USG 4D

ARTIKEL TERKAIT

Apa Itu USG 4D?

USG 4D adalah perkembangan dari pemeriksaan USG yang sudah lebih dulu dilakukan. USG 4D memiliki manfaat yang sama dengan USG 2D dan 3D, yaitu memeriksa kondisi dan perkembangan janin dalam kandungan. Hasil pemeriksaan USG 4D lebih detail karena menghasilkan gambar bergerak dibanding USG 2D dan 3D yang menghasilkan gambar diam.

Kenapa Harus Melakukan USG 4D?

USG 4D lebih dianjurkan pada wanita hamil berisiko tinggi, yakni wanita yang hamil di usia lebih dari 35 tahun, memiliki riwayat kelainan bawaan lahir, mengidap diabetes, dan ditemukan masalah kehamilan saat pemeriksaan USG 2D atau 3D. Namun karena keunggulannya, banyak wanita hamil yang menginginkan pemeriksaan USG 4D meski tanpa masalah kehamilan. Apa saja keunggulannya?

1. Melihat Pergerakan Janin

Studi menyebutkan USG 4D bisa memberikan gambaran embrio janin dua minggu lebih cepat dibandingkan USG 2D dan 3D. Pergerakan janin yang bisa dilihat sejak usia 7 minggu kehamilan (trimester pertama) adalah pergerakan kepala, tangan, kaki dan jari-jari.

Sementara pergerakan lain, seperti pergerakan mulut (membuka, menutup, menyedot, menguap dan menelan), pergerakan tubuh secara menyeluruh, pergerakan kepala, dan pergerakan tangan menyentuh bagian tubuh bayi yang lain. Pergerakan mata bayi bisa dilihat sejak usia kandungan 18 minggu dan menjelang akhir trimester kedua, wajah bayi dan ekspresinya bisa terlihat jelas.

2. Deteksi Kelainan Janin Lebih Akurat

USG 2D dan 3D bisa mendeteksi kelainan janin, tapi tidak seakurat hasil temuan USG 4D. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mengonfirmasi temuan kelainan janin pada pemeriksaan USG 2D maupun 3D. Sebab pada pemeriksaan USG 4D, dokter bisa mendeteksi kelainan bawaan lahir lebih detail, seperti kelainan jantung bawaan, cacat pada celah mulut atau langit-langit, jumlah jari tangan dan kaki yang berlebih, kelainan bentuk telinga, kelainan bentuk tulang belakang, dan kelainan bentuk rahang (mikrognatia).

Bagaimana Prosedur Pemeriksaan USG 4D?

Pemeriksaan USG 4D sama dengan prosedur pemeriksaan USG lainnya. Wanita hamil akan dibaringkan di meja pemeriksaan, lalu dokter kandungan mengoleskan gel di perut dan menempelkan transduser. Alat tersebut akan digeser-geser selama pemeriksaan untuk mendapatkan visualisasi janin yang optimal. Hasil pemeriksaan berupa gambar bergerak yang bisa dilihat di layar monitor. Dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan sambil mengamati pergerakan janin.

Kapan USG 4D Dilakukan?

Pemeriksaan USG tidak bisa dilakukan pada kehamilan yang terlalu muda. Para ahli menyarankan pemeriksaan USG dilakukan saat usia kehamilan mencapai 26 minggu karena sebelum usia ini, lapisan lemak di bawah kulit janin masih tipis sehingga hasil pemeriksaan tidak bisa optimal. Meskipun bisa dilakukan dengan atau tanpa keluhan, USG 4D lebih dianjurkan pada wanita hamil yang berisiko tinggi mengalami masalah kehamilan.

USG tidak boleh dilakukan terlalu sering karena paparan radiasi yang dihasilkan bisa berdampak negatif pada tumbuh kembang janin. Idealnya, pemeriksaan USG dilakukan sebanyak tiga kali pada tiap trimester. Jika dokter mencurigai ada masalah kehamilan tertentu, pemeriksaan USG lanjutan mungkin dilakukan pada usia kehamilan selanjutnya.

Di mana USG 4D Dilakukan?

USG 4D bisa dilakukan di klinik atau rumah sakit. Dokter akan menyarankan pemeriksaan USG 2D atau 3D terlebih dahulu pada trimester awal kehamilan.

Jika ditemukan masalah kehamilan, pemeriksaan USG 4D diperlukan untuk konfirmasi hasil temuan tersebut. Namun, wanita hamil bisa melakukan pemeriksaan  USG 4D tanpa indikasi masalah kehamilan.

Kapan Harus ke Dokter?

USG 4D dapat dilakukan pada waktu-waktu yang telah dipaparkan tadi, atau ketika mengalami masalah kesehatan selama kehamilan. Pilih rumah sakit dan buat janji dengan dokter kandungan untuk melakukan USG 4D di sini.