Tinea Capitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Tinea Capitis

Tinea capitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur pada kulit kepala. Penyakit ini sangat menular dan kebanyakan diidap oleh anak-anak, mulai dari balita sampai usia sekolah. Komplikasi tinea capitis bisa berupa kerontokan rambut dan luka permanen di kulit kepala.

 

Faktor Risiko Tinea Capitis

Penyakit ini tergolong dalam penyakit yang sangat menular, sehingga membuat proses pencegahan menjadi sangat sulit. Faktor risikonya akan sangat tinggi jika seseorang kurang memperhatikan kebersihan diri. Pemicu penularan jamur ini bisa terjadi akibat berbagi sisir atau barang pribadi lain. Selain itu, mereka yang kerap bermain dengan hewan peliharaan tanpa langsung membersihkan tangan setelahnya juga bisa mengalami kondisi ini.

Baca juga: Cegah Tinea Capitis dengan Kebiasaan Ini

 

Penyebab Tinea Capitis

Tinea capitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jamur dermatofit pada lapisan luar kulit kepala dan batang rambut. Seseorang bisa dengan mudah tertular tinea capitis apabila bersentuhan langsung dengan kulit pengidap. Kasus penularan seperti ini adalah yang paling sering terjadi. Selain itu, seseorang juga berisiko tertular tinea capitis jika ia menyentuh hewan-hewan pembawa penyakit. Contoh-contoh hewan pembawa penyakit tinea capitis tersebut adalah kucing, anjing, kuda, domba, sapi, dan babi.

Selain penularan secara langsung, tinea capitis juga bisa menular secara tidak langsung, yaitu ketika kita menyentuh permukaan benda yang mengandung jamur dermatofit karena sebelumnya telah tersentuh oleh pengidap atau hewan pembawa penyakit ini. Contoh-contoh benda perantara adalah handuk, baju, sikat, sisir, dan seprai.

 

Gejala Tinea Capitis

Gejala penyakit ini dapat bervariasi pada tiap pengidap. Namun, umumnya kulit kepala seseorang yang terkena penyakit ini akan terasa sangat gatal. Selain itu, di kulit kepala akan tampak bagian bulat yang botak, bersisik, berwarna merah, dan kadang-kadang bengkak.

Kebotakan juga bisa terjadi pada area yang terinfeksi. Biasanya pada sisi kepala yang mengalami kebotakan tersebut akan tampak pola titik-titik hitam yang sebenarnya merupakan rambut yang telah patah. Pada kasus tinea capitis yang parah, luka-luka tersebut juga bisa mengeluarkan nanah. Selain gejala-gejala yang tadi disebutkan, tinea capitis juga bisa disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan demam ringan.

 

Diagnosis Tinea Capitis
Jika kamu mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter dapat mendiagnosis penyakit ini melalui pemeriksaan visual. Pemeriksaan tersebut bisa menggunakan lampu khusus yang disebut
lampu Wood untuk menerangi kulit kepala untuk menemukan tanda-tanda infeksi.

Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan kerokan kulit dengan bilasan KOH. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel kulit atau rambut untuk memastikannya. Sampel tersebut kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop guna menemukan tanda-tanda infeksi jamur.

Baca juga: Mudah Berkeringat? Hati-Hati Terkena Infeksi Jamur

 

Pengobatan Tinea Capitis

Dalam mengobati tinea capitis, dokter biasanya akan mengombinasikan sampo khusus dengan obat oral (obat yang diminum). Obat oral diberikan dengan tujuan membunuh jamur penyebab tinea capitis, sedangkan sampo berfungsi mencegah penyebaran infeksi dan membasmi spora jamur di kepala.

Contoh obat oral yang paling banyak diresepkan untuk penyakit tinea capitis adalah terbinafine hydrochloride dan griseofulvin. Sementara itu, sampo yang diresepkan biasanya mengandung selenium sulfide (minimal 2,5 persen) dan ketoconazole.

Agar pengobatan bisa berjalan efektif, penting bagi untuk menggunakan obat-obatan tersebut selama jangka waktu yang ditetapkan. Biasanya, dokter akan menganjurkan penggunaan terbinafine hydrochloride dan griseofulvin selama satu setengah bulan. Sedangkan untuk penggunaan sampo pada umumnya adalah beberapa kali dalam seminggu selama satu bulan. Ketika menggunakan sampo antijamur, biarkan sampo di kepala selama 5 menit sebelum dibilas. Jika masih belum jelas, tanyakan ke dokter tentang cara menggunakan sampo antijamur yang benar.

 

Pencegahan Tinea Capitis

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penularan penyakit tinea capitis, seperti:

  • Selalu menjaga kebersihan tangan.

  • Mencuci rambut dan kulit kepala secara rutin dengan sampo.

  • Jangan berbagi penggunaan barang-barang, seperti sisir, handuk, dan baju, dengan orang lain, atau meminjamkan barang-barang tersebut dengan orang lain.

  • Menghindari hewan yang terinfeksi.

Baca juga: Cara Penanganan Pertama Ketika Anak Mengidap Tinea Capitis

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga mengalami satu atau beberapa gejala di atas, segeralah menghubungi dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Ringworm (Scalp).
Healthline. Diakses pada 2019. Ringworm of the Scalp (Tinea Capitis).

Diperbarui pada 20 September 2019