Diabetes Tipe 2

Pengertian Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang disebabkan tubuh tidak efektif menggunakan insulin atau kekurangan insulin yang relatif dibandingkan kadar gula darah.

Diabetes yang dialami ibu hamil dikenal dengan istilah diabetes gestasional. Ini terjadi karena wanita yang hamil terkadang memiliki kadar gula darah yang melebihi normal tapi masih belum termasuk kadar gula pada diabetes, namun insulin juga tidak bisa mengendalikannya. Diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan pada ibu serta janin. Karena itu, sangat penting bagi pengidap diabetes yang sedang hamil untuk menjaga keseimbangan kadar gula darahnya.

Gejala Diabetes Tipe 2

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Sering merasa haus.
  • Rasa lapar yang bertambah sering.
  • Kelelahan.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Turunnya berat badan.
  • Luka yang lambat sembuh atau sering mengalami infeksi.
  • Pandangan yang kabur.

Apabila kadar gula darah terus meningkat dan menjadi terlalu tinggi (hiperglikemia), maka akan muncul gejala seperti:

  • Mulut kering dan merasa sangat haus.
  • Sering buang air kecil.
  • Infeksi yang sering kambuh, contohnya sariawan serta infeksi kandung kemih.
  • Pingsan.
  • Tekanan darah rendah.

Penyebab Diabetes Tipe 2

Sel dalam tubuh membutuhkan energi dari gula (glukosa) untuk bisa berfungsi dengan normal. Gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang membantu sel untuk mengambil dan menggunakan glukosa dalam aliran darah. Apabila tubuh kekurang insulin, artinya kadar gula darah akan meningkat dan kadar insulin tampak berkurang. Tubuh pun bereaksi dengan munculnya resistensi terhadap insulin pada sel tubuh sehingga kadar gula akan meningkat drastis. Inilah yang jadi penyebab diabetes melitus.

Diabetes tipe 2 umumnya terjadi pada orang yang memiliki berat badan lebih dan kurang melakukan aktivitas fisik. Biasanya diabetes tipe 2 ini diidap orang dewasa namun kini jumlah pengidap anak-anak pun meningkat.

Faktor Risiko Diabetes Tipe 2

Faktor pemicu diabetes tipe 1, antara lain:

1. Faktor Riwayat Keluarga

Memiliki orangtua atau saudara yang mengidap diabetes  tipe 1 memberi risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 1

2. Faktor Keturunan

Keberadaan gen tertentu meningkatkan risiko  terkena diabetes tipe 1

3. Faktor Geografi

Kemungkinan terjangkit diabetes tipe 1 meningkat saat tinggal menjauhi garis khatulistiwa. Orang yang berdomisili di daerah jauh dari equoator seperti Finlandia dan Sardinia dikatakan paling banyak terkena diabetes tipe 1, sekitar dua atau tiga kali lebih tinggi dibandingkan  terjadi di Amerika Serikat dan 400 kali lebih banyak dibanding orang-orang yang tinggal di daerah tropis seperti Venezuela, dan Indonesia

4. Usia

Usia - usia yang rentan terhadap diabetes tipe 1 adalah pada dua fase usia anak. Pertama pada anak-anak usia 4-7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10-14 tahun.

5. Faktor Lain

  • Virus tertentu seperti virus Epstein-Barr, virus coxsackie, virus gondok, dan cytomegalovirus.
  • Meminum susu sapi di usia terlalu dini.
  • Kurangnya vitamin D.
  • Meminum air yang di dalamnya terkandung natrium nitrat.
  • Pengenalan makanan sereal dan gluten yang terlalu cepat (sebelum 4 bulan) atau terlalu lambat (setelah 7 bulan).
  • Memiliki ibu yang mengalami preeklampsia saat hamil.
  • Orang yang saat lahir mengidap penyakit kuning.

Diagnosis Diabetes Tipe 2

1. Tes Urine dan Glukosa Darah untuk Menentukan Kandungan Glukosa

Doagnosis diabetes tipe 1 dilakukan dengan tes urine dan tes darah untuk memeriksa kandungan glukosanya. Pada kondisi normal glukosa tidak akan mengalir pada ginhal serta urine, namun ini akan terjadi bagi pengidap diabetes. Jika didapati adanya glukosa pada urine maka tes selanjutnya dilakukan pada sampel darah. Tes ini dilakukan sebanyak dua kali pada saat sebelum dan sesudah puasa. 

2. Tes HbA1c

Tes ini untuk melihat kadar gula rata-rata dalam darah selama periode 2 hingga 3 bulan terakhir. Tingkat HbA1c dengan angka 6,5% atau lebih menandakan adanya diabetes. Tes ini juga dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal  untuk orang yang berisiko mengidap diabetes.

3. Tes Autoantibodi

Tes ini dilakukan untuk mendiagnosis diabetes tipe 1 dan 2 sebelum terjadi hiperglikemia.

Pengobatan Diabetes Tipe 2

Karena diabetes tidak dapat disembuhkan, maka tujuan pengobatannya adalah untuk menyeimbangkan kadar gula dalam darah dan mengendalikan gejala komplikasi.

Cara paling mudah untuk mengatasi diabetes tipe 2 adalah dengan mengubah pola hidup, yakni memulai pola makan sehat, teratur berolahraga, membatasi konsumsi minuman beralkohol, serta berhenti merokok. Selain itu, obat-obatan juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah.

Komplikasi akibat diabetes tipe 2 yang diakibatkan oleh kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh.

Pencegahan Diabetes Tipe 2

Lakukan aktivitas fisik seperti berolahraga secara teratur dan lakukan pola hidup sehat dengan menjauhi makanan-makanan tinggi karbohidrat dan tinggi gula.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala di atas.