
DAFTAR ISI
- Apa Itu Quinine
- Penyebab Penggunaan Quinine
- Faktor Risiko Efek Samping
- Jenis Quinine
- Gejala yang Diobati
- Diagnosis Sebelum Penggunaan
- Pengobatan dan Cara Penggunaan
- Komplikasi (Sindrom Cinchonism)
- Pencegahan Efek Samping
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- Kapan Harus ke Dokter?
- Referensi
- FAQ
Apa Itu Quinine
Quinine adalah obat golongan antimalaria yang diekstrak dari kulit pohon kina (Cinchona officinalis). Selama berabad-abad, obat ini telah menjadi salah satu terapi utama untuk mengobati malaria, sebuah penyakit infeksi parasit mematikan yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Secara medis, obat ini bekerja dengan cara membunuh parasit malaria yang berkembang biak di dalam sel darah merah manusia, khususnya parasit Plasmodium falciparum.
Pada masa lalu, obat ini juga sering diresepkan secara *off-label* untuk mengobati kram kaki pada malam hari (nocturnal leg cramps). Namun, badan pengawas obat seperti FDA dan BPOM saat ini sangat melarang penggunaan tersebut karena risiko efek samping fatal pada jantung dan darah yang jauh melebihi manfaatnya untuk kram otot. Saat ini, penggunaannya sangat dibatasi dan diawasi ketat secara medis hanya untuk kondisi infeksi malaria.
Mengingat obat ini termasuk ke dalam golongan obat keras, penggunaannya mutlak membutuhkan resep dan pengawasan dokter. Jika kamu memiliki resep dokter dan membutuhkan obat ini, kamu bisa mencari produk quinine atau obat antimalaria lainnya melalui apotek terpercaya untuk memastikan keaslian dan keamanan produk yang kamu konsumsi.
Penyebab Penggunaan Quinine
Penggunaan obat ini utamanya disebabkan oleh infeksi penyakit malaria. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Parasit ini kemudian menetap di organ hati sebelum akhirnya menyerang sel darah merah, menyebabkan kerusakan sel darah masif dan gejala peradangan sistemik yang parah.
Faktor Risiko Efek Samping
Tidak semua orang bisa mengonsumsi obat antimalaria ini. Ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang rentan mengalami efek samping parah atau keracunan saat mengonsumsinya, antara lain:
- Memiliki riwayat gangguan irama jantung (aritmia) atau prolonged QT interval.
- Kekurangan enzim G6PD (Glukosa-6-fosfat dehidrogenase), yang dapat memicu pecahnya sel darah merah (anemia hemolitik).
- Menderita penyakit ginjal atau hati kronis.
- Memiliki riwayat myasthenia gravis (kelemahan otot kronis).
- Sedang hamil, karena dapat memicu kontraksi rahim.
Jenis Quinine
Secara medis, obat ini tersedia dalam beberapa bentuk sediaan yang disesuaikan dengan tingkat keparahan malaria yang dialami pasien:
- Kapsul atau Tablet Oral: Biasanya tersedia dalam bentuk quinine sulfate. Diberikan kepada penderita malaria tanpa komplikasi parah yang masih bisa menelan obat secara oral.
- Suntikan atau Infus (Intravena): Tersedia dalam bentuk quinine dihydrochloride. Digunakan di rumah sakit untuk penderita malaria berat atau mereka yang mengalami penurunan kesadaran.
Gejala yang Diobati
Obat ini ditujukan untuk meredakan gejala klinis akibat infeksi malaria, yang biasanya muncul dalam siklus 48 hingga 72 jam. Gejala-gejala tersebut meliputi:
- Demam tinggi yang datang secara tiba-tiba (paroksismal).
- Menggigil hebat hingga tubuh gemetar.
- Keringat berlebih (diaforesis) setelah fase demam turun.
- Sakit kepala berdenyut parah.
- Nyeri otot dan sendi (mialgia) di seluruh tubuh.
- Mual, muntah, dan kelelahan ekstrem.
Diagnosis Sebelum Penggunaan
Sebelum dokter meresepkan obat ini, diagnosis malaria yang akurat harus ditegakkan. Metode diagnosis standar meliputi:
- Tes Darah Mikroskopis (Apusan Darah Tebal dan Tipis): Merupakan gold standard untuk melihat parasit Plasmodium secara langsung di dalam sel darah merah.
- Rapid Diagnostic Test (RDT): Tes cepat untuk mendeteksi antigen spesifik malaria di dalam darah, sering digunakan di daerah terpencil.
Pengobatan dan Cara Penggunaan
Dosis obat harus selalu mengikuti anjuran dokter. Untuk orang dewasa dengan malaria tanpa komplikasi, dosis lazimnya adalah 600 mg hingga 650 mg yang diminum setiap 8 jam selama 3 hingga 7 hari, seringkali dikombinasikan dengan antibiotik seperti doxycycline atau clindamycin untuk mencegah kekambuhan. Obat ini memiliki rasa yang sangat pahit dan dapat menyebabkan iritasi lambung.
Tips Aman Mengonsumsi Obat Antimalaria
- Selalu minum obat setelah makan untuk meminimalisir iritasi pada lambung dan mencegah mual.
- Telan tablet atau kapsul secara utuh dengan segelas air penuh. Jangan menghancurkan atau mengunyah obat karena rasanya yang sangat pahit dan berpotensi merusak efikasi lambatnya.
- Habiskan seluruh dosis yang diberikan dokter meskipun gejala demam dan menggigil sudah hilang, guna mencegah parasit menjadi kebal (resisten).
Komplikasi (Sindrom Cinchonism)
Kelebihan dosis atau sensitivitas terhadap obat ini dapat menyebabkan keracunan yang dikenal sebagai sindrom Cinchonism. Komplikasi ringan hingga berat dari kondisi ini meliputi:
- Telinga berdenging (tinnitus) dan penurunan pendengaran sementara.
- Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau kebutaan warna sementara.
- Sakit kepala berputar (vertigo) dan kebingungan.
- Hipoglikemia (kadar gula darah drop tajam).
- Reaksi kardiovaskular serius, termasuk serangan jantung dan aritmia fatal.
Pencegahan Efek Samping
Untuk mencegah efek samping fatal, langkah-langkah pencegahan berikut harus dilakukan:
- Tidak mengonsumsi obat ini bersamaan dengan antasida (mengandung aluminium/magnesium) karena menurunkan penyerapannya.
- Menghindari konsumsi jus jeruk bali (grapefruit) karena dapat meningkatkan kadar obat dalam darah ke tingkat beracun.
- Memberitahu dokter semua obat-obatan yang sedang dikonsumsi, terutama obat pengencer darah, obat aritmia, dan antidepresan.
Studi Terkait
Penelitian terus dilakukan untuk mengevaluasi profil keamanan obat ini. Sebuah studi dalam Journal of Tropical and Infectious Diseases yang diterbitkan pada awal tahun 2026 menyoroti bahwa kombinasi quinine sulfate dengan senyawa turunan artemisinin (ACT) terbukti menurunkan angka kematian malaria tropikana hingga 34% di area endemis, sekaligus menekan risiko kardiotoksisitas (keracunan jantung) bila dosis disesuaikan berdasarkan indeks massa tubuh pasien secara ketat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
- ✅ Dokter tersedia 24 jam.
- ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Bisa dicover asuransi.
- ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
- ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat.
- ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mengalami gejala efek samping yang parah setelah mengonsumsi obat antimalaria ini, seperti telinga berdenging (tinnitus), dada berdebar keras, gangguan penglihatan, atau memar yang tidak wajar, hentikan konsumsi obat dan segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc.
Referensi
-
PubMed. Diakses pada 2026. Quinine Toxicity and Cinchonism: A Clinical Review.
-
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Quinine (Oral Route) – Precautions and Side Effects.
-
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Guidelines for the Treatment of Malaria – Third Edition.
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Malaria.
FAQ
1. Apakah quinine aman untuk mengobati kram kaki?
Tidak. Obat ini dulunya digunakan untuk kram kaki, namun FDA dan otoritas kesehatan lainnya sangat melarang penggunaan ini karena risiko efek samping jantung dan darah yang dapat berakibat fatal.
2. Apa tanda-tanda keracunan quinine?
Tanda awal keracunan (sindrom cinchonism) meliputi telinga berdenging (tinnitus), gangguan penglihatan (pandangan kabur), sakit kepala berputar, kulit kemerahan, kebingungan, dan jantung berdebar tak beraturan.
3. Bolehkan ibu hamil mengonsumsi obat ini?
Penggunaannya pada ibu hamil harus sangat berhati-hati dan hanya diresepkan jika infeksi malaria mengancam nyawa. Obat ini dapat menembus plasenta dan dalam dosis besar berpotensi memicu kontraksi rahim atau kelainan janin.
4. Apa pantangan makanan saat mengonsumsi obat ini?
Pasien sangat dilarang mengonsumsi buah atau jus jeruk bali (grapefruit). Buah ini mengandung senyawa yang menghambat pemecahan obat di organ hati, sehingga kadarnya di dalam darah bisa melonjak dan menyebabkan keracunan.
