahan, vitamin, maupun suplemen harus disesuaikan dengan kondisi tubuh selama masa perawatan intensif ini.

Penyebab Penggunaan Pirarubicin

Penyebab utama diberikannya obat ini adalah adanya mutasi genetik pada sel tubuh yang memicu pertumbuhan kanker yang tidak terkendali. Kanker terjadi ketika sel-sel kehilangan kemampuan untuk mati secara alami (apoptosis) dan terus membelah diri. Pirarubicin diindikasikan untuk menargetkan sel-sel yang membelah dengan cepat ini. Dokter akan meresepkan obat ini apabila sel kanker dinilai sensitif terhadap golongan antrasiklin, terutama pada kasus kanker payudara stadium lanjut atau kanker kandung kemih yang membutuhkan kemoterapi intravesikal.

Faktor Risiko Efek Samping

Meskipun dirancang agar lebih aman bagi jantung, penggunaan pirarubicin tetap membawa sejumlah faktor risiko efek samping, terutama pada pasien dengan kondisi tertentu. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko toksisitas obat ini meliputi:

  • Memiliki riwayat penyakit jantung koroner atau gagal jantung.
  • Pernah menerima terapi radiasi pada area dada (mediastinum).
  • Usia lanjut (di atas 65 tahun) atau pasien anak-anak.
  • Gangguan fungsi hati atau ginjal, karena obat ini dimetabolisme di organ tersebut.
  • Pernah menerima pengobatan antrasiklin jenis lain sebelumnya hingga mencapai dosis kumulatif maksimal.

Jenis dan Sediaan

Di fasilitas kesehatan, pirarubicin umumnya tersedia dalam bentuk serbuk liofilisasi yang harus dilarutkan dengan cairan khusus (seperti water for injection atau larutan saline) sebelum digunakan. Jenis sediaannya disesuaikan dengan rute pemberian:

  • Injeksi Intravena (IV): Disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah vena untuk pengobatan kanker payudara, leukemia, dan keganasan sistemik lainnya.
  • Instilasi Intravesikal: Dimasukkan langsung ke dalam kandung kemih melalui kateter. Ini adalah metode khusus untuk mengobati kanker kandung kemih superfisial, sehingga obat bekerja lokal dan meminimalkan efek samping pada seluruh tubuh.

Gejala Efek Samping

Pasien yang menerima terapi ini mungkin akan merasakan beberapa gejala efek samping selama atau setelah siklus kemoterapi. Gejala yang umum meliputi mual dan muntah parah, kerontokan rambut (alopesia), sariawan (stomatitis), dan kelelahan ekstrem. Selain itu, pasien bisa mengalami demam akibat penurunan sel darah putih (neutropenia), yang membuat tubuh sangat rentan terhadap infeksi.

Tips Mengelola Mual Pasca Kemoterapi
  1. Konsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering, setiap 2-3 jam sekali.
  2. Hindari makanan yang terlalu berlemak, pedas, atau memiliki aroma menyengat.
  3. Minum air jahe hangat atau teh peppermint untuk membantu menenangkan lambung.
  4. Pastikan tetap terhidrasi dengan minum air putih secara perlahan sepanjang hari.

Diagnosis Sebelum Pengobatan

Sebelum obat ini diberikan, dokter akan melakukan serangkaian prosedur diagnosis dan evaluasi medis untuk memastikan tubuh pasien siap menerima kemoterapi. Diagnosis ini meliputi:

  • Ekokardiogram (USG Jantung) atau MUGA Scan: Untuk menilai Left Ventricular Ejection Fraction (LVEF) dan memastikan fungsi jantung dalam keadaan prima.
  • Tes Darah Lengkap: Memeriksa jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
  • Tes Fungsi Hati dan Ginjal: Melalui pemeriksaan kadar SGOT, SGPT, ureum, dan kreatinin dalam darah.

Pengobatan dan Cara Pemberian

Pengobatan dengan pirarubicin dilakukan dalam sistem “siklus”. Satu siklus biasanya memakan waktu 3 hingga 4 minggu, memberikan waktu bagi tubuh sehat untuk pulih dari efek sitotoksik obat. Dosis yang diberikan sangat individual, dihitung berdasarkan Luas Permukaan Tubuh (Body Surface Area/BSA) pasien. Obat ini hanya boleh diberikan oleh tenaga medis profesional di rumah sakit, biasanya melalui infus sentral atau vena besar lengan untuk mencegah kebocoran obat ke jaringan sekitar.

Komplikasi

Jika tidak diawasi dengan baik, penggunaan obat ini dapat memicu komplikasi serius, antara lain:

  • Mielosupresi Berat: Penekanan sumsum tulang belakang yang drastis, menyebabkan anemia berat, perdarahan (karena trombosit rendah), dan infeksi mematikan (sepsis).
  • Gagal Jantung Kongestif: Terjadi jika dosis kumulatif seumur hidup terlampaui.
  • Ekstravasasi: Jika cairan obat bocor dari pembuluh vena ke jaringan kulit sekitarnya, dapat menyebabkan nekrosis (kematian jaringan) yang memerlukan tindakan bedah.

Pencegahan Dampak Buruk

Pencegahan komplikasi dilakukan melalui pemantauan medis yang ketat. Pasien akan diberikan obat antiemetik (anti-mual) sebelum kemoterapi dimulai. Untuk mencegah infeksi akibat sel darah putih yang turun, pasien disarankan untuk menghindari keramaian, memakai masker, dan menjaga kebersihan makanan. Dokter juga secara rutin akan menghitung dosis kumulatif antrasiklin yang telah diterima pasien untuk mencegah kerusakan otot jantung permanen.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau keluarga yang sedang menjalani kemoterapi mengalami demam di atas 38°C, sesak napas tiba-tiba, dada terasa berdebar kencang, atau ada tanda kemerahan serta nyeri hebat di area bekas suntikan infus, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis. Segera konsultasikan kondisimu dengan [Dokter Penyakit Dalam](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9xaqye9t) di Halodoc untuk mendapatkan penanganan darurat yang tepat waktu.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Studi Terkait

Sebuah studi kohort retrospektif yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Oncology Therapeutics pada tahun 2026 meneliti efektivitas antrasiklin pada pasien kanker payudara metastasis. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa pasien yang menerima pirarubicin mengalami tingkat kejadian kardiotoksisitas simptomatik 40% lebih rendah dibandingkan kelompok yang menerima doxorubicin standar, dengan tingkat overall survival (OS) yang setara. Hal ini menegaskan posisi obat ini sebagai alternatif yang lebih aman bagi jantung dalam protokol kemoterapi kombinasi.

Referensi

  • PubMed. Diakses pada 2026. Cardiotoxicity of Anthracycline Analogs: A Comparative Review of Pirarubicin and Doxorubicin.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Chemotherapy: Side Effects and Management Strategies.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Guidelines on Essential Medicines for Cancer Care.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Protokol Penatalaksanaan Kanker Payudara Berbasis Kemoterapi di Indonesia.

FAQ

  • Apakah pirarubicin sama dengan doxorubicin?
    Keduanya berasal dari golongan yang sama (antrasiklin), namun pirarubicin memiliki struktur kimia yang sedikit dimodifikasi. Modifikasi ini membuatnya lebih cepat menembus sel kanker dan memiliki efek samping pada jantung yang relatif lebih rendah dibanding doxorubicin.
  • Apakah kemoterapi ini menyebabkan kebotakan?
    Ya, seperti kebanyakan kemoterapi sistemik lainnya, obat ini dapat menyebabkan kerontokan rambut (alopesia). Namun, rambut biasanya akan mulai tumbuh kembali secara perlahan beberapa minggu hingga bulan setelah siklus kemoterapi selesai.
  • Apa yang harus dihindari saat menjalani pengobatan ini?
    Pasien sangat disarankan untuk menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit infeksi atau flu, mengingat sistem imun akan menurun drastis. Selain itu, hindari mengonsumsi suplemen antioksidan dosis tinggi tanpa izin dokter, karena dapat mengganggu cara kerja obat ini dalam membunuh sel kanker.
  • Bagaimana jika cairan infus pirarubicin terasa perih di kulit?
    Jika pasien merasakan sensasi perih, panas, atau terbakar di area jarum infus saat obat diteteskan, segera beri tahu perawat atau dokter yang bertugas. Ini bisa menjadi tanda ekstravasasi (kebocoran obat) yang harus segera dihentikan untuk mencegah kerusakan jaringan kulit.

Topik Terkini

Lihat Semua
halodoc-banner
Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

Download app banner
messagehelp@halodoc.com
local_phone021-5095-9900

BANTUAN & PANDUAN

  • Pusat Bantuan
  • Syarat & Ketentuan
  • Pemberitahuan Privasi

HALODOC

  • Tentang Kami
  • Board of Medical Excellence
  • Halodoc Editorial Board
  • Research & Insights
  • Berita Halodoc
  • Blog Halodoc Tech
  • Kamus Kesehatan
  • Rekomendasi Halodoc
  • Promo Hari ini
  • Donasi dengan Halodoc

KARIR & KOLABORASI

  • Karir
  • Halodoc for Business
  • Gabung di Tim Medis Kami
  • Halodoc Academy
  • Halodoc Affiliate Program
  • Program Bug Bounty

Keamanan & privasi

BSI Security Certification
BSI Privacy Certification
Legit Script Certification
Health Ministry Logo

© 2016-2026, PT Media Dokter Investama and Affiliates. All rights reserved.