Toxic Shock Syndrome

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Toxic Shock Syndrome 

Toxic Shock Syndrome (TSS) merupakan penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri Staphylococcus aureus atau bakteri streptococcus yang masuk ke aliran darah, berkembang biak, lalu menimbulkan racun dalam darah. TSS memiliki onset cepat, dramatis, dan fulminan.

 

Gejala Toxic Shock Syndrome 

TSS masuk kategori penyakit langka, namun jika tidak segera ditangani dengan baik TSS bisa mengancam nyawa pengidapnya. Gejala TSS terjadi secara mendadak dan langsung membuat kondisi tubuh memburuk, seperti:

  • Demam tinggi hingga 39 derajat celcius.
  • Gejala mirip flu seperti sakit kepala, meriang, sakit tenggorokan, batuk.
  • Otot terasa kaku.
  • Diare.
  • Tekanan darah rendah.
  • Mual dan muntah.
  • Mata, bibir, dan lidah memerah.
  • Kejang-kejang.
  • Sulit bernapas.
  • Ruam di kulit yang menyebar seperti luka bakar.

 

Penyebab Toxic Shock Syndrome 

TSS disebabkan karena keracunan oleh salah satu dari beberapa exotoxins Staphylococcus aureus. Racun yang paling sering terlibat termasuk TSS toksin tipe-1 (TSST-1) dan staphylococcal enterotoxin B.

 

Diagnosis Toxic Shock Syndrome 

Diagnosis ditetapkan melalui anamnesis, gejala klinis dan pemeriksaan penunjang seperti CBC count dengan diferensial - Leukositosis, Pt APtt, hipoalbumin, dan pencitraan berupa x-ray thorax dapat terlihat infiltrat bilateral.

 

Pencegahan Toxic Shock Syndrome 

Saat menstruasi, ganti tampon setiap 4 atau 8 jam sekali, cuci tangan setelah mengganti tampon dan pembalut, saat mengalami luka bakar atau luka terbuka karena benda tajam, rawatlah dengan baik dan pastikan tidak mengalami infeksi, mencuci tangan sesering mungkin untuk mengurangi bakteri di tangan.

 

Penanganan Toxic Shock Syndrome 

Prinsip-prinsip dalam pengelolaan syok septik pada umumnya segera dilakukan, yaitu dengan cara:

  1. Pengenalan awal.
  2. Terapi antibiotik dini dan memadai.
  3. Source control dan debridement secepatnya luka yang terinfeksi/nekrotik.
  4. Resusitasi hemodinamik dan terapi suportif.
  5. Kortikosteroid .
  6. Drotrecogin alpha (sakit berat jika APACHE II> 25) dalam waktu 24 jam dari timbulnya disfungsi organ pertama.
  7. Kontrol glikemik yang ketat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika terdapat gejala seperti diatas, segeralah bawa ke unit gawat darurat. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.