
DAFTAR ISI
- Apa Itu Thiamine (Vitamin B1)?
- Merek Dagang Thiamine (Vitamin B1)
- Studi tentang Thiamine (Vitamin B1)
- Peringatan sebelum Menggunakan Thiamine (Vitamin B1)
- Dosis Thiamine (Vitamin B1)
- Cara Menggunakan Thiamine (Vitamin B1)
- Efek Samping Thiamine (Vitamin B1)
- Interaksi Obat dengan Thiamine (Vitamin B1)
- Kontraindikasi Thiamine (Vitamin B1)
Perhatian Penting
1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Thiamine (Vitamin B1)?
Thiamine (Vitamin B1) adalah vitamin larut air yang berperan penting dalam metabolisme energi (terutama karbohidrat), fungsi saraf, serta kerja otot dan jantung.
Dalam sediaan obat atau suplemen, thiamine umumnya tersedia sebagai thiamine hydrochloride atau thiamine mononitrate untuk pencegahan dan terapi defisiensi.
Secara mekanisme, thiamine diubah menjadi bentuk aktif thiamine pyrophosphate (TPP) yang berfungsi sebagai koenzim pada beberapa jalur metabolik utama, misalnya dekarboksilasi oksidatif dan jalur pentosa fosfat.
Kekurangan thiamine dapat menyebabkan gangguan neurologis dan kardiovaskular seperti beri-beri dan sindrom Wernicke-Korsakoff.
- Golongan: Vitamin dan suplemen
- Kategori: Obat bebas.
- Manfaat: Membantu mencegah dan mengatasi defisiensi thiamine serta mendukung fungsi saraf dan metabolisme energi.
- Digunakan oleh: Dewasa dan anak (sesuai indikasi, usia, dan dosis).
- Thiamine (Vitamin B1) untuk ibu hamil: Umumnya aman bila sesuai kebutuhan harian, dosis tinggi hanya bila ada indikasi klinis dan di bawah pengawasan dokter.
- Thiamine (Vitamin B1) untuk ibu menyusui: Umumnya aman dikonsumsi karena kebutuhan dapat meningkat pada ibu menyusui dan penentuan dosis tetap mengikuti pertimbangan klinis.
- Bentuk obat: Tablet, kaplet, kapsul, serta injeksi intravena pada kondisi tertentu.
Merek Dagang Thiamine (Vitamin B1)
Merek dagang Thiamin (Vitamin B1):
- Vitamin B Complex 10 Tablet. Suplemen yang mengandung gabungan beberapa vitamin B (termasuk B1) yang membantu metabolisme energi dan menjaga fungsi saraf serta kesehatan kulit.
- Vitamin B1 100 mg 10 Tablet. Vitamin B1 100 mg 10 tablet menyediakan dosis tinggi thiamine untuk membantu memenuhi kebutuhan harian vitamin B1 dan mendukung proses produksi energi tubuh.
- Sohobion 5000 10 Tablet. Suplemen vitamin B kompleks yang dirancang untuk membantu mengatasi kekurangan vitamin B serta mendukung fungsi saraf dan metabolisme.
- Vitamin B1 50 mg 10 Tablet. Vitamin B1 50 mg 10 tablet merupakan sediaan thiamine yang membantu menjaga metabolisme karbohidrat dan fungsi saraf yang sehat.
- Betamin 100 mg 100 Tablet. Suplemen vitamin B1 dengan dosis menengah yang digunakan untuk mendukung kebutuhan vitamin B1 dalam metabolisme energi dan fungsi sistem saraf.
Studi Tentang Thiamine (Vitamin B1)
Penelitian yang dipublikasikan oleh Food and Nutrition Research (2023) membahas peran vitamin B1 (thiamine) terhadap kesehatan tubuh, terutama kaitannya dengan metabolisme energi, fungsi saraf, dan kondisi kesehatan tertentu.
Hasil kajian menunjukkan bahwa, kekurangan thiamine masih cukup sering terjadi, terutama pada kelompok dengan asupan gizi tidak seimbang atau kondisi medis tertentu, dan hal ini dapat berdampak pada kelelahan, gangguan saraf, hingga penurunan fungsi organ.
Peneliti menekankan bahwa, pemenuhan kebutuhan vitamin B1 yang cukup, baik dari makanan maupun suplementasi bila diperlukan, berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh tetap optimal dan mencegah gangguan kesehatan terkait defisiensi.
