Ketahui 5 Komplikasi dari Penyakit Demam Rematik

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ketahui 5 Komplikasi dari Penyakit Demam Rematik

Halodoc, Jakarta - Pernah merasa sendi terasa kaku, panas, merah, atau bahkan bengkak? Jika mengalaminya, mungkin saja dirimu mengidap penyakit rematik. Tak asing dengan penyakit ini bukan? 

Rematik membuat mengidapnya mengalami sakit akibat otot atau persendian akibat peradangan dan pembengkakan. Rematik sendiri terdiri dari berbagai jenis, salah satunya demam rematik. Bagaimana dengan yang satu ini, masih asing terdengar?

Demam rematik merupakan peradangan akibat komplikasi dari radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus. Pertanyaannya, apa jadinya bila demam rematik dibiarkan berlarut-larut? 

Baca juga: Faktor Lingkungan Juga Dapat Sebabkan Demam Rematik

Memicu Berbagai Komplikasi 

Peradangan yang disebabkan oleh demam rematik bisa berlangsung dalam beberapa minggu hingga bulan. Nah, bila kondisi ini tidak ditangani dengan tepat, tak menutup kemungkinan bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang.

Berikut ini beberapa komplikasi demam rematik yang bisa dialami pengidapnya:

1. Penyakit jantung rematik, kerusakan permanen pada jantung yang disebabkan oleh demam rematik. Biasanya terjadi 10 hingga 20 tahun setelah penyakit aslinya. Masalah paling umum terjadi pada katup antara dua ruang jantung kiri (katup mitral), tetapi katup lainnya juga dapat terpengaruh. 

Penyakit jantung rematik ini bisa menyebabkan:

Stenosis katