Radang Sendi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Radang Sendi

Radang sendi dalam bahasa medis dikenal dengan artritis yang merupakan peradangan pada salah satu atau lebih sendi di tubuh seseorang. Penyebab dari radang sendi ada bermacam-macam, mulai dari batu kristal asam urat, infeksi, penyakit degeneratif, hingga penyakit autoimun.

Baca juga: Jaga Kesehatan Sendi, Ini Bedanya Radang Sendi dan Nyeri Sendi

 

Faktor Resiko Radang Sendi

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan meningkatnya risiko seseorang mengalami radang sendi, meliputi:

  1. Riwayat dalam keluarga.

  2. Usia.

  3. Jenis kelamin.

  4. Riwayat trauma pada sendi.

  5. Obesitas.

 

Penyebab Radang Sendi

Penyebab dari radang sendi sendiri ada bermacam-macam. Penumpukkan batu kristal asam urat, infeksi, penyakit degeneratif dan penyakit autoimun dapat mendasari suatu mekanisme terjadinya radang pada sendi. Terdapat dua hal penting yang sering menjadi penyebab dari radang sendi dan perlu dibedakan:

  1. Osteoartrisis

Osteoartritis merupakan peradangan sendi yang paling sering terjadi. Hal ini sangat umum terjadi terutama pada orang yang berusia lanjut. Pada osteoartritis, bagian ujung dari tulang yaitu bagian tulang rawan yang keras dan licin yang menempel dengan sendi mengalami pengikisan. Hal ini dapat terjadi secara perlahan dalam waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sampai mengeluhkan tanda dan gejala dari radang sendi. Suatu infeksi atau cedera pada sendi dapat menjadi salah satu penyebab yang mempercepat terjadinya proses peradangan.

  1. Reumatoid Artritis

Berbeda dengan osteoarthritis yang merupakan suatu penyakit degeneratif, reumatoid artritis merupakan suatu penyakit autoimun, Pada penyakit ini, sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang lapisan kapsula sendi (suatu membran yang membungkus seluruh sendi). Ketika sistem imun menyerang membrana ini, peradangan dan pembengkakan pun terjadi. Perjalanan dari penyakit ini pun pada akhirnya akan merusak tulang rawan dari sendi.

Baca juga: Enggak Hanya Orang Tua, Anak Muda Juga Bisa Kena Radang Sendi

 

Gejala Radang Sendi

Beberapa tanda dan gejala dari radang sendi yang umum ditemukan, antara lain adalah:

  1. Nyeri, skala nyerinya bisa bermacam-macam, mulai dari ringan hingga sangat berat.

  2. Kaku pada sendi.

  3. Bengkak pada sendi.

  4. Kemerahan kulit pada bagian sendi yang meradang.

  5. Ruang gerak sendi menjadi terbatas/terganggu.

 

Diagnosis Radang Sendi

Diagnosis dari radang sendi ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Melalui pemeriksaan fisik, dokter melihat ada atau tidaknya bengkak, kemerahan, rasa hangat dari sendi yang terlibat. Selain itu, dokter juga mencari ada atau tidaknya nyeri dan memeriksa ruang gerak dari sendi.

Pemeriksaan penunjang diminta oleh dokter untuk memastikan sebuah diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan diagnosis yang lain. Beberapa contoh pemeriksaan penunjang yang mungkin diminta oleh dokter antara lain adalah:

  1. Analisis cairan sendi.

  2. Rontgen (X-Ray) Sendi.

  3. USG.

  4. CT scan.

  5. MRI.

 

Komplikasi Radang Sendi

Orang yang mengidap radang sendi beresiko tinggi terkena komplikasi termasuk:

  1. Serangan jantung.

  2. Obesitas.

  3. Diabetes.

  4. Peradangan.

  5. Dislokasi sendi.

  6. Tekanan darah tinggi.

  7. Kerentanan terhadap infeksi.

 

Pengobatan Radang Sendi

Penanganan dari radang sendi bertujuan untuk mengurangi gejala yang muncul dan memperbaiki fungsi dari sendi yang terganggu. Beberapa metode dapat digunakan untuk mencapai hal ini:

  1. Obat-obatan:

    • Obat antinyeri.

    • Obat antiradang golongan non-steroid (biasanya dapat dikonsumsi secara oral, tetapi tersedia juga dalam bentuk krim/salep untuk dioleskan di sendi yang mengalami peradangan).

    • Krim/Salep yang mengandung menthol.

    • Obat anti remark (untuk pengobatan radang sendi akibat rheumatoid artritis).

    • Obat anti radang golongan kortikosteroid (obat golongan ini dapat dikonsumsi secara oral dan tersedia dalam sediaan yang bisa diinjeksikan langsung ke sendi yang meradang).

  1. Fisioterapi.

  2. Pembedahan.

  3. Terapi alternatif seperti akupuntur.

Baca juga: Mengidap Radang Sendi, Konsumsi 6 Makanan Ini

 

Pencegahan Radang Sendi

Tergantung pada penyebabnya, penyakit radang sendi ada yang dapat dicegah, tetapi ada juga yang tidak dapat dicegah. Sebagai contoh, penyakit radang sendi yang diakibatkan suatu penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis tidak dapat dicegah. Namun, radang yang terjadi akibat gaya hidup seperti batu kristal asam urat dan osteoarthritis dapat dicegah dengan cara:

  1. Memiliki pola makan yang sehat.

  2. Rajin berolahraga.

  3. Menjaga berat badan agar tetap ideal.

  4. Selalu berhati-hati agar terhindar dari trauma.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika mengalami gejala-gejala di atas, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Referensi
MedicalNewsToday. Diakses pada 2019. What is Rheumatiod Arthritis?

Diperbarui pada 4 September 2019