• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Vaksin Kucing
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Vaksin Kucing

Vaksin Kucing

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Vaksin KucingVaksin Kucing

Pengertian Vaksin Kucing

Vaksin kucing dapat melindungi hewan ini dari berbagai penyakit yang disebabkan virus atau bakteri. Dokter hewan dapat membantu pemilik hewan peliharaan terkait vaksinasi kucing mana yang terbaik dan seberapa sering kucing harus divaksin. Biasanya tergantung pada usia mereka, kesehatan secara keseluruhan, dan gaya hidup. Dokter hewan juga akan memikirkan berapa lama vaksinasi harus bertahan dan seberapa besar kemungkinan kucing terkena penyakit tertentu. 

Tujuan Vaksin Kucing

Selayaknya vaksinasi pada manusia atau imunisasi, vaksinasi pada kucing bertujuan untuk membantu mempersiapkan sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian, tubuh kucing dapat memberikan perlindungan ketika terinfeksi virus ataupun bakteri tertentu. 

Vaksin kucing mengandung antigen yang terlihat seperti organisme penyakit tersebut. Namun, penyuntikannya tidak akan menyebabkan penyakit, karena hanya mengenalkan penyakit tersebut untuk memicu pertumbuhan antibodi.  Ketika penyakit yang sesungguhnya menyerang, sistem kekebalan tubuh kucing sudah mengenali penyakit tersebut dan bisa melawannya.

Manfaat Vaksin Kucing

Secara umum, manfaat utama vaksinasi kucing adalah melindungi hewan tersebut dari berbagai penyakit. Baik yang disebabkan oleh infeksi bakteri, maupun infeksi virus. Namun, tak hanya itu, vaksin kucing juga bermanfaat dalam memperkuat sistem imun hewan tersebut. 

Sebagai contoh, salah satu vaksin yang diberikan untuk kucing adalah vaksin untuk mencegah infeksi feline panleukopenia atau feline parvovirus (FPV). Perlu diketahui bahwa infeksi tersebut merupakan penyakit yang sangat menular dengan tingkat kematian yang tinggi pada anak kucing.

Penyakit ini biasanya dimulai dengan penurunan energi dan nafsu makan rendah, berkembang menjadi muntah dan diare. Virus ini juga membunuh sel darah putih, membuat kucing muda lebih rentan terhadap infeksi sekunder.

Melalui pemberian vaksin, kucing akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih tinggi terhadap infeksi FPV. Alhasil, risiko penularannya akan rendah, jika kucing terinfeksi virus tersebut pun, gejalanya diharapkan tidak terlalu parah. 

Kapan Harus Melakukan Vaksin Kucing?

Secara umum, kucing perlu mendapatkan vaksinasi sedari dini, yaitu ketika masih kitten atau anak kucing. Anak kucing harus mulai mendapatkan vaksinasi ketika mereka berusia enam sampai delapan minggu sampai mereka berusia sekitar 16 minggu. 

Kemudian, kucing juga perlu mendapatkan vaksinasi booster (tambahan) setahun kemudian, yang dilakukan secara berurutan setiap tiga hingga empat minggu. Sementara itu, kucing dewasa membutuhkan suntikan lebih jarang.  Biasanya kucing dewasa perlu divaksin setiap tahun atau setiap 3 tahun, tergantung pada berapa lama vaksin dirancang untuk bertahan.

Prosedur Vaksin Kucing

Prosedur vaksinasi kucing biasanya diberikan melalui suntikan di bawah kulit. Kendati demikian, vaksin juga terkadang dapat diberikan sebagai tetes ke mata atau hidung. Prosedur vaksinasi kucing biasanya hanya memakan waktu singkat. Perlu diketahui bahwa semua vaksin yang akan disuntikan harus menjalani pengujian keamanan dan kemanjuran yang ketat, sebelum dilisensikan untuk digunakan pada kucing oleh pihak berwenang. Bila digunakan dengan tepat dan sesuai anjuran, vaksin aman dan memberikan perlindungan penting bagi kucing terhadap sejumlah penyakit.

Tempat Melakukan Vaksin Kucing

Secara umum, tempat melakukan vaksinasi kucing dapat dilakukan pada klinik dokter hewan atau rumah sakit hewan. Selain itu, petshop juga biasanya menyediakan pelayanan vaksinasi kucing. Melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan memang penting. Namun, hal yang tak kalah pentingnya adalah dengan rutin memeriksakan kondisi kesehatan hewan peliharaanmu. Khususnya jika secara tiba-tiba hewan peliharaan terlihat lesu dan tidak mau makan. 

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji medis untuk memeriksakan peliharaanmu dengan dokter hewan pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2022. What to Know About Cat Vaccinations. 
PetMD. Diakses pada 2022. Cat Vaccinations. 
Cornell University College of Veterinary Medicine. Diakses pada 2022. Feline Vaccines: Benefits and Risks. 
International Cat Care. Diakses pada 2022. Vaccinating your cat.