
DAFTAR ISI
- Apa Itu Urief?
- Manfaat Urief
- Dosis dan Aturan Pakai Urief
- Perhatian Penggunaan Urief
- Efek Samping Urief
- Interaksi Urief dengan Obat Lain
- Kontraindikasi Urief
- Kesimpulan
Apa Itu Urief?
Urief adalah obat yang mengandung bahan aktif silodosin 4 mg. Silodosin termasuk dalam golongan penghambat alfa (alpha-blockers), yakni obat yang bekerja dengan cara melemaskan otot-otot halus di area prostat dan kandung kemih.
Dengan cara kerja ini, tekanan pada saluran kemih bisa berkurang sehingga aliran urine menjadi lebih lancar.
Meski efektif dalam meredakan gejala BPH, penting dipahami bahwa Urief tidak menyusutkan ukuran kelenjar prostat dan bukan merupakan terapi penyembuhan permanen.
Oleh karena itu, penggunaannya sebaiknya tetap diawasi oleh dokter.
Manfaat Urief
Obat ini secara khusus ditujukan untuk pria dewasa yang mengalami gangguan berkemih akibat pembesaran prostat jinak. Berikut beberapa manfaat utama Urief:
- Membantu memperlancar aliran urine yang terhambat.
- Mengurangi frekuensi buang air kecil, terutama di malam hari (nocturia).
- Mengurangi rasa tidak tuntas setelah buang air kecil.
- Meringankan tekanan dan rasa nyeri akibat aliran urine yang terganggu.
Dengan pengobatan yang tepat, pasien bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman tanpa terganggu oleh gejala prostat yang mengganggu.
Ketahui lebih dalam tentang Infeksi Saluran Kemih (ISK) – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.
Dosis dan Aturan Pakai Urief
Dosis Urief sebaiknya ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi kesehatan pasien dan respons tubuh terhadap pengobatan. Dosis umum yang biasanya diberikan adalah:
- Dewasa: 1 tablet (4 mg), dua kali sehari.
Obat ini sebaiknya dikonsumsi bersama makanan untuk meminimalkan risiko efek samping seperti pusing. Telan tablet dengan air putih tanpa dikunyah atau dihancurkan.
Untuk mendapatkan hasil maksimal, konsumsilah obat ini di waktu yang sama setiap hari, misalnya setelah sarapan dan makan malam.
Jangan menghentikan penggunaan tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter, meskipun gejala sudah membaik.
Jika kamu lupa mengonsumsi satu dosis, segera minum saat ingat. Namun, jika waktu minum berikutnya sudah dekat, cukup lewati dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
Jika tidak membaik, berikut Ini Rekomendasi Dokter Urologi di Halodoc yang bisa dihubungi.
Perhatian Penggunaan Urief
Sebelum menggunakan Urief, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar penggunaannya aman:
- Beri tahu dokter jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap silodosin atau komponen lain dalam obat ini.
- Informasikan kondisi medis yang sedang atau pernah kamu alami, seperti gangguan liver, ginjal, tekanan darah rendah, penyakit jantung, atau kanker prostat.
- Urief tidak boleh digunakan oleh wanita, termasuk ibu hamil atau menyusui, karena formulanya khusus untuk pria.
- Hindari konsumsi alkohol selama menggunakan Urief, karena dapat memperburuk efek samping seperti pusing.
- Jika kamu sedang dalam pengobatan lain (termasuk suplemen atau herbal), pastikan dokter mengetahuinya untuk menghindari interaksi yang merugikan.
- Jangan langsung mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi Urief karena obat ini dapat menyebabkan rasa pusing atau penurunan kewaspadaan.
- Beritahukan kepada dokter mata jika kamu akan menjalani operasi katarak, karena penggunaan silodosin dapat menyebabkan komplikasi tertentu saat prosedur berlangsung.
Efek Samping Urief
Sebagaimana obat lainnya, Urief juga berpotensi menimbulkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi meliputi:
- Pusing ringan seperti akan pingsan
- Sakit kepala
- Pilek atau hidung tersumbat
- Gangguan tidur
- Sering haus atau mulut kering
- Diare
- Gangguan ejakulasi (misalnya air mani yang tidak keluar atau hanya sedikit)
Efek samping tersebut biasanya ringan dan bisa membaik seiring waktu. Namun, bila keluhan semakin parah atau mengganggu, segera hubungi dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Selain itu, ada juga efek samping serius yang perlu diwaspadai, seperti:
- Hipotensi ortostatik: penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat berdiri, ditandai dengan pusing berat, lemas, dan penglihatan kabur.
- Priapismus: ereksi yang berlangsung lebih dari 4 jam dan terasa nyeri.
Jika kamu mengalami tanda-tanda efek samping serius atau reaksi alergi berat (seperti sesak napas, ruam, atau bengkak di wajah/lidah), segera cari bantuan medis darurat.
Interaksi Urief dengan Obat Lain
Silodosin dalam Urief dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain, yang dapat memperkuat atau memperburuk efeknya. Beberapa interaksi yang perlu diwaspadai antara lain:
- Obat antijamur azole seperti itraconazole dan ketoconazole dapat meningkatkan kadar silodosin dalam darah, sehingga risiko efek samping bisa meningkat.
- Antibiotik tertentu seperti clarithromycin juga berpotensi meningkatkan risiko efek toksik dari silodosin.
- Obat untuk disfungsi ereksi seperti sildenafil atau vardenafil dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang berlebihan jika digunakan bersamaan dengan Urief.
- Obat penurun tekanan darah lainnya juga bisa memperbesar risiko hipotensi bila dikombinasikan dengan Urief.
Untuk mencegah efek interaksi yang tidak diinginkan, selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggabungkan Urief dengan obat, suplemen, atau herbal apa pun.
Kontraindikasi Urief
Urief tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi berikut:
- Alergi terhadap silodosin atau komponen lain dalam obat ini.
- Gangguan fungsi hati atau ginjal berat, karena metabolisme dan ekskresi silodosin terganggu.
- Tekanan darah sangat rendah (hipotensi berat), karena Urief dapat semakin menurunkan tekanan darah.
- Wanita dan anak-anak, karena obat ini diformulasikan khusus untuk pria dewasa dengan gangguan prostat jinak.
Selain itu, Urief harus digunakan dengan hati-hati pada pasien lanjut usia dan mereka yang sedang menjalani operasi katarak, karena bisa meningkatkan risiko komplikasi bedah mata.
Simak juga informasi lain mengenai BPH Benign Prostatic Hyperplasia – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.
Kesimpulan
Urief adalah obat resep yang efektif untuk membantu meredakan gejala benign prostatic hyperplasia (BPH) pada pria dewasa.
Dengan kandungan silodosin, Urief bekerja mengendurkan otot-otot di sekitar prostat dan kandung kemih, sehingga memudahkan aliran urine dan mengurangi rasa tidak nyaman saat buang air kecil.
Meski begitu, penggunaannya tetap harus mengikuti anjuran dokter karena Urief memiliki potensi efek samping, interaksi obat, serta kontraindikasi yang perlu diperhatikan.
Jika kamu mengalami keluhan khas pembesaran prostat, seperti sulit berkemih atau sering ke kamar mandi di malam hari, jangan ragu untuk menghubungi dokter spesialis urologi di Halodoc.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:




