Selulit

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Selulit

Selulit atau Stretch mark adalah jenis bekas luka yang berkembang ketika kulit kita meregang atau menyusut dengan cepat. Perubahan mendadak menyebabkan kolagen dan elastin yang merupakan komposisi kulit kita pecah karena tidak dapat mengimbangi regangan kulit yang terjadi dengan cepat.

 

Faktor Risiko Selulit

Tidak semua orang kulitnya dapat berkembang menjadi selulit. Terdapat beberapa faktor risiko yang dikaitkan dengan kejadian selulit, yaitu:

  • Riwayat keluarga memiliki selulit;
  • Mengidap penyakit kronis;
  • Kegemukan atau obesitas terutama sebelum kehamilan;
  • Berat lahir anak pada wanita yang sedang hamil;
  • Penyakit tertentu seperti Sindrom Marfan; dan
  • Pemakaian obat-obatan steroid dalam jangka panjang yang menyebabkan kulit kekurangan kolagen, sehingga lebih rentan terjadi robekan kolagen dalam kulit.

 

Penyebab Selulit

Kolagen adalah protein yang terdapat dalam kulit yang membuat kulit lebih elastis. Selulit terjadi ketika tubuh tumbuh dengan cepat karena alasan apa pun dan jaringan kolagen dan elastin pada kulit tidak dapat mengimbangi peregangan kulit tersebut. Akibatnya, terdapat robekan pada jaringan kolagen dan menimbulkan tanda khas pada kulit, yaitu garis panjang, tipis, dan bergelombang, yang disebut striae.

Kulit terdiri dari tiga lapisan, yaitu epidermis atau kulit luar, dermis atau kulit bagian tengah, dan lapisan subdermis, kulit bagian dalam yang terdapat timbunan lemak. Selulit terbentuk di lapisan dermis, atau lapisan tengah, yang merupakan lapisan yang kaya akan kolagen. Ketika jaringan ikat seperti kolagen, diregangkan melampaui batas elastisitasnya menyebabkan jaringan ikat ini robek dan menimbulkan tanda di kulit. Hal ini biasanya disebabkan oleh ekspansi atau peregangan kulit yang cepat.

 

Gejala Selulit

Sebelum selulit mulai muncul, kulit bisa terlihat tipis dan merah muda. Mungkin akan terasa sedikit gatal. Tanda awalnya berupa kerutan kulit, garis-garis yang bisa berwarna merah, ungu, merah muda, coklat kemerahan, ataupun coklat tua, tergantung pada warna kulit. Garis-garis itu akhirnya memudar dan rata dan cenderung berubah menjadi warna keputihan dari waktu ke waktu. Area tubuh yang paling umum terkena selulit adalah: kulit perut, payudara, pinggul, pantat, dan paha. 

 

Diagnosis Selulit

Dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan berdasarkan tanda dan gejala, serta mencari faktor risiko yang ada. Selulit mudah didiagnosis berdasarkan pemeriksaan kulit saja tanpa harus melakukan pemeriksaan penunjang lainnya untuk menegakkan diagnosis. Selulit tidak berbahaya dan tidak menyebabkan masalah medis tertentu bagi yang memilikinya. 

 

Pengobatan Selulit

Tidak ada bukti yang cukup untuk mengoleskan losion, krim, atau minyak tertentu pada kulit dapat membantu mengurangi atau menghilangkan selulit.  Dipasaran banyak krim, salep, minyak, dan salep kulit lainnya yang mengklaim dapat mencegah atau mengobati selulit. Namun, hanya sedikit bukti produk tersebut benar-benar terbukti.

Beberapa pengobatan topikal atau oles yang dapat membantu mengurangi atau menyamarkan lesi selulit pada kulit adalah

  • Tretinoin, yaitu krim yang mengandung retinoid, yang merupakan vitamin A. Retinoid meningkatkan produksi kolagen. Krim ini dapat membantu memudarkan selulit, tetapi krim ini dapat menyebabkan kulit teriritasi atau bersisik yang ditandai dengan kemerahan pada kulit.
  • Penguat kolagen, seperti ekstrak biji lupin dapat meningkatkan jumlah kolagen di kulit, tetapi belum ada cukup bukti untuk mengatakan apakah dapat memudarkan atau mencegah selulit.
  • Centella asiatica, merupakan minyak herbal yang dapat meningkatkan sel-sel dalam tubuh yang dapat membuat kolagen dan membangun kembali jaringan kulit. Centella asiatica terdapat di sejumlah krim kulit tanpa resep untuk selulit, tetapi ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa minyak ini dapat membantu memudarkan selulit.

Beberapa pengobatan pembedahan juga dapat dilakukan pada seseorang dengan selulit sebagai berikut:

  • Terapi laser. Metode perawatan ini dengan menggunakan energi cahaya adalah semburan cahaya tanpa rasa sakit yang digunakan pada bekas luka merah yang baru.
  • Terapi laser fraksional CO2 adalah perawatan baru yang dapat menghilangkan bekas luka putih pada selulit yang sudah lama. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa selulit pada wanita memudar setelah lima sesi dibandingkan dengan yang lain yang menggunakan krim topikal dengan tretinoin.
  • Mikrodermabrasi menggunakan kristal kecil untuk menggosok lapisan atas kulit. Mikrodermabrasi ini dapat membantu menghilangkan bekas luka kemerahan yang baru dan menyamarkan selulit yang sudah putih warnanya.
  • Operasi bedah plastik kosmetik, seperti pengencangan perut, dapat menghilangkan kulit selulit.

 

Pencegahan Selulit

Selulit tidak selalu bisa dicegah. Namun, langkah-langkah berikut ini dapat membantu mengurangi kejadian selulit:

  • Pertahankan berat badan ideal; dan
  • Makanlah makanan seimbang yang kaya akan vitamin dan mineral. Mengonsumsi vitamin A dan C dalam jumlah yang sesuai dapat membantu menambah jumlah kolagen kulit.

 

Kapan Harus ke Dokter

Walaupun tidak berbahaya, tetapi perawatan pada kulit selulit dapat sulit, mahal, dan membuat kebanyakan orang frustrasi. Sebaiknya diskusikan kepada dokter apabila ingin menghilangkan bekas selulit pada kulit dengan hasil yang maksimal. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit terdekat dengan domisilimu di sini.