
DAFTAR ISI
- Apa Itu Saxenda?
- Cara Kerja Saxenda Menurunkan Berat Badan
- Siapa yang Bisa Menggunakan Saxenda?
- Cara Penggunaan Saxenda
- Panduan Jika Dosis Saxenda Terlewat
- Efek Samping dan Peringatan Penggunaan Saxenda
- Tips Penyimpanan Saxenda yang Benar
Apa Itu Saxenda?
Saxenda (dengan bahan aktif liraglutide 3 mg) adalah obat resep berbentuk injeksi yang dirancang untuk mendukung program penurunan berat badan. Obat ini termasuk dalam kelas medis yang disebut agonis reseptor GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1).
Penting untuk dipahami bahwa penggunaan terapi GLP-1 ini tidak dirancang sebagai “jalan pintas” instan. Untuk mencapai hasil klinis yang optimal, penggunaan Saxenda harus selalu dikombinasikan dengan diet rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik secara teratur.
Selain itu, obat ini tidak direkomendasikan untuk digunakan bersamaan dengan obat lain yang juga mengandung liraglutide atau obat golongan GLP-1 lainnya demi mencegah overdosis hormon.
Cara Kerja Saxenda Menurunkan Berat Badan
Secara alami, usus kita memproduksi hormon GLP-1 sesaat setelah kita mengonsumsi makanan. Hormon inilah yang memberikan sinyal rasa kenyang ke sistem saraf pusat.
Sebagai agonis reseptor GLP-1, Saxenda bekerja dengan cara meniru fungsi hormon alami tersebut. Ketika disuntikkan, obat ini akan mengikat reseptor di otak yang mengatur nafsu makan.
Hasilnya, sensasi lapar kamu akan menurun drastis, kamu akan merasa kenyang lebih cepat, dan lambung akan memperlambat proses pengosongan makanan.
Mekanisme GLP-1 inilah yang pada akhirnya membuat kamu lebih mudah mengontrol porsi makan tanpa merasa tersiksa.
Siapa yang Bisa Menggunakan Saxenda?
Obat GLP-1 ini tidak bisa digunakan oleh sembarang orang. Dokter biasanya akan meresepkan Saxenda untuk:
- Orang dewasa dengan kondisi obesitas, atau individu dengan kelebihan berat badan (overweight) yang disertai oleh masalah medis terkait berat badan (seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol).
- Anak-anak dan remaja berusia 12-17 tahun dengan berat badan di atas 60 kg yang terdiagnosis obesitas.
Kamu dilarang keras menggunakan obat ini jika sedang hamil atau merencanakan kehamilan, karena penurunan berat badan ekstrem tidak direkomendasikan saat hamil.
Selain itu, hindari penggunaan jika kamu atau anggota keluarga memiliki riwayat kanker tiroid jenis medullary thyroid carcinoma (MTC) atau sindrom multiple endocrine neoplasia tipe 2 (MEN 2).
Pahami lebih dalam soal Obesitas – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya supaya kamu lebih waspada dengan kondisi ini.
Cara Penggunaan Saxenda
Saxenda diberikan melalui injeksi subkutan, yang artinya disuntikkan tepat di bawah lapisan kulit, bukan ke dalam otot atau pembuluh darah. Berikut adalah panduan umum cara pakainya:
- Frekuensi: Disuntikkan 1 kali setiap hari, dan bisa dilakukan kapan saja tanpa terikat jam makan.
- Area suntikan: Kamu bisa menyuntikkannya di area perut (abdomen), paha depan (thigh), atau lengan atas bagian belakang.
- Rotasi area: Sangat penting untuk selalu mengubah (merotasi) titik suntikan setiap harinya di area yang kamu pilih. Menyuntik di titik yang sama terus-menerus dapat memicu benjolan di bawah kulit (cutaneous amyloidosis).
- Keamanan: Jangan pernah berbagi pena (pen) injeksi GLP-1 kamu dengan orang lain, meskipun jarumnya sudah diganti, untuk mencegah penularan infeksi serius.
Jika kamu sedang berusaha menurunkan berat badan, optimalkan perjalanan sehatmu dengan program klinis yang diawasi langsung oleh dokter dan ahli gizi profesional. Yuk, coba Halofit sekarang dan mulai langkah sehatmu hari ini!
