20 July 2018

Kesemutan Bisa Jadi Tanda 3 Penyakit Langka Ini

kesemutan, tanda kesemutan, penyebab kesemutan,kesemutan tanda penyakit

Halodoc, Jakarta - Kesemutan seringkali dianggap sebagai hal biasa yang hampir semua orang pernah alami. Ketika bagian tubuh terasa kesemutan, kita cenderung menganggap ini sebagai masalah kesehatan berarti. Ini karena memang umumnya kesemutan bisa hilang dalam hitungan detik.

Namun, tahukah kamu mengalami kesemutan, artinya saraf-saraf di bagian tubuh yang terasa kesemutan sedang “mati”? Itu sebabnya sensasi yang terasa saat kesemutan disebut “mati rasa”. Selain itu, bagian tubuh juga bisa terasa kaku, lemah, geli, dingin, dan seperti tertusuk-tusuk jarum.

Baca juga: Sering Kesemutan, Tanda Masalah Kesehatan

Kesemutan, atau parestesia dalam istilah medis, terjadi karena saraf mendapat tekanan, atau akibat peredaran darah pada saraf yang tidak lancar. Parestesia bisa bersifat sementara maupun kronis. Parestesia temporer jenis kesemutan yang biasa terasa ketika terlalu lama duduk sila atau berdiri dengan satu kaki sebagai tumpuan. Gejalanya bisa berangsur menghilang ketika kamu mengganti posisi dan bagian tubuh yang kesemutan tak lagi mendapat tekanan.

Sementara itu, parestesia kronis biasanya merupakan akibat dari trauma saraf atau disebabkan oleh penyakit kronis yang menyerang jaringan saraf. Kekurangan vitamin tertentu juga bisa menyebabkan kesemutan kronis. Untuk menghilangkan gejala kesemutan sepenuhnya, perlu diagnosis mendalam dan pengobatan penuh terhadap penyakit yang menyebabkannya. Ada 3 penyakit langka yang serangannya ditandai dengan kesemutan.

1. Guillain Barre Syndrome

Guillain-Barre syndrome (GBS) adalah penyakit langka yang terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang saraf-saraf tubuh. Kesemutan menjadi gejala awal dari penyakit langka ini. Kesemutan berawal dari tangan atau kaki, dan menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lain, hingga pada akhirnya menyebabkan kelumpuhan di seluruh tubuh. Hingga saat ini, penyebab GBS belum diketahui secara pasti. Tapi ada virus tertentu yang bisa memicu GBS, seperti virus dari unggas, virus Zikka, dan virus Epstein-Barr.

Pada serangan yang ekstrem, GBS bisa menyebar dengan sangat cepat dan menyebabkan kelumpuhan dalam beberapa jam saja. Jika kesemutan yang dirasakan tidak segera menghilang dan malah menyebar ke tubuh lain, pengidap harus segera dibawa ke rumah sakit untung mendapat penanganan segera.

Selain kesemutan, gejala lain yang muncul saat serangan GBS adalah:

  • Kaki terasa lemah dan tidak bertenaga, dan sensasi ini menyebar ke atas.
  • Pijakan kaki lemah dan tidak kuat berjalan atau naik tangga.
  • Gerakan di otot-otot wajah terhambat, seperti sulit menggerakkan mata, sulit bicara, atau mengunyah.
  • Nyeri otot yang terasa seperti kram, dan kondisi ini makin parah saat malam hari.
  • Kesulitan menahan keinginan berkemih
  • Penurunan fungsi pencernaan
  • Jantung berdegup kencang
  • Tekanan darah menurun atau memuncak drastis
  • Kesulitan bernapas

2. Carpal Tunnel Syndrome

Jika kamu merasakan kesemutan yang tak kunjung hilang di tangan, cobalah untuk meminta dokter untuk mengetes gejala carpal tunnel syndrome. Kelainan ini disebabkan oleh tekanan pada saraf median yang terdapat di tangan hingga pergelangan tangan. Sindrom ini muncul akibat gerakan repetitif pada tangan, seperti mengetik. Risikonya meningkat ketika kamu mengetik dengan posisi jari tangan lebih rendah dari pergelangan tangan.

Selain kesemutan, gejala lain dari carpal tunnel syndrome, antara lain jari mati rasa saat malam hari, terutama ketika tidur. Kemudian saat bangun di pagi hari, rasa kesemutan bisa menjalar hingga ke lengan atas dan bahu.

Baca juga: 4 Gejala Carpal Tunnel Syndrome

3. Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis (MS) terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang mielin, yaitu jaringan yang melapisi saraf. Akibatnya, komunikasi antara otak dan saraf tubuh terganggu. Lama-kelamaan saraf akan rusak.

Kesemutan adalah salah satu gejala MS. Segera hubungi dokter jika kamu merasa kesemutan disertai dengan gangguan penglihatan, sensasi setruman di leher, tremor, kelelahan, kesulitan bicara, dan gangguan berkemih.

Baca juga: Apa Saja Penyebab Tangan dan Kaki Kesemutan? Ini Penyebabnya!

Jika kesemutan yang kamu rasakan tak kunjung hilang, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui penyebabnya. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tentang keluhan yang kamu alami, tanpa perlu ke luar rumah. Kamu juga bisa membeli obat dan vitamin lewat Halodoc, lho! Pesanan kamu akan dikirim ke tujuan dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!