
DAFTAR ISI
- Apa Itu Vaksin HPV Nonavalen?
- Manfaat Vaksin HPV Nonavalen
- Cara Kerja Vaksin HPV Nonavalen
- Harga Vaksinasi HPV Nonavalen
- Dosis Vaksinasi HPV Nonavalen
- Siapa yang Bisa Mendapatkan Vaksinasi HPV?
- Efek Samping Vaksinasi HPV Nonavalen
- Prosedur Vaksinasi HPV Nonavalen
- Vaksinasi HPV Nonavalen Bisa di Rumah Pakai Halodoc
Apa Itu Vaksin HPV Nonavalen?
Vaksin HPV Nonavalen adalah vaksin yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap 9 jenis Human Papillomavirus (HPV) yang berbeda. HPV merupakan virus yang dapat menyebabkan berbagai kondisi, termasuk sejumlah jenis kanker.
Berbeda dengan vaksin HPV lainnya yang melindungi dua hingga empat jenis HPV, vaksin HPV Nonavalen memberikan perlindungan yang lebih luas dengan meliputi 9 jenis HPV yang paling umum menyebabkan masalah kesehatan pada manusia.
Meskipun tidak sepenuhnya melindungi dari penyakit akibat HPV, vaksin ini dapat menjadi tindakan preventif pencegahan penyakit akibat HPV.
Manfaat Vaksin HPV Nonavalen
Vaksin HPV Nonavalen melindungi terhadap infeksi HPV tipe 6 dan 11 risiko rendah, yang menyebabkan sebagian besar kutil kelamin. Vaksin ini juga melindungi tubuh dari infeksi HPV tipe 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58 risiko tinggi, yang menyebabkan beberapa jenis kutil kelamin. prakanker dan kanker.
Secara umum, vaksin ini dapat membantu mengurangi resiko terkena penyakit berikut ini:
- Kanker dubur.
- Kanker serviks.
- Kanker kepala dan leher, termasuk kanker orofaring.
- Kanker vagina.
- Kanker vulva.
- Lesi yang terkadang menyebabkan kanker dubur, serviks, vagina, atau vulva.
- Kutil kelamin.
Cara Kerja Vaksin HPV Nonavalen
Cara kerja vaksin HPV Nonavalen mirip dengan vaksinasi lainnya, yaitu merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan Human Papillomavirus (HPV).
Vaksin HPV merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi yang jika terpapar HPV di masa mendatang, akan mengenali dan melawan virus tersebut sebelum dapat menyebabkan infeksi.
Vaksin HPV saat ini berbasis pada Virus Like Particle (VLP) yang terbentuk dari komponen permukaan HPV. Meskipun VLP tidak mengandung DNA virus, antibodi yang dihasilkan tubuh terhadap VLP memiliki kemiripan yang tinggi dengan virus asli, sehingga mampu melawan virus alami.
VLP diketahui memiliki sifat imunogenik yang kuat dan mampu merangsang produksi antibodi dalam jumlah besar di dalam tubuh. Maka dari itu, vaksin ini sangat efektif dalam memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV.
Harga Vaksinasi HPV Nonavalen
Harga vaksinasi HPV Nonavalen dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan penyedia layanan kesehatan.
Biasanya, vaksinasi ini sedikit lebih mahal karena memberikan perlindungan terhadap lebih banyak jenis HPV dibandingkan vaksinasi HPV lainnya.
Kisaran harga untuk satu suntikan berkisar sekitar Rp 2 juta-an, atau sekitar Rp 6 juta Rp 7 juta-an rupiah untuk tiga dosis suntikan.
Meskipun harganya mungkin lebih tinggi, manfaat perlindungan jangka panjang yang diberikan oleh vaksin ini sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Dosis Vaksinasi HPV Nonavalen
Untuk usia 9 sampai 14 tahun, Vaksin HPV Nonavalen dapat diberikan dalam jadwal 2 dosis atau 3 dosis. Untuk jadwal 2 dosis, suntikan kedua harus diberikan 6–12 bulan setelah suntikan pertama.
Jika suntikan kedua diberikan kurang dari 5 bulan setelah suntikan pertama, suntikan ketiga harus diberikan setidaknya 4 bulan setelah suntikan kedua.
Sedangkan untuk jadwal 3 dosis, suntikan kedua diberikan 2 bulan setelah suntikan pertama, diikuti oleh suntikan ketiga yang diberikan 6 bulan setelah suntikan pertama.
Sementara itu, untuk orang berusia 15 hingga 45 tahun, Vaksin HPV Nonavalen disarankan untuk diberikan dalam jadwal 3 dosis. Suntikan kedua sebaiknya diberikan 2 bulan setelah suntikan pertama, dan suntikan ketiga diberikan 6 bulan setelah suntikan pertama.
Siapa yang Bisa Mendapatkan Vaksin HPV?
Vaksin HPV Nonavalen direkomendasikan untuk individu usia 9 hingga 45 tahun, dengan kelompok sasaran utama adalah remaja perempuan berusia 9-14 tahun. Namun, ada beberapa kondisi di mana seseorang sebaiknya tidak menerima vaksin ini.
Individu yang memiliki reaksi alergi terhadap bahan-bahan dalam vaksin HPV Nonavalen, terutama yang sangat alergi terhadap ragi, sebaiknya tidak menerima vaksin HPV.
Untuk wanita yang sedang hamil, vaksin HPV Nonavalen juga tidak disarankan. Namun, vaksinasi tetap dapat dilakukan pada ibu menyusui.
Orang dengan penyakit ringan, seperti pilek, umumnya dapat menerima vaksinasi. Namun, mereka yang sedang sakit sedang atau berat sebaiknya menunggu sampai sembuh sebelum mendapatkan vaksin HPV.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa vaksin dapat bekerja dengan optimal, dan tidak menimbulkan komplikasi tambahan pada kondisi kesehatan yang sedang dialami.
Efek Samping Vaksinasi HPV Nonavalen
Pemberian vaksinasi HPV Nonavalen dapat menimbulkan beberapa efek samping. Salah satunya adalah pingsan, yang bisa terjadi setelah menerima vaksinasi.
Pada beberapa kasus, orang yang pingsan mungkin jatuh dan mengalami cedera. Setelah divaksinasi, kamu sebaiknya duduk atau berbaring selama 15 menit untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Beberapa orang yang pingsan juga mungkin mengalami gemetar atau kekakuan otot.
Selain pingsan, efek samping lain yang mungkin terjadi termasuk nyeri, bengkak, kemerahan, gatal, memar, pendarahan, atau benjolan di tempat suntikan.
Beberapa orang juga bisa mengalami sakit kepala, demam, mual, atau pusing setelah vaksinasi. Penting untuk dicatat bahwa efek samping ini biasanya bersifat ringan dan sementara.
Prosedur Vaksinasi HPV Nonavalen
Untuk mendapatkan vaksin HPV nonavalen, kamu bisa mengunjungi rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat.
Prosedur vaksinasi biasanya melibatkan pemberian vaksin HPV melalui suntikan ke lengan. Suntikan ini diberikan oleh petugas kesehatan, biasanya di daerah deltoid lengan atas atau di daerah anterolateral atas paha.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan petugas kesehatan untuk informasi lebih lanjut mengenai prosedur dan lokasi pemberian vaksin.
Selain mengunjungi klinik kesehatan terdekat, kamu juga bisa menggunakan layanan Halodoc Homecare untuk mendapatkan vaksinasi HPV Nonavalen dari rumah.
Vaksinasi HPV Nonavalen Bisa di Rumah Pakai Halodoc
Berikut beberapa keunggulan melakukan imunisasi anak dan vaksin dewasa lewat layanan Halodoc Homecare:
- Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter. Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Halodoc Homecare.
- Setelah vaksin diberikan, petugas medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
- Protokol kesehatan ketat.
- Partner resmi produsen vaksin internasional, sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
- Hemat waktu dan biaya.
- Tanpa biaya tambahan.
- Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.

Booking Vaksinasi HPV Nonavalen Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Cara pesan layanan Halodoc Homecare dari website:
- Buka halaman https://www.halodoc.com/homecare
- Pilih jenis layanan yang kamu ingin pesan, atau
- Cari jenis layanan yang kamu ingin pesan dalam kotak pencarian yang tersedia, misalnya: vaksin DBD
- Klik tombol “Tanya Admin” berlogo WhatsApp untuk terhubung dengan admin resmi Halodoc Homecare yang siap melayani pesananmu.
Yuk, segera pesan layanan Halodoc Homecare di Halodoc!
Referensi:
MedlinePlus. Diakses 2024. Human Papillomavirus (HPV) Vaccine.
Gardasil 9. Diakses 2024. What is GARDASIL9 (Human Papillomavirus 9-valent Vaccine, Recombinant)?
World Health Organization (WHO). Diakses 2024. Human papillomavirus vaccines (HPV).
National Cancer Institute. Diakses 2024. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines.
FAQ
1. Kenapa Vaksin HPV Kuadrivalen (4-valen) seolah mulai digantikan?
Sebenarnya bukan “tidak disarankan,” namun saat ini dunia medis lebih merekomendasikan Vaksin Nonavalen (9-valen) karena cakupan perlindungannya yang jauh lebih luas.
- Perlindungan Lebih Luas: Jika vaksin Kuadrivalen hanya menangkal 4 tipe virus HPV, vaksin Nonavalen mampu menangkal 9 tipe virus sekaligus.
- Relevansi di Indonesia: Di Indonesia, prevalensi virus HPV tipe 52 dan 58 tergolong sangat tinggi dan menjadi penyebab signifikan kanker serviks. Kedua tipe ini hanya bisa dicegah oleh vaksin Nonavalen, bukan Kuadrivalen.
Jadi, beralih ke Nonavalen adalah langkah optimasi proteksi agar tubuh terlindungi dari lebih banyak varian virus risiko tinggi.
2. Bagaimana jika saya terlambat melakukan dosis kedua atau ketiga?
Ketepatan waktu sangat penting untuk membentuk antibodi yang maksimal. Berikut adalah aturannya:
- Batas Toleransi: Keterlambatan dosis lanjutan (booster) sebaiknya tidak lebih dari 3 bulan dari jadwal yang seharusnya.
- Risiko Jika Terlalu Lama: Jika keterlambatan melebihi batas tersebut, efektivitas vaksin dalam memicu respons imun jangka panjang dikhawatirkan tidak optimal.
Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Dalam banyak kasus, jika sudah lewat terlalu lama, dokter mungkin akan menyarankan untuk mengulang rangkaian vaksin dari dosis pertama agar proteksinya terjamin.
2. Bolehkah Ibu Hamil menerima vaksin HPV?
Jawabannya adalah tidak boleh. Meskipun belum ada bukti kuat bahwa vaksin ini berbahaya bagi janin, secara prosedur medis, vaksinasi HPV harus ditunda hingga masa kehamilan selesai.
- Jika sedang dalam rangkaian vaksin: Apabila kamu baru mendapatkan dosis pertama lalu dinyatakan hamil, segera hentikan jadwal dosis berikutnya.
- Setelah melahirkan: Kamu harus mengulang jadwal vaksinasi dari awal (dosis pertama) setelah persalinan untuk memastikan sistem imun merespons vaksin dengan benar.
3. Bolehkah ibu menyusui menerima vaksin HPV?
Boleh dan aman. Pemberian vaksin HPV tidak memengaruhi kualitas ASI maupun kesehatan bayi yang sedang menyusu.
Jadi, bagi para ibu yang ingin melengkapi proteksi diri pasca melahirkan, masa menyusui adalah waktu yang tepat untuk memulai atau melanjutkan vaksinasi.



