• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Sirkumsisi / Sunat
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Sirkumsisi / Sunat

Sirkumsisi / Sunat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sirkumsisi / SunatSirkumsisi / Sunat

Pengertian Sirkumsisi / Sunat

Sunat adalah proses pemotongan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Prosedur ini tidak memengaruhi kesuburan pria atau ‘kenikmatan’ saat melakukan hubungan intim.

Sunat juga merupakan bagian dari ritual keagamaan. Prosedurnya bisa menjadi bagian dari tradisi keluarga, perawatan kesehatan guna mencegah penyakit dan sekadar menjaga kebersihan pribadi.

Tujuan Sirkumsisi / Sunat

Prosedur bertujuan untuk mencegah phimosis. Ini merupakan kondisi ketika kulit terlalu kencang sehingga sulit untuk ditarik ke belakang melewati kepala penis. Dampaknya, penis jadi sulit dibersihkan.

Tujuan lainnya adalah mencegah rasa sakit ketika mengalami ereksi. Prosedur juga bertujuan untuk mencegah kesulitan saat proses buang air kecil berlangsung.

Manfaat Sirkumsisi / Sunat

Adapun manfaat yang diperoleh dari prosedur, antara lain:

  • Membersihkan jadi lebih mudah. Kotoran dari sel kulit mati yang menumpuk di ujung penis memicu infeksi serius, gangrene (jaringan mati) penis, bahkan amputasi ujung penis.
  • Menurunkan risiko infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih yang terjadi pada pria meningkatkan risiko gangguan ginjal di masa depan.
  • Menurunkan risiko infeksi menular seksual. Salah satu infeksi menular seksual yang bisa dicegah dengan sunat adalah HIV. Namun, kamu juga perlu menggunakan pengaman.
  • Mencegah masalah penis. Kulup penis bisa sulit ditarik (phimosis). Dampaknya, ini bisa menyebabkan peradangan pada kulup atau kepala penis.

Kapan Harus Melakukan Sirkumsisi / Sunat?

Prosedur umumnya dilakukan saat anak menginjak usia 6 hingga 10 tahun. Jika melakukannya saat dewasa, maka tingkat risiko, kerumitan dan proses penyembuhan memakan waktu lebih lama.

Prosedur Sirkumsisi / Sunat

Selama Prosedur

Pada bayi, prosedur dilakukan dalam waktu 10 hari setelah dilahirkan. Bayi akan dibaringkan telentang. Kemudian, tim medis akan membersihkan area penis dan sekitarnya. 

Setelah bersih, obat bius akan disuntikkan ke pangkal penis atau dioleskan sebagai anestesi topikal. Kemudian, penjepit khusus dipasangkan pada penis dan kulit akan dilepas.

Setelah selesai, penis akan diolesi dengan salep dan ditutup dengan kain kasa. Prosedurnya memakan waktu sekitar 10 menit. 

Sementara pada anak laki-laki dan orang dewasa, prosedurnya serupa dengan bayi. Namun, proses pemulihan memakan waktu lebih lama. Risiko komplikasi juga cenderung lebih besar.

Setelah Prosedur

Proses penyembuhan memakan waktu 10 hari. Beberapa hari setelah prosedur, ujung penis akan terlihat merah, bengkak, memar dan terasa sakit. Pada sebagian pasien, terdapat cairan kuning yang keluar dari ujung penis.

Pada bayi, disarankan untuk mengganti perban setiap kali mengganti popok. Oleskan petroleum jelly terlebih dulu ke ujung penis sebelum membalutnya dengan perban.

Disarankan untuk mengganti popok bayi sesering mungkin. Pastikan popok berukuran longgar agar tidak terjadi gesekan. Setelah sembuh, cuci penis dengan sabun dan air saat mandi.

Tempat Melakukan Sirkumsisi / Sunat

Sirkumsisi / sunat bisa dilakukan di klinik atau rumah sakit yang menyediakan layanan tersebut. Jika ingin melakukannya, silakan buat janji rumah sakit untuk melakukan prosedur.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Circumcision (male).
Kids Health. Diakses pada 2022. Circumcision.
National Health Service UK. Diakses pada 2022. Circumcision in men.