• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Tes Level Alkaline Phosphatase (ALP)

Tes Level Alkaline Phosphatase (ALP)

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Apa Itu Tes Level Alkaline Phosphatase (ALP)?

Tes level alkaline phosphatase atau tes ALP adalah tes yang mengukur jumlah enzim alkaline fosfatase dalam aliran darah seseorang. ALP merupakan enzim yang berfungsi untuk membantu memecah protein dalam tubuh. Enzim tersebut hadir dalam berbagai bentuk tergantung dari organ mana ia dihasilkan. Sebagian besar ALP dihasilkan oleh organ hati, tetapi enzim tersebut juga bisa dihasilkan di tulang, usus, pankreas, dan ginjal. Pada wanita hamil, ALP dihasilkan di plasenta. 

Kadar ALP yang tidak normal dalam darah biasanya menunjukkan adanya masalah pada organ hati, kantung empedu, atau tulang. Namun, kadar tidak normal tersebut juga bisa menunjukkan malnutrisi, tumor, kanker ginjal, masalah usus, pankreas, atau infeksi serius.

Kisaran ALP normal berbeda-beda pada tiap orang, karena hal ini tergantung pada faktor-faktor, seperti usia, golongan darah, jenis kelamin atau adanya kondisi kesehatan tertentu seperti kehamilan. Kisaran normal untuk level serum ALP adalah 20 sampai 140 IU/L. Namun, hasil tersebut pun juga bisa berbeda-beda dari satu laboratorium ke laboratorium lainnya. Sedangkan kisaran ALP normal, pada anak-anak biasanya lebih tinggi dan akan menurun seiring bertambahnya usia.

Untuk melakukan tes level alkaline phosphatase, diperlukan pengambilan darah sederhana dan tes ini seringkali merupakan bagian rutin dari tes darah lainnya.

 

Mengapa Melakukan Tes Level Alkaline Phosphatase (ALP)?

Tes level alkalin phosphatase bermanfaat untuk mengukur seberapa baik organ hati dan kantung empedu seseorang berfungsi atau mengidentifikasi masalah yang terjadi pada tulang.

 

  • Mengukur Fungsi Hati dan Kantong Empedu

 

Memeriksa kadar ALP dalam darah seringkali merupakan bagian rutin dari tes fungsi hati dan tes kandung empedu. Dokter biasanya akan menganjurkan seseorang untuk melakukan tes ini bila ia mencurigai ada sesuatu yang salah dengan hati atau kantung empedu orang tersebut. Misalnya, bila orang tersebut mengalami gejala, seperti penyakit kuning, sakit perut, mual, dan muntah.

Tes ALP sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi kondisi seperti:

    • Hepatitis.
    • Sirosis (jaringan parut pada hati).
    • Cholecystitis (radang kandung empedu).
    • Penyumbatan saluran empedu (akibat batu empedu, peradangan, atau kanker).

Mungkin juga dianjurkan melakukan tes ALP bila mengonsumsi obat yang berpotensi merusak organ hati, seperti acetaminophen. Melakukan tes ALP adalah salah satu cara untuk memeriksa kerusakan organ tersebut dan biasanya dilakukan bersama dengan tes fungsi hati lainnya.

Baca juga: Selain Alkohol, Ini 6 Penyebab Gangguan Fungsi Hati

 

  • Mengukur Fungsi Tulang

 

Tes ALP juga dapat membantu mendiagnosis masalah tulang, seperti:

    • Rakhitis, yaitu melemahnya atau pelunakan tulang pada anak-anak yang paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin D atau kalsium yang signifikan.
    • Osteomalasia, yaitu pelunakan tulang pada orang dewasa yang biasanya disebabkan oleh defisiensi vitamin D yang signifikan, tetapi bisa juga ketidakmampuan tubuh untuk memproses dan menggunakan vitamin D dengan benar.
    • Penyakit Tulang Paget, yaitu gangguan yang menyebabkan masalah besar dengan kerusakan dan pertumbuhan kembali tulang.

Tes ALP juga dapat membantu dalam mendiagnosis keberadaan tumor kanker, pertumbuhan tulang yang tidak biasa, atau defisiensi vitamin D. Tes ini juga dapat digunakan untuk memantau keefektifan pengobatan untuk semua kondisi di atas.

 

Kapan Harus Melakukan Tes Level Alkaline Phosphatase (ALP)?

Tes level alkaline phosphatase sebaiknya dilakukan segera setelah mengalami gejala-gejala penyakit hati, seperti penyakit kuning, sakit perut, atau muntah, atau gejala penyakit tulang.

Baca juga: Nyeri Tulang yang Berulang, Waspada Terkena Osteomalasia

 

Bagaimana Melakukan Tes Level Alkaline Phosphatase (ALP)?

Tes level alkaline phosphatase hanya membutuhkan sampel darah. Saat melakukan tes ini, seorang perawat atau tenaga medis akan mengikat tali di lengan atas untuk mengekspos pembuluh darah di siku bagian dalam. Setelah ia menemukan pembuluh vena, perawat akan membersihkan area tersebut dengan alkohol, lalu memasukkan jarum kecil ke dalam vena.

Ia kemudian akan menempelkan tabung plastik ke ujung jarum dan mengambil darah. Begitu jumlah darah yang terkumpul dalam tabung sudah cukup, perawat akan dengan lembut melepas jarum dan menutupi area tersebut dengan perban. Bila pengidap perlu menjalani tes darah lainnya pada saat yang sama, perawat mungkin harus mengambil sampel darah untuk mengisi beberapa tabung pengumpul.

Tes ALP juga dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti perdarahan kecil atau memar di area penusukkan jarum. Namun, kebanyakan orang biasanya hanya akan merasakan sakit atau tidak nyaman ketika jarum dimasukkan ke vena.

Kadang-kadang pengambilan darah dalam tes ALP juga dapat menyebabkan peradangan di sekitar vena atau jaringan di siku bagian dalam. Nah, mengompres area tersebut dengan handuk hangat dan memberi tekanan lembut selama 20–30 menit dapat membantu meredakan peradangan tersebut. Bila peradangan tidak kunjung hilang atau malah semakin buruk, sebaiknya segera minta pertolongan medis.

Baca juga: Jenis Tes yang Harus Dijalani untuk Pemeriksaan TBC Tulang Belakang

 

Di Mana Melakukan Tes Level Alkaline Phosphatase (ALP)?

Tes level alkaline phosphatase bisa dilakukan di fasilitas kesehatan mana saja, mulai dari klinik atau puskesmas, rumah sakit, bagian unit gawat darurat (UGD), sampai laboratorium kesehatan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. ALP (Alkaline Phosphatase Level) Test.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What do abnormal ALP levels mean?