Sindrom Metabolik

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik adalah sekumpulan gejala penyakit yang menyerang seseorang. Kondisi ini meliputi hipertensi, kadar gula darah tinggi, dislipidemia, dan obesitas. Kondisi ini cukup berbahaya karena merupakan penyebab dari penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

 

Faktor Risiko Sindrom Metabolik

Faktor-faktor yang meningkatkan seseorang mengidap sindrom metabolik antara lain:

  • Usia. Risiko sindrom metabolik akan meningkat seiring meningkatnya usia seseorang. Sindrom ini lebih sering terjadi pada 40 persen orang-orang yang berusia di atas 60 tahun.

  • Penyakit lain. Risiko sindrom metabolik juga akan jadi lebih tinggi jika kamu pernah memiliki penyakit jantung, penyakit perlemakan hati non-alkoholik, atau sindrom ovarium polikistik (PCOS).

  • Diabetes. Kamu akan memiliki risiko sindrom metabolik jika selama kehamilan kamu mengalami diabetes. Kondisi ini bisa juga terjadi karena memiliki riwayat keluarga yang memiliki diabetes tipe 2 alias kencing manis.

Baca juga: Diabetes Bisa Pengaruhi Munculnya Sindrom Metabolik

 

Penyebab Sindrom Metabolik

Hal-hal seperti gaya hidup tidak sehat, jarang berolahraga atau beraktivitas fisik, kerap disalahkan sebagai penyebab munculnya sindrom metabolik. Padahal, sindrom metabolik juga berkaitan dengan kondisi resitensi insulin. Biasanya, sistem pencernaan dapat memecah makanan yang kamu makan menjadi gula (glukosa). Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas yang membantu gula diserap oleh sel-sel tubuh kamu untuk digunakan sebagai energi.

Mereka yang memiliki resistensi insulin, sel-selnya tidak dapat merespons secara normal terhadap insulin, dan glukosa tidak bisa diserap oleh sel-sel dengan mudah. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah akan meningkat meskipun tubuh telah menghasilkan banyak insulin. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan diabetes, sehingga tubuh tidak dapat membuat cukup insulin untuk mengatur glukosa darah pada kisaran normal.

 

Gejala Sindrom Metabolik

Gejala sindrom metabolik sangat mudah dikenali, salah satunya adalah memiliki lingkar pinggang yang besar. Jika kadar gula darah tinggi, pengidap akan mengalami gejala-gejala diabetes seperti perasaan haus, seringnya buang air kecil, sering merasa lapar, dan kelelahan.

 

Diagnosis Sindrom Metabolik

Seseorang dinilai mengalami sindrom metabolik jika ditemukan adanya kondisi sebagai berikut:

  • Obesitas abdominal (dapat dikenali dengan lingkar pinggang lebih dari 40 inci pada laki-laki dan 35 inci pada perempuan).

  • Kadar trigliserida lebih dari 149 mg/dL.

  • Level HDL yang kurang dari 40 mg/dL pada laki-laki dan 50 mg/dL pada wanita.

  • Tekanan darah sistolik yang lebih dari 130 mmHg dan diastolik lebih dari 85 mg/dL.

  • Gula darah puasa lebih dari 100 mg/dL.

Baca juga: Pengidap Sindrom Metabolik Dianjurkan Jalani Diet Keto

 

Pengobatan Sindrom Metabolik

Tujuan utama penanganan Sindrom Metabolik adalah menurunkan risiko penyakit jantung koroner dengan cara menurunkan LDL dan tekanan darah tinggi serta penanganan diabetes. Tatalaksana ini meliputi perubahan gaya hidup dan penanganan diabetes dan dislipidemia dengan obat-obatan. Temukan berbagai obat dan vitamin di Halodoc, yang juga bisa kamu beli langsung melalui aplikasi!

 

Pencegahan Sindrom Metabolik

Beberapa langkan pencegahan sindrom metabolik yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Periksalah ke dokter secara teratur untuk memantau penyakit dan kondisi kesehatan.

  • Turunkan berat badan dan berolahraga secara rutin, setidaknya 30 menit setiap hari. Kamu dapat berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi tentang diet dan olahraga yang cocok untuk kondisi kesehatan yang kamu alami.

  • Ukur tekanan darah dan lakukan tes darah secara teratur untuk memantau tingkat gula darah  agar terhindar dari diabetes.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Sindrom Metabolik

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala di atas, segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Metabolic syndrome.
Web MD. Diakses pada 2019. What Is Metabolic Syndrome?

Diperbarui pada 20 September 2019