• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Presbiopi
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Presbiopi

Presbiopi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
PresbiopiPresbiopi

Pengertian Presbiopi

Presbiopia atau mata tua merupakan kondisi di mana mata secara perlahan kehilangan kemampuan untuk fokus dengan cepat pada objek yang dekat. Kondisi ini merupakan sesuatu yang umum terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Presbiopi umumnya akan muncul di usia 40 tahun dan terus berkembang hingga usia 65 tahun.

Hal ini berkaitan dengan lensa mata yang dikelilingi oleh otot yang bersifat elastis. Otot-otot ini dapat mengubah bentuk lensa untuk memfokuskan cahaya agar jatuh tepat di retina. Sayangnya, seiring bertambahnya usia, otot di sekitar lensa mata akan kehilangan elastisitasnya dan mengeras. Akibatnya, lensa mata tidak dapat membelokkan cahaya dengan benar untuk memfokuskannya pada retina. 

Penyebab Presbiopi

Pertama-tama kamu perlu tahu bahwa untuk dapat melihat sebuah benda, mata manusia harus menangkap cahaya, dan memfokuskan cahaya dari benda yang dilihat kepada retina di dalam mata. Ketika benda berada dalam jarak yang semakin dekat, lensa mata yang bertugas memfokuskan cahaya yang ditangkap oleh kornea mata semakin lentur.

Lensa mata berbeda dengan kornea, karena lensa mata memiliki sifat yang fleksibel, dan dapat berubah bentuk dengan bantuan dari otot sirkuler yang mengelilinginya. Ketika kamu melihat suatu objek yang berada dalam jarak yang jauh, otot sirkuler tersebut mengalami relaksasi. Begitu pula sebaliknya, ketika kamu melihat suatu objek dalam jarak dekat, otot sirkuler mata akan menegang dan membuat lensa mata berubah bentuk agar dapat memfokuskan cahaya yang didapatkan.

Pada presbiopi, lensa mata akan mengalami perubahan menjadi lebih keras dan mulai kehilangan kelenturannya, hal ini terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Akibat kehilangan kelenturannya inilah lensa mata menjadi sulit untuk memfokuskan cahaya yang ada. Sebagai akibatnya gambar yang dihasilkan menjadi tidak fokus/kabur.

Faktor Risiko Presbiopi

Faktor risiko paling signifikan untuk presbiopia adalah usia. Kebanyakan orang kehilangan beberapa kemampuan untuk fokus pada objek dekat pada usia 40. Namun, penyakit atau obat-obatan tertentu dapat menyebabkan presbiopi pada orang yang berusia kurang dari 40 tahun. Ketika gejala presbiopi terjadi lebih awal dari biasanya, itu disebut presbiopi prematur. Selain itu, seseorang berisiko lebih tinggi mengalami presbiopi dini jika memiliki:

  • Anemia, yaitu kekurangan sel darah normal yang cukup. 
  • Mengidap penyakit kardiovaskular. 
  • Diabetes, atau kesulitan memetabolisme gula darah. 
  • Mengidap hyperopia, atau rabun dekat, yang berarti pengidapnya memiliki kesulitan yang lebih besar untuk melihat benda-benda dekat daripada benda-benda yang jauh.
  • Multiple sclerosis, yang merupakan penyakit kronis yang memengaruhi tulang belakang dan otak. 
  • Myasthenia gravis, yang merupakan gangguan neuromuskular yang mempengaruhi saraf dan otot tubuh. 
  • Adanya trauma atau penyakit mata tertentu. 
  • Memiliki insufisiensi vaskular, atau aliran darah yang buruk. 

Selain itu, beberapa obat resep dokter maupun bebas juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena presbiopia dini. Contoh obatnya yaitu:

  • Obat anti kecemasan. 
  • Antidepresan. 
  • Antihistamin.
  • Antipsikotik.
  • Antispasmodik.
  • Diuretik. 

Gejala Presbiopi

Gejala presbiopi mulai dialami sejak seseorang memasuki usia 40 tahun, biasanya seseorang tidak sadar bahwa ia memiliki presbiopi karena masih dapat mencoba menyesuaikan diri. Kamu perlu mengenali gejala dari presbiopi ini apalagi jika kamu berusia di atas 40 tahun. Gejala yang muncul biasanya ditandai dengan:

  • Kesulitan membaca koran atau tulisan di handphone atau surat dari jarak dekat, dan ketika kamu menjauhkan benda tersebut, tulisan lebih terbaca jelas.
  • Penglihatan menjadi buram ketika melihat objek dalam jarak yang dekat.
  • Mata terasa perih dan kepala terasa tegang dan sakit setelah membaca dari jarak dekat atau menulis.
  • Keluhan di atas akan semakin memburuk ketika kamu melakukannya dalam kondisi penerangan yang kurang.

Diagnosis Presbiopi

Presbiopi dapat didiagnosis melalui pemeriksaan rutin mata yang terdiri dari pemeriksaan visus melalui pemeriksaan refraksi mata, dan pemeriksaan mata secara keseluruhan.

Pengobatan Presbiopi

Hingga kini, beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi presbiopi antara lain: 

  • Menggunakan kacamata.
  • Menggunakan lensa kontak.
  • Operasi mata refraksi, seperti operasi LASIK.
  • Implantasi lensa mata. 
  • Inlay korea, yaitu tindakan memasukkan ring kecil berbahan plastik pada setiap kornea mata untuk mengubah lengkungan kornea.

Komplikasi Presbiopi 

Jika presbiopia tidak terdiagnosis atau tidak dikoreksi dengan baik, maka penglihatan pengidapnya akan memburuk secara bertahap. Kondisi ini dapat membuat pengidap presbiopi mengalami masalah dalam mempertahankan tingkat aktivitas dan produktivitas setiap harinya. Terutama ketika pengidapnya harus membaca tulisan-tulisan kecil maka dirinya dapat mengalami sakit kepala dan kelelahan mata.

Setiap orang mengembangkan presbiopia seiring bertambahnya usia, sehingga presbiopi juga mungkin disertai oleh jenis masalah mata lainnya. Presbiopi dapat terjadi dalam kombinasi dengan:

  • Astigmatisme. Merupakan ketidaksempurnaan pada kelengkungan kornea yang menyebabkan penglihatan kabur. 
  • Hyperopia, atau rabun dekat. 
  • Miopia, atau rabun jauh. 

Di samping itu, pengidap presbiopi juga mungkin akan memiliki jenis masalah mata yang berbeda di setiap mata.

Pencegahan Presbiopi

Hingga saat ini, tidak ada teknik yang terbukti untuk mencegah presbiopi. Meski begitu, ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan kesehatan mata dan memperlambat perkembangan presbiopi, yaitu: 

  • Lakukan pemeriksaan mata secara teratur.
  • Kendalikan kondisi kesehatan kronis yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Misalnya seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.
  • Memakai kaca mata hitam.
  • Kenakan kacamata pelindung saat berpartisipasi dalam aktivitas yang dapat mengakibatkan cedera mata.
  • Makan makanan yang sehat dengan makanan yang mengandung antioksidan, vitamin A, dan beta karoten.
  • Pastikan kamu menggunakan kacamata dengan ukuran lensa yang tepat.
  • Gunakan pencahayaan yang baik saat membaca.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami salah satu atau beberapa gejala presbiopi, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Tujuannya agar penanganan yang tepat dapat dilakukan sedari dini, sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan. 

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter spesialis mata pilihanmu untuk memeriksakan diri. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:

American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2022. What Is Presbyopia?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Presbyopia.
Healthline. Diakses pada 2022. Presbyopia.
Cleveland Clinics. Diakses pada 2022. Presbyopia. 

Diperbarui pada 23 Juni 2022.