Ketahui 13 Gejala Umum Peradangan Amandel

Ketahui 13 Gejala Umum Peradangan Amandel

Halodoc, Jakarta - Peradangan amandel merupakan kondisi ketika amandel atau tonsil mengalami radang atau infeksi. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah tonsilitis atau tonsilofaringitis, dan sering dialami oleh anak-anak. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa amandel atau tonsil merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di tenggorokan. Kelenjar ini memiliki fungsi sebagai pencegah infeksi, terutama pada anak-anak.

Namun, seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh anak akan semakin kuat, sehingga lambat laun peran tonsil pun sudah tidak dibutuhkan lagi dan akan berangsur menyusut. Kembali ke peradangan amandel, kondisi ini umumnya disebabkan oleh adanya infeksi bakteri atau pun virus. Pengidap peradangan amandel biasanya akan mengalami berbagai gejala yang tidak terlalu serius, tetapi cukup mengganggu.

Gejala-gejala yang terjadi umumnya adalah sebagai berikut:

  1. Radang tenggorokan.

  2. Kesulitan atau sakit saat menelan.

  3. Suara yang serak.

  4. Batuk.

  5. Napas bau.

  6. Kehilangan nafsu makan.

  7. Sakit kepala.

  8. Leher kaku.

  9. Nyeri pada rahang dan leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

  10. Amandel yang tampak berwarna merah dan bengkak.

  11. Amandel yang memiliki bercak putih atau kuning.

  12. Kesulitan membuka mulut.

  13. Mudah lelah.

Pengobatan Peradangan Amandel yang Dapat Dilakukan

Dalam mendiagnosis peradangan amandel, dokter akan memulai dengan pemeriksaan tenggorokan, sekaligus mengajukan pertanyaan perihal gejala-gejala yang dirasakan. Jika peradangan disebabkan oleh infeksi bakteri, biasanya gejala dapat berupa pembengkakan kelenjar getah bening di bagian tenggorokan, munculnya bintik-bintik nanah di sekitar amandel, dan/atau demam.

Sementara itu, jika peradangan amandel disebabkan oleh infeksi virus, gejala-gejala yang muncul dinilai lebih ringan dari infeksi bakteri, dan sering disertai gejala batuk dan pilek. Tes lebih lanjut  di laboratorium, seperti tes darah, biasanya diperlukan dokter untuk memastikan apakah pengidap juga mengalami kondisi lain, seperti demam kelenjar.

Sebagian besar kasus peradangan amandel biasanya akan sembuh dalam waktu satu minggu, dan jarang sekali berlanjut menjadi kondisi yang serius. Tidak ada obat khusus untuk menangani peradangan amandel. Obat biasanya diberikan untuk meringankan gejala, misalnya ibuprofen atau parasetamol sebagai pereda rasa sakit.

Langkah lain yang dapat dilakukan di rumah untuk memulihkan gejala ketika peradangan amandel terjadi adalah sebagai berikut:

  • Minum banyak air putih.

  • Istirahat yang cukup.

  • Berkumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari.

  • Mengonsumsi pelega tenggorokan (lozenges).

  • Gunakan humidifier untuk melembabkan udara di ruangan.

  • Hindari tempat-tempat yang banyak asap, debu, dan polusi.

Namun, jika peradangan amandel yang terjadi cukup parah, dokter biasanya akan melakukan tindakan medis seperti:

1. Pemberian Antibiotik

Diberikan apabila infeksi bakteri merupakan penyebab tonsilitis. Gejala akan membaik dalam beberapa hari penggunaan antibiotik. Penting untuk menghabiskan dosis untuk mencegah kambuhnya kondisi atau resistensi antibiotik.

2. Operasi

Operasi pengangkatan amandel dilakukan untuk mengangkat amandel yang terinfeksi apabila kondisi kronis, berulang, dan tidak merespon terhadap perawatan serta menyebabkan komplikasi.

Itulah sedikit penjelasan tentang peradangan amandel, gejala dan langkah pengobatan yang dapat dilakukan. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: