Spondylosis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Spondylosis

Spondylosis adalah istilah untuk degenerasi tulang belakang, misalnya taji tulang dan degenerasi piringan antar tulang belakang. Seringkali, istilah spondylosis digunakan untuk mendeskripsikan osteoartritis pada tulang belakang.

 

Gejala Spondylosis

Gejala-gejala umum dari spondylosis meliputi:

  • Kaku atau nyeri pada leher atau punggung. Biasanya, rasa tidak nyaman pada punggung mereda saat berbaring.
  • Kelemahan atau mati rasa pada kaki atau tangan jika kondisi cukup parah untuk mempengaruhi saraf tulang belakang.
  • Nyeri pada bahu.
  • Sakit kepala.
  • Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, diskusikanlah dengan dokter.

 

Penyebab Spondylosis

Semakin bertambahnya usia, tulang dan ligamen pada tulang belakang melemah, menyebabkan taji tulang (osteoarthritis). Piringan intervertebrata mengalami degenerasi dan melemah, menyebabkan hernia dan penonjolan pada piringan. Akibatnya, seeorang dapat mengalami beberapa gejala spondylosis.

 

Faktor Risiko Spondylosis

Ada banyak faktor risiko untuk spondylosis, yaitu:

  • Kelebihan berat badan
  • Cedera atau trauma pada sendi
  • Predisposisi genetik
  • Orang yang memiliki pekerjaan atau berolahraga yang memberikan stres berulang pada sendi tertentu.
  • Usia. Gejala seringkali dilaporkan pertama kali di antara usia 20 dan 50 tahun. Lebih dari 80% orang di atas 40 tahun memiliki bukti spondylosis pada studi X-ray
  • Jenis kelamin. Untuk orang di bawah 45 tahun, osteoarthritis lebih umum terjadi pada pria. Setelah usia 45 tahun, osteoartritis lebih sering ditemukan pada wanita

 

Diagnosis Spondylosis

Diagnosis spondylosis dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan radiologi seperti sinar-X film polos, MRI, atau CT scan. Sinar-X dapat menunjukkan taji tulang pada korpus vertebra di tulang belakang, penebalan sendi facet (sendi yang menghubungkan tulang belakang satu sama lain), dan penyempitan ruang diskus intervertebralis. CT scan tulang belakang mampu memvisualisasikan tulang belakang secara lebih rinci dan dapat mendiagnosis penyempitan saluran tulang belakang (stenosis tulang belakang) saat ini.

MRI mahal, tapi menunjukkan detail terbesar di tulang belakang dan digunakan untuk memvisualisasikan diskus intervertebralis, termasuk tingkat herniasi diskus, jika ada. MRI juga digunakan untuk memvisualisasikan vertebra, sendi facet, saraf, dan ligamen di tulang belakang dan dapat dengan andal mendiagnosis saraf terjepit.

 

Pengobatan Spondylosis

Tidak ada pengobatan untuk membalikkan proses spondylosis, karena ini adalah proses degeneratif. Perawatan untuk spondylosis menargetkan nyeri punggung dan nyeri leher yang dapat menyebabkan spondylosis. Karena itu, pengobatan spondylosis ini mirip dengan pengobatan nyeri punggung dan nyeri leher. Pengobatan yang tersedia termasuk dalam beberapa kategori: obat-obatan, perawatan diri, latihan dan terapi fisik, prosedur invasif minimal, seperti suntikan dan pembedahan.

 

Pencegahan Spondylosis

Seseorang tidak dapat menghentikan tubuhnya dari bertambahnya usia, tapi dapat melakukan banyak hal untuk meningkatkan kesehatan tulang belakangnya. Dengan mengikuti tips yang tercantum berikut ini :

  • Duduk dan berdiri dengan benar
  • Belajar mengangkat dengan benar
  • Berolahraga secara teratur (latihan aerobik sangat baik).
  • Raih dan pertahankan berat badan yang sehat
  • Makan sehat (diet seimbang, rendah lemak, kaya buah-buahan, dan sayuran)
  • Berhenti merokok
  • Hindari penggunaan alkohol secara berlebihan
  • Beristirahatlah yang banyak.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, diskusikanlah dengan dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit terdekat dengan domisilimu di sini.