
DAFTAR ISI
- Apa Itu quinina
- Tips Mengonsumsi quinina secara Aman
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- Referensi
- FAQ
Kesehatan adalah investasi utama, terutama ketika kita berhadapan dengan penyakit tropis yang kerap muncul di lingkungan sekitar. Salah satu penyakit yang menjadi perhatian serius secara global, khususnya di negara beriklim tropis seperti Indonesia, adalah malaria. Untuk menangani kondisi medis ini, dunia medis telah lama mengandalkan berbagai jenis obat, dan salah satu yang paling bersejarah serta masih digunakan dalam kasus tertentu adalah quinina.
Quinina merupakan senyawa alkaloid alami yang diekstrak dari kulit pohon kina (Cinchona). Selama berabad-abad, senyawa ini menjadi terapi utama dan garis pertahanan pertama untuk mengatasi infeksi malaria yang parah. Obat ini bekerja dengan sangat efektif untuk membunuh parasit *Plasmodium* yang hidup dan berkembang biak di dalam sel darah merah manusia setelah ditularkan melalui gigitan nyamuk *Anopheles*.
Meskipun saat ini sudah banyak terapi antimalaria generasi terbaru seperti ACT (*Artemisinin-based Combination Therapy*), quinina masih tetap diresepkan oleh tenaga medis untuk kondisi tertentu, terutama ketika parasit sudah resisten terhadap obat lain atau pada kasus malaria dengan komplikasi berat. Penting untuk dipahami bahwa penggunaan obat ini tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus selalu di bawah pengawasan ketat dari dokter.
Apa Itu quinina?
Quinina (sering juga disebut kina) adalah obat resep yang digolongkan sebagai antimalaria dan agen antiprotozoal. Obat ini bekerja dengan cara mengganggu pertumbuhan serta reproduksi parasit malaria di dalam aliran darah manusia. Selain itu, pada masa lalu, obat ini juga pernah dimanfaatkan secara *off-label* untuk mengobati kram kaki malam hari (nocturnal leg cramps), meskipun saat ini penggunaannya untuk tujuan tersebut sudah sangat dibatasi karena potensi efek samping yang cukup serius.
Penyebab Penggunaan quinina
Kondisi utama yang menjadi penyebab seseorang membutuhkan pengobatan quinina adalah infeksi parasit malaria, khususnya yang disebabkan oleh *Plasmodium falciparum*. Parasit ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk *Anopheles* betina yang terinfeksi. Setelah masuk, parasit akan menetap di organ hati sebelum akhirnya menginvasi sel darah merah. Jika parasit sudah menunjukkan tanda-tanda resistensi terhadap klorokuin atau artemisinin, dokter biasanya akan meresepkan quinina sebagai langkah pengobatan kuratif.
Faktor Risiko
Seseorang memiliki risiko tinggi terinfeksi malaria dan akhirnya membutuhkan terapi quinina jika mereka:
* Tinggal atau bepergian ke daerah endemis malaria, seperti beberapa wilayah di Papua, Nusa Tenggara Timur, atau negara-negara di benua Afrika.
* Tidak menggunakan kelambu atau obat nyamuk (repellent) saat tidur di area yang berisiko tinggi.
* Tidak mengonsumsi obat profilaksis (pencegah) malaria sebelum berkunjung ke daerah endemis.
* Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, ibu hamil, atau anak-anak yang rentan terhadap infeksi parasit berat.
Jenis
Dalam dunia medis, quinina tersedia dalam beberapa bentuk sediaan yang disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi malaria pasien, di antaranya:
1. **Bentuk Oral (Tablet/Kapsul):** Biasanya dalam bentuk *Quinine sulfate*, digunakan untuk mengobati malaria tanpa komplikasi dan bisa dikonsumsi secara mandiri di rumah sesuai jadwal dari dokter.
2. **Bentuk Injeksi/Infus (Intravena):** Biasanya dalam bentuk *Quinine dihydrochloride*, digunakan di lingkungan rumah sakit untuk menangani malaria berat yang sudah disertai komplikasi seperti gangguan kesadaran (malaria serebral).
Faktor Pemicu Efek Samping Quinina (Cinchonism)
- Mengonsumsi obat melebihi dosis yang diresepkan oleh dokter.
- Mengonsumsi obat dalam jangka waktu yang terlalu panjang tanpa evaluasi medis berkala.
- Terdapat interaksi dengan obat lain seperti pengencer darah atau obat aritmia jantung.
Gejala
Gejala dari kondisi malaria yang memerlukan penanganan quinina meliputi demam tinggi yang hilang timbul, menggigil hebat, berkeringat banyak, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan kelelahan ekstrem. Sementara itu, saat mengonsumsi obat ini, pasien juga harus mewaspadai gejala efek samping yang disebut *cinchonism*. Gejala *cinchonism* ringan meliputi telinga berdenging (tinnitus), sakit kepala, gangguan pendengaran sementara, dan pandangan yang tiba-tiba kabur.
Diagnosis
Sebelum obat diresepkan, dokter akan memastikan diagnosis malaria melalui pemeriksaan fisik dan tes penunjang. Tes yang umum dilakukan adalah tes darah (apusan darah tepi) untuk melihat keberadaan parasit *Plasmodium* di bawah mikroskop. Tes diagnostik cepat (RDT) juga sering digunakan untuk mendeteksi antigen malaria. Selain itu, jika pasien sedang menjalani terapi quinina injeksi, dokter akan menggunakan Elektrokardiogram (EKG) untuk memantau ritme jantung, karena obat ini dapat memengaruhi gelombang kelistrikan jantung.
Pengobatan
Pengobatan malaria dengan quinina harus mematuhi aturan pakai yang ketat. Untuk bentuk oral, obat ini umumnya diminum tiga kali sehari selama 3 hingga 7 hari, sering kali dikombinasikan dengan antibiotik lain seperti doksisiklin atau klindamisin untuk memastikan parasit benar-benar bersih dari dalam tubuh. Obat ini harus ditelan utuh, tidak boleh digerus atau dikunyah karena rasanya yang sangat pahit dan dapat menyebabkan iritasi lambung. Sangat disarankan untuk meminumnya bersama dengan makanan atau susu untuk mengurangi rasa tidak nyaman di perut.
Komplikasi
Jika malaria tidak segera diobati dengan benar, komplikasi mematikan dapat terjadi, seperti kerusakan organ (gagal ginjal, pembengkakan limpa), hipoglikemia, hingga koma. Di sisi lain, komplikasi dari overdosis atau keracunan quinina juga berbahaya, meliputi penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia yang diinduksi obat), gangguan irama jantung (perpanjangan interval QT), hingga kebutaan atau ketulian permanen dalam kasus toksisitas parah.
Pencegahan
Mencegah malaria jauh lebih baik daripada mengobatinya. Langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah:
* Menggunakan kelambu berinsektisida saat tidur malam.
* Menyemprotkan obat nyamuk (repellent) yang mengandung DEET pada kulit.
* Mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang saat keluar rumah di malam hari.
* Mengonsumsi obat pencegah malaria (profilaksis) sesuai resep dokter jika harus bepergian ke zona merah endemis.
Tips Mengonsumsi quinina secara Aman
Selalu minum obat sesuai dengan jam yang ditentukan agar kadar obat dalam darah tetap stabil. Jangan pernah menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba meskipun gejala demam dan menggigil sudah mereda. Parasit malaria bisa sangat persisten; menghentikan obat lebih awal dapat menyebabkan infeksi kambuh kembali dengan tingkat resistensi yang jauh lebih kuat. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum banyak air putih selama masa pengobatan.
Studi Terkait
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Tropical Medicine and Infectious Diseases (2026) mengungkapkan bahwa penggunaan terapi kombinasi quinina dengan doksisiklin masih menunjukkan tingkat efikasi di atas 95% dalam mengobati malaria falciparum tanpa komplikasi di kawasan Asia Tenggara, meskipun beberapa *strain* parasit baru telah teridentifikasi. Studi ini menegaskan kembali peran penting obat ini sebagai agen lini kedua (second-line) yang krusial.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari setelah memulai pengobatan, atau justru muncul efek samping berat seperti telinga berdenging keras, pandangan kabur, dan detak jantung tidak beraturan, segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Referensi
-
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Guidelines for the Treatment of Malaria.
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria di Indonesia.
-
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Quinine (Oral Route) – Description and Brand Names.
-
PubMed Central. Diakses pada 2026. Efficacy and Safety of Quinine in Modern Tropical Medicine Practices.
FAQ
1. Apakah quinina boleh dikonsumsi oleh ibu hamil?
Quinina dapat digunakan pada wanita hamil yang mengidap malaria berat jika dokter menilai manfaatnya jauh lebih besar daripada risikonya, karena malaria pada kehamilan sangat berbahaya. Namun, penggunaannya harus di bawah pemantauan ketat untuk mencegah risiko hipoglikemia.
2. Apa yang harus dilakukan jika saya lupa meminum dosis quinina?
Jika Anda lupa satu dosis, minumlah segera setelah Anda ingat. Namun, jika waktunya sudah sangat dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan kembali ke jadwal normal. Jangan menggandakan dosis dalam satu waktu.
3. Bolehkah meminum obat ini bersamaan dengan obat antasida?
Sebaiknya hindari meminum quinina bersamaan dengan antasida yang mengandung aluminium atau magnesium karena dapat menurunkan penyerapan obat di dalam usus. Beri jarak setidaknya 2 hingga 3 jam antara kedua obat tersebut.
4. Kenapa telinga saya berdenging saat minum obat ini?
Telinga berdenging adalah salah satu gejala umum dari *cinchonism*, yaitu efek samping atau toksisitas ringan dari senyawa kina. Segera laporkan kondisi ini kepada dokter Anda agar dosis bisa dievaluasi kembali.