Cari tahu info lebih lanjut mengenai Halofit dengan baca artikel berikut:
- Halofit, Layanan Klinik Obesitas Digital dengan Program Klinis dan Menyeluruh
- Paket Halofit Advanced, Program Menurunkan Berat Badan dengan Obat Diet Ampuh
- Paket Halofit Transform, Program Menurunkan Berat Badan dengan Injeksi GLP-1
Yuk, intip juga pengalaman para narasumber saat menjalani program Halofit dengan terapi GLP-1:
- Review Program Halofit Transform, Menurunkan Berat Badan dengan Injeksi GLP-1 dan Pendampingan Dokter
- Testimoni Program Diet Halofit: Solusi Turun Berat Badan untuk Ibu Sibuk dengan Terapi GLP-1 dan Panduan Ahli Gizi
Panduan Jika Dosis Saxenda Terlewat
Jika kamu lupa menyuntikkan dosis harianmu, segera suntikkan begitu kamu ingat. Namun, jika waktunya sudah terlalu dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati saja dosis yang terlupa dan kembali ke jadwal normal. Jangan pernah menggandakan dosis.
Apabila kamu melewatkan dosis Saxenda selama 3 hari berturut-turut atau lebih, segera hubungi dokter kamu untuk berdiskusi tentang cara memulai ulang terapi GLP-1 ini dengan aman.
Efek Samping dan Peringatan Penggunaan Saxenda
Seperti semua obat medis, terapi GLP-1 ini membawa potensi efek samping. Efek samping ringan yang tidak memerlukan perhatian medis segera (kecuali sangat mengganggu) meliputi mual, diare, sembelit, sakit perut, dan hilangnya nafsu makan secara total.
Namun, kamu harus segera melaporkan kepada dokter jika mengalami efek samping serius berikut:
- Risiko tumor tiroid: Waspadai munculnya benjolan di leher, suara serak, sulit menelan, atau sesak napas.
- Pankreatitis: Ditandai dengan nyeri perut hebat yang menjalar hingga ke punggung, sering disertai demam dan muntah.
- Masalah kandung empedu: Termasuk batu empedu, yang ditandai dengan nyeri perut atas, demam, mata menguning (jaundice), atau feses berwarna pucat.
- Dehidrasi dan gagal ginjal: Diare dan muntah akibat penyesuaian obat GLP-1 dapat memicu dehidrasi parah yang merusak ginjal. Pastikan kamu selalu minum banyak air.
- Hipoglikemia (gula darah rendah): Sangat berisiko bagi pasien diabetes yang juga mengonsumsi insulin. Gejalanya meliputi pusing, berkeringat, kebingungan, dan detak jantung cepat.
- Kesehatan mental: Perhatikan jika ada perubahan suasana hati yang memburuk, depresi, atau munculnya pikiran untuk bunuh diri.
Pahami lebih lanjut mengenai GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1): Fungsi, Cara Kerja, dan Efek Sampingnya berikut ini.
Tips Penyimpanan Saxenda yang Benar
Menjaga kualitas obat GLP-1 sangat bergantung pada cara penyimpanannya.
- Sebelum digunakan: Simpan pena yang belum dibuka di dalam kulkas pada suhu 2°C hingga 8°C. Jangan dibekukan.
- Setelah dibuka (digunakan pertama kali): Pena dapat disimpan di suhu ruangan (15°C hingga 30°C) atau di dalam kulkas.
- Buang yang sudah digunakan: Pena yang sudah digunakan harus dibuang setelah 30 hari, meskipun isinya masih tersisa.
- Peringatan penting: Jangan pernah menyimpan pena dalam keadaan jarum masih terpasang. Hal ini dapat menyebabkan obat bocor dan terkontaminasi. Buang jarum suntik bekas ke dalam wadah khusus limbah tajam (sharps container).
Dengan memahami tata cara dan risiko dari penggunaan saxenda, kamu dapat memaksimalkan manfaat terapi GLP-1 ini untuk mencapai target kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.
Itulah penjelasan seputar saxenda yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait obat ini atau tips menurunkan berat badan lainnya, hubungi dokter spesialis gizi di Halodoc saja!
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:




