Trauma Kepala Ringan

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Trauma Kepala Ringan

Trauma kepala ringan adalah cedera pada otak yang umumnya disebabkan oleh benturan pada kepala, misalnya karena terjatuh, pukulan, atau kecelakaan. Selain itu, trauma pada kepala juga bisa dipicu oleh goncangan serta hentakan keras pada kepala atau tubuh. Trauma akibat goncangan itu yang ditimbulkan tersebut lebih dikenal sebagai geger otak.

Gegar otak biasanya akan memengaruhi fungsi otak, tetapi jarang menyebabkan kerusakan permanen. Sebagian besar pengidap cedera ini tetap sadarkan diri, sehingga cenderung tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami gegar otak. Trauma kepala ringan membuat keseimbangan senyawa otak pada pengidap gegar otak akan mengalami perubahan dimana waktu pemulihan pada tiap pengidap cenderung berbeda-beda. Secara umum, dibutuhkan waktu beberapa minggu agar keseimbangan tersebut kembali normal.

Jika dibiarkan begitu saja, trauma kepala ringan berpotensi memicu berbagai komplilasi, seperti:

  • Sindrom pasca gegar otak, seperti sakit kepala, pusing, serta kesulitan untuk berpikir.

  • Epilepsi.

  • Sindrom cedera otak kedua. Komplikasi pembengkakan otak yang berkembang sangat cepat dan bersifat fatal biasanya terjadi pada cedera otak kedua. Cedera ini terjadi dalam waktu dekat setelah gegar otak pertama, di mana pengidap gegar otak belum sepenuhnya pulih.

  • Penumpukan efek akibat cedera otak. Penumpukan gangguan fungsi otak yang bersifat permanen pada pengidapnya jika cedera otak terjadi berulang kali

  • Vertigo dan sakit kepala. Komplikasi ini bisa dialami oleh pengidap selama satu minggu hingga beberapa bulan setelah mengalami cedera otak.

Baca juga: Benturan di Kepala Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran

 

Penyebab Trauma Kepala Ringan

Trauma kepala ringan umumnya disebabkan oleh benturan pada kepala, yang bisa terjadi karena terjatuh, pukulan, atau kecelakaan. Selain itu, goncangan dan juga hentakan keras pada kepala atau tubuh bisa memicu trauma yang lebih dikenal sebagai geger otak.

Baca juga: 5 Komplikasi yang Diakibatkan Trauma Kepala Ringan

 

Gejala Trauma Kepala Ringan

Umumnya trauma kepala ringan memiliki gejala-gejala ringan dengan durasi sebentar, berikut ini gejala yang dimaksud:

  • Mual atau muntah;

  • Pusing atau sakit kepala ringan;

  • Pandangan kabur;

  • Linglung;

  • Terlihat bengong;

  • Mudah marah atau kesal;

  • Perubahan pola tidur, misalnya susah tidur atau tidur lebih lama dari biasanya;

  • Telinga berdenging;

  • Merasa lemas atau lelah; dan

  • Mengalami gangguan keseimbangan tubuh.

Gejala ini dapat terjadi beberapa saat setelah pengidap mengalami cedera dan dapat terjadi setelah beberapa jam ataupun beberapa hari setelahnya. Pada anak yang mengalami gegar otak, gejalanya cenderung sama dengan orang dewasa, tetapi lebih sulit dideteksi, gejala pada anak-anak biasanya ditambah dengan:

  • Lebih cengeng dari biasanya atau bahkan terus menangis;

  • Perubahan sikap atau cara bermain, misalnya tidak tertarik dengan mainan kesukaannya;

  • Uring-uringan;

  • Sulit memusatkan perhatian;

  • Kehilangan keseimbangan, sehingga sulit berjalan; dan

  • Mudah lelah.

Periksakan diri ke dokter jika gejala bertambah parah atau tidak kunjung berkurang selama 24 jam setelah mengalami cedera kepala. Pemantauan secara seksama pada 24 jam pertama ini sangatlah penting, terutama jika mengalami kehilangan kesadaran selama lebih dari 30 detik, muntah berulang kali, sakit kepala yang makin parah, perdarahan dari telinga, lemas, lebam di belakang telinga, pandangan sangat kabur, linglung, kejang-kejang, uring-uringan, pelafalan yang tidak jelas, amnesia, atau kehilangan keseimbangan.

 

Pengobatan Trauma Kepala Ringan

Jika trauma kepala ringan terjadi, umumnya langkah pengobatan sederhana, seperti:

  • Beristirahat;

  • Hindari aktivitas fisik, seperti olahraga;

  • Menempel kompres dingin pada kepala untuk meringankan gejala dan rasa sakit;

  • Hindari konsumsi obat penghilang rasa sakit, kecuali atas anjuran dokter;

  • Jangan mengonsumsi minuman keras atau obat-obatan terlarang;

  • Batasi aktivitas yang menuntut penggunaan kemampuan berpikir dan konsentrasi;

  • Jangan mengemudi atau mengoperasikan alat berat sampai benar-benar pulih;

  • Hindari stimulasi berlebihan pada pengidap anak-anak atau membuat mereka terlalu bahagia;

  • Cegah pengidap anak-anak untuk melakukan permainan yang membutuhkan tenaga atau terjadi banyak kontak fisik;

  • Gunakan obat penurun demam jika dibutuhkan; dan

  • Jangan mengonsumsi obat pereda rasa nyeri peradangan.

Baca juga: Jika Terjadi 9 Gejala Ini Ketika Trauma Kepala Ringan, Segera Periksa ke Dokter

 

Pencegahan Trauma Kepala Ringan

Cara mencegah terjadinya trauma kepala ringan, yaitu:

  • Menggunakan helm ketika sedang mengendarai sepeda motor; dan

  • Menggunakan pelindung kepala ketika melakukan olahraga yang memiliki risiko kecelakaan. Seperti saat sedang bersepeda, olahraga bela diri, atau ketika sedang melakukan olahraga ekstrem.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala yang telah dipaparkan tadi. Penanganan yang tepat dan cepat dapat meminimalisir komplikasi yang mungkin terjadi. Pilih rumah sakit dan buat janji dengan dokter spesialis yang kamu inginkan melalui Halodoc.

Referensi:
Medicalnewstoday.com (2019). Head injury: Symptoms, concussion, and treatment
Diperbarui pada 21 November 2019