Radang Sendi

Pengertian Radang Sendi

Radang sendi, dalam bahasa medis dikenal dengan artritis adalah peradangan yang terjadi pada salah satu atau lebih sendi di tubuh seseorang. Penyebab dari radang sendi ada bermacam-macam, batu kristal asam urat, infeksi, penyakit degeneratif hingga penyakit autoimun dapat menjadi penyebab dari radang sendi.

Gejala Radang Sendi

Beberapa tanda dan gejala dari radang sendi yang umum ditemukan, antara lain adalah:

  • Nyeri, skala nyeri nya bisa bermacam-macam dari ringan hingga sangat berat.
  • Kaku pada sendi.
  • Bengkak pada sendi.
  • Kemerahan kulit pada bagian sendi yang meradang.
  • Ruang gerak sendi menjadi terbatas/terganggu.

Diagnosis Radang Sendi

Diagnosis dari radang sendi ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Melalui pemeriksaan fisik, dokter melihat ada atau tidaknya bengkak, kemerahan, rasa hangat dari sendi yang terlibat, selain itu dokter juga mencari ada atau tidaknya nyeri dan memeriksa ruang gerak dari sendi.

Pemeriksaan penunjang diminta oleh dokter untuk memastikan sebuah diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan diagnosis yang lain. Beberapa contoh pemeriksaan penunjang yang mungkin diminta oleh dokter antara lain adalah:

  • Analisis cairan sendi.
  • Rontgen (X-Ray) Sendi.
  • USG.
  • CT scan.
  • MRI.

Penyebab dan Faktor Risiko Radang Sendi

Penyebab dari radang sendi sendiri ada bermacam-macam. Penumpukkan batu kristal asam urat, infeksi, penyakit degeneratif dan penyakit autoimun dapat mendasari suatu mekanisme terjadinya radang pada sendi. Terdapat dua hal penting yang sering menjadi penyebab dari radang sendi dan perlu dibedakan:

1. Osteoartrisis

Osteoartritis merupakan peradangan sendi yang paling sering terjadi. Hal ini sangat umum terjadi terutama pada orang yang berusia lanjut. Pada osteoartritis, bagian ujung dari tulang yaitu bagian tulang rawan yang keras dan licin yang menempel dengan sendi mengalami pengikisan. Hal ini dapat terjadi secara perlahan dalam waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sampai mengeluhkan tanda dan gejala dari radang sendi. Suatu infeksi atau cedera pada sendi dapat menjadi salah satu penyebab yang mempercepat terjadinya proses peradangan.

2. Reumatoid Artritis

Berbeda dengan osteoarthritis yang merupakan suatu penyakit degeneratif, reumatoid artritis merupakan suatu penyakit autoimun, Pada penyakit ini, sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang lapisan kapsula sendi (suatu membran yang membungkus seluruh sendi). Ketika sistem imun menyerang membrana ini, peradangan dan pembengkakkan pun terjadi. Perjalanan dari penyakit ini pun pada akhirnya akan merusak tulang rawan dari sendi.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan meningkatnya risiko seseorang mengalami radang sendi meliputi:

  • Riwayat dalam keluarga.
  • Usia.
  • Jenis kelamin.
  • Riwayat trauma pada sendi.
  • Obesitas.

Penanganan Radang Sendi

Penanganan dari radang sendi bertujuan untuk mengurangi gejala yang muncul dan memperbaiki fungsi dari sendi yang terganggu. Beberapa metode dapat digunakan untuk mencapai hal ini:

  • Obat-obatan:
    • Obat antinyeri.
    • Obat antiradang golongan non-steroid (biasanya dapat dikonsumsi secara oral, namun tersedia juga dalam bentuk krim/salep untuk dioleskan di sendi yang mengalami peradangan).
    • Krim/Salep yang mengandung menthol.
    • Obat anti remark (untuk pengobatan radang sendi akibat rheumatoid artritis).
    • Obat anti radang golongan kortikosteroid (obat golongan ini dapat dikonsumsi secara oral dan tersedia dalam sediaan yang bisa diinjeksikan langsung ke sendi yang meradang).
  • Fisioterapi.
  • Pembedahan.
  • Perubahan gaya hidup
    • Mengurangi berat badan.
    • Berolahraga seperti berenang.
    • Menggunakan alat bantu seperti tongkat dan korset.
  • Terapi alternatif seperti akupuntur.

Pencegahan Radang Sendi

Tergantung dari penyebabnya, penyakit radang sendi ada yang dapat dicegah namun ada juga yang tidak dapat dicegah. Sebagai contoh, penyakit radang sendi yang diakibatkan suatu penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis tidak dapat dicegah. Namun radang yang terjadi akibat gaya hidup seperti batu kristal asam urat dan osteoarthritis dapat dicegah dengan cara:

  • Memiliki pola makan yang sehat.
  • Rajin berolahraga.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Selalu berhati-hati agar terhindar dari trauma.

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika mengalami gejala-gejala di atas, segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.