• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Prednisolon
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Prednisolon

Prednisolon

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
prednisolon-halodocprednisolon-halodoc

Deskripsi Prednisolon

Prednisolon adalah obat yang mengandung hormon kortikosteroid buatan. Obat ini berguna untuk mengobati beberapa kondisi, seperti radang sendi, gangguan pada darah, masalah sistem imunitas, masalah pernapasan, alergi parah hingga kanker.

  • Golongan Obat: Kortikosteroid.
  • Kategori: Obat resep.
  • Indikasi: Mengatasi gangguan sistem kekebalan tubuh dan masalah pernapasan.
  • Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C

Obat digunakan dengan hati-hati apabila besarnya manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko terhadap janin. Penelitian pada hewan uji menunjukkan risiko terhadap janin dan belum terdapat penelitian langsung terhadap wanita hamil.

  • Bentuk Obat: Tablet, krim, salep, salep mata, dan tetes mata.

Manfaat Prednisolon

Obat yang termasuk kategori kortikosteroid ini berguna untuk mengurangi respons dari sistem imunitas pada tubuh, sehingga dapat mengurangi berbagai gejala, seperti rasa sakit, pembengkakan, hingga reaksi alergi. Bukan hanya itu, masalah ini juga dapat mengatasi gangguan pernapasan yang dialami.

Dosis Prednisolon

Dosis obat ini berbeda-beda pada setiap orang, tergantung gangguan penyebabnya dan seberapa parah kondisinya. Berikut penjabaran dosisnya:

Multiple Sclerosis: 

Dosis awal 200 mg secara oral sekali sehari dalam 1 minggu, lalu 80 mg secara orang setiap hari selama 1 bulan.

Reaksi Alergi:

  • Dosis dewasa: Awalnya sebesar 5-60 mg per hari sekali sehari atau dosis terbagi. Dosis pemeliharaan disesuaikan oleh dokter tergantung kondisi.
  • Dosis anak-anak: Dosis disesuaikan dengan penyakit yang dialami, serta usia dan berat badan. Dosis awalnya 0,14-2 mg/kg/hari atau 5-60 mg/kg/hari sekali sehari atau dalam dosis terbagi 2-4 kali per hari.
  • Untuk dosis pemeliharaan disesuaikan oleh dokter.

Rematik:

Dosis awal 5-60 mg per hari sekali sehari atau dalam dosis terbagi. Lalu, untuk dosis pemeliharaan mengikuti dosis awal hingga sesuai harapan, atau diturunkan dosisnya jika sudah lebih baik.

Imunosupresi:

  • Dosis untuk dewasa: Awalnya sebesar 5-60 mg/hari dikonsumsi sekali sehari atau dibagi beberapa kali. Dosis pemeliharaannya disesuaikan dengan respons tubuh, lalu secara bertahap dosisnya dikurangi dengan tetap mempertahankan respon klinis.
  • Dosis untuk anak-anak: Awalnya sebesar 0,14 hingga 2 mg/kg/hari atau 5 hingga 60 mg/kg/hari secara oral sekali sehari atau dalam dosis terbagi 2 hingga 4 kali sehari.
  • Dosis pemeliharaan: Disesuaikan hingga mendapatkan respons yang sesuai. Secara bertahap dosisnya diturunkan hingga dapat mempertahankan respon klinis memadai.

Cara Penggunaan Prednisolon

Konsumsi obat ini secara oral sesuai dengan arahan dokter. Hati-hati dalam mengukur dosisnya, ada baiknya menggunakan alat pengukur atau sendok khusus guna mendapatkan dosis yang benar.

Selain itu, pastikan juga untuk membaca instruksi dosis pada produk yang tertera, sebab jumlahnya bisa berbeda pada setiap produk. Meski begitu, tetap pastikan untuk mengikuti dosis yang diberikan oleh dokter bagaimana pun caranya.

Perhatian Penggunaan Prednisolon

Hindari konsumsi obat ini jika alami alergi pada kandungan dari obat ini, atau mengidap infeksi jamur pada tubuh. Obat ini dapat melemahkan sistem imunitas tubuh, sehingga lebih rentan terserang infeksi.

Steroid juga dapat memperburuk infeksi yang dialami, atau rentan alami gangguan baru dari masalah tersebut. Beritahu dokter tentang kondisi terkini dalam beberapa minggu terakhir.

Efek Samping Prednisolon

Ada beberapa efek samping dari konsumsi obat ini, seperti

  • Mual.
  • Mulas.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Alami perubahan periode menstruasi.
  • Kesulitan untuk tidur.
  • Keringat keluar berlebih.
  • Pertumbuhan jerawat.

Jika efek samping ini terus terjadi atau bahkan memburuk, ada baiknya untuk segera memberitahu dokter untuk mengatasinya.

Interaksi Prednisolon

Ada beberapa obat yang dapat menimbulkan interaksi akibat konsumsi obat ini, yaitu:

  • Aldesleukin, mampu melemahkan sistem imunitas tubuh.
  • Mifepristone, mampu menyebabkan perdarahan atau memar.

Kontraindikasi Prednisolon

Ada beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini, seperti:

  • Mengidap TBC yang aktif.
  • Gangguan tiroid.
  • Alami infeksi herpes pada mata.
  • Terserang radang perut atau divertikulitis.
  • Alami masalah mental, seperti penyakit mental, depresi, hingga psikosis.

Itulah pembahasan tentang prednisolon secara lengkap yang perlu diketahui. Jika memiliki pertanyaan lainnya terkait obat ini, fitur tanya dokter bisa digunakan melalui smartphone kapan dan dimana saja. Maka dari itu, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi
Web MD. Diakses pada 2022. Prednisone – Uses, Side Effects, and More.
Drugs. Diakses pada 2022. Prednisone.