Kamu bisa cari tahu juga mengenai Vitamin B Complex – Manfaat, Dosis, dan Efek samping.
Peringatan sebelum Menggunakan Thiamine (Vitamin B1)
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan Thiamine (Vitamin B1):
- Pastikan indikasi penggunaan jelas. Misalnya untuk pencegahan terapi defisiensi vitamin B1, tubuh membutuhkan suplementasi vitamin B1 (malnutrisi, pasca operasi tertentu, muntah berkepanjangan), atau ada indikasi klinis lain.
- Waspadai reaksi hipersensitivitas, meskipun jarang.
- Pada pasien dengan kondisi kritis, terapi interavena sebaiknya dilakukan dengan pemantauan karena kebutuhan dosis dan respons dapat bervariasi.
- Jangan mengandalkan suplemen untuk menggantikan evaluasi penyebab dasar (misalnya gangguan penyerapan, malnutrisi, atau penyakit kronis).
Dosis Thiamine (Vitamin B1)
Dosis disesuaikan dengan indikasi, usia, status nutrisi, rute pemberian, dan kondisi klinis pasien.
Berikut ini dosis Thiamine (Vitamin B1) menurut Kemenkes RI:
- Dewasa: 50-100 mg per hari. Dosis maksimal 300 mg per hari.
- Anak-anak: 10-50 mg per hari. Vitamin diberikan dalam dosis terpisah.
Cara Menggunakan Thiamine (Vitamin B1)
Berikut ini cara menggunakan thiamine (vitamin B1):
- Suplemen dengan kandungan vitamin B1 digunakan sesuai indikasi dan dosis yang ditetapkan tenaga kesehatan
- Sediaan oral dapat diminum sebelum atau sesudah makan, pilih waktu yang konsisten tiap hari.
- Jika pasien berisiko defisiensi berat (misalnya alcohol use disorder, malnutrisi berat, kondisi kritis), pertimbangkan rute parenteral sesuai protokol dan pemantauan klinis.
- Evaluasi respons terapi dan koreksi faktor risiko (asupan nutrisi, gangguan penyerapan, komorbid) agar perbaikan berkelanjutan.
Efek Samping Thiamine (Vitamin B1)
Suplementasi vitamin B1 juga dapat memicu efek samping, terutama jika dikonsumsi tidak sesuai aturan medis. Berikut ini efek samping penggunaan suplemen vitamin B1:
- Efek samping umum: Mual, rasa tidak nyaman pencernaan, dan diare.
- Efek samping serius: Reaksi alergi (ruam, gatal, urtikaria), anafilaksis terutama pada pemberian intravena, reaksi lokal pada bekas suntikan.
Interaksi Thiamine (Vitamin B1)
Thiamine (Vitamin B1) dapat berinteraksi dengan:
- Alkohol, dapat mengganggu penyerapan dan pemanfaatan thiamine, sehingga kebutuhan bisa meningkat.
- Diuretik tertentu (misalnya yang digunakan jangka panjang), dapat meningkatkan kehilangan thiamine melalui urine pada sebagian pasien.
- Pada pasien dengan regimen kompleks (misalnya kemoterapi atau nutrisi parenteral), pemenuhan thiamine harus dipastikan karena kebutuhan metabolik dapat berubah.
Cari tahu juga, Ini 5 Rekomendasi dan Jenis Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh.
Kontraindikasi Thiamine (Vitamin B1)
Thiamine (Vitamin B1) sebaiknya tidak diberikan pada orang dengan kondisi berikut:
- Hipersensitivitas terhadap thiamine atau komponen sediaan (terutama pada produk injeksi tertentu).
- Kontraindikasi spesifik lain mengikuti komposisi produk kombinasi (misalnya kombinasi vitamin B lain) dan kondisi klinis pasien.
Jika ada gejala yang mengarah ke defisiensi (misalnya neuropati, kelemahan, gangguan memori, atau tanda risiko Wernicke pada pasien rentan), lakukan evaluasi klinis menyeluruh dan pertimbangkan tatalaksana sesuai derajat keparahan.
Konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Kamu bisa gunakan chat dokter untuk membantu penilaian terapi serta pemantauan keamanan.
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!


