Testosterone

Pengertian Testosterone

Testosterone adalah hormon seksual pada pria yang dihasilkan oleh testis secara alami. Hormon ini memiliki beberapa fungsi dalam tubuh pria, seperti:

  • Mendorong pertumbuhan rambut pada muka dan tubuh.
  • Membuat suara makin berat.
  • Perkembangan alat kelamin.
  • Produksi sel darah merah.
  • Produksi sperma.
  • Kepadatan tulang.
  • Mempertahankan gairah seksual.
  • Mempertahankan kesuburan.

Obat testosterone diberikan untuk menangani kondisi hipogonadisme, dimana tubuh tidak memproduksi hormon testosterone yang cukup dan menyebabkan masalah pada kesuburan, masalah dengan ereksi, pubertas dan pertumbuhan organ reproduksi yang terhambat pada pria.

Gejala Testosterone

Berikut gejala-gejala yang mengiringi berkurangnya kadar hormon testosteron:

  • Tulang yang lebih rapuh.
  • Berkurangnya rambut-rambut pada tubuh.
  • Berkurangnya kekuatan atau masa otot.
  • Meningkatnya lemak tubuh.
  • Kelelahan yang meningkat.
  • Sensasi terbakar atau hot flashes.
  • Berdampak pada metabolisme kolesterol.
  • Timbul pembengkakakn pada kelenjar payudara.

Penyebab Testosterone

Seiring bertambahnya usia, laki-laki dapat mengalami penurunan kadar hormon testosteron. Sejumlah faktor menjadi penyebab kondisi kekurangan testosteron, yaitu gagal ginjal kronis, infeksi dan cedera pada testis, sindrom Klinefelter, dan sirosis hati. Stres dan terlalu banyak meminum alkohol juga dapat menyebabkan kondisi tersebut.

Pengobatan Testosterone

Dosis akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi kesehatan pengidap, tingkat keparahan defisiensi testosterone dan respons tubuh seiring dengan berjalannya pengobatan. Berikut adalah dosis yang umum digunakan untuk mengatasi kekurangan testosterone pada pria:

  • Suntikan: 75 - 100 miligram tiap minggu.
  • Gel: 5 - 10 gram tiap hari.
  • Tablet: 80 miligram dua kali sehari.

Selalu konsultasikan dengan dokter semasa mengonsumsi obat ini karena dosis awal dan lanjutan senantiasa perlu direvisi dan disesuaikan dengan kadar hormon tubuh yang berubah. Beberapa efek samping yang umumnya terjadi saat menggunakan testosterone, diantaranya:

  • Sakit kepala dan pusing.
  • Perubahan suasana hati.
  • Diare.
  • Susah buang air kecil.
  • Tekanan darah naik.
  • Tangan atau kaki membengkak.
  • Bulu tubuh bertambah.
  • Berat badan naik.
  • Kebotakan pada kepala.
  • Payudara membesar.

Jika efek samping yang terjadi terus berkepanjangan atau Anda mengalami reaksi alergi, segera temui dokter. Jangan mengonsumsi testosterone lebih dari yang dianjurkan untuk mencegah overdosis.

Pencegahan Testosterone

Ada beberapa langkah untuk mencegah kadar testosteron menurun:

  • Jalani pola makan dan kebiasaan hidup sehat.
  • Batasi mengonsumsi alkohol.
  • Segera periksakan kadar testosteron apabila mengalami gejala-gejala penurunan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala di atas, segeralah menghubungi dokter guna mendapat penanganan yang tepat.