22 March 2018

Kesepian Bisa Menurunkan Kesehatan, Kok Bisa?

Kesepian Bisa Menurunkan Kesehatan, Kok Bisa?

Halodoc, Jakarta – Apa kamu pernah merasa kesepian? Jika tidak, resapilah artinya: “keadaan sepi; kesunyian; kelengangan, perasaan sunyi (tidak berteman dan sebagainya)” Wah, rasanya seperti kurang menyenangkan, bukan? Selain itu, dampak kesepian juga enggak bagus bagi kesehatan fisik dan mental.

Entah kesepian itu karena kehilangan kekasih, pasangan hidup, orang yang dicintai, pekerjaan, atau hal lainnya, yang namanya kesepian merupakan keadaan yang sangat tidak mengenakan. Nah, menurut studi dari profesor psikologi pada University of Rochester, ternyata orang yang paling kesepian adalah remaja, sebab mereka belum menemukan identias diri mereka. Kata ahli, dunia mereka belum berstruktur dan mereka belum menemukan tempat yang cocok di dalamnya.

Menurut para ahli, kesepian sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

  1. Kesepian karena Keadaan

Kesepian karena keadaan bisa terjadi jika kamu tiba-tiba pergi ke tempat baru atau kehilangan orang yang dicintai. Kamu akan terus merasakannya sampai kamu menemukan teman baru atau mendapatkan kekasih pengganti. Nah, kesepian seperti ini pada usia setengah baya, biasanya terjadi bila berubah pekerjaan, entah karena dipecat, dipromosikan, atau pensiun.

  1. Kesepian karena Watak

Kesepian seperti ini bisa terjadi karena mungkin pernah kehilangan orangtua di masa kanak-kanak, bisa karena meninggal atau bercerai. Akibatnya, individu tersebut gagal mengembangkan kemampuan bersosialisasi atau kurang menghargai diri sendiri. Menurut ahli, hal di atas bisa membuat orang yang bersangkutan mudah terluka atau merasa ditolak.

Seperti Merokok 15 Batang/Hari

Banyak orang terkadang menganggap rasa kesepian akan menghilang seiring bergulirnya waktu. Namun, menurut studi rasa dampak kesepian ini bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan. Bahkan, dampaknya setara dengan mengidap penyakit kronis, misalnya, tekanan darah tinggi atau diabetes.

Enggak cuma itu, menurut ahli dari AS dalam organisasi Campaign to End Loneliness, dampak kesepian sangat menghancurkan, sama buruknya dengan merokok 15 batang per hari. Bikin resahnya lagi, kesepian kronis bisa memperpedek usia. Menurut studi dari Royal College of General Practitioners (RCGP), orang yang kesepian berisiko meninggal lebih cepat hingga 50 persen dibanding dengan orang yang memiliki kehidupan sosial yang baik.

Alasan kesepian memengaruhi kesehatan bisa terlihat dengan jelas. Sebab isolasi sosial atau kesepian menimbulkan kondisi menyedihkan dan rasa ketidakbahagiaan yang mendalam. Nah, hal tersebutlah yang bisa memengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang.

Memicu Masalah Kesehatan Lain

Berikut dampak kesepian yang mungkin menimbulkan masalah kesehatan menurut ahli dari University of Pittsburgh Medical Center, AS:

  1. Sistem Imun Menurun

Penelitian dari  Ohio State University mengatakan, orang yang kesepiaan cenderung memiliki sistem imun yang lebih lemah. Kata ahli, mereka lebih rentan mengalami peradangan yang terkait penyakit kronis seperti arthritis, jantung, dan diabetes tipe 2.

  1. Depresi

Yang ini enggak perlu heran lagi. Perasaan sepi bisa membuat seseorang merasa pedih hati. Selain itu, kata ahli kesepian bisa meningkatkan hormon kortisol (hormon stres) dan menimbulkan masalah. Nah, jika kondisi itu semakin berlarut-larut, amat memungkinkan timbulnya depresi dalam diri seseorang.

  1. Penyakit Jantung

Berdasarkan riset dari Harvard University (2012), kesepian juga bisa memicu penyakit jantung. Kata ahli dalam riset tersebut, orang dewasa yang hidup sendirian dan merasa kesepian, bisa memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung sebanyak 24 persen.

  1. Memperpendek Usia

Dampak terparah dari kesepian kronis, efeknya bisa mempercepat kematian. Menurut berbagai riset, orang-orang yang sendirian dan merasa kesepian memiliki peningkatan risiko kematian dini hingga 30 persen.

Punya masalah kesehatan dan ingin bertanya pada ahlinya? Kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah ini. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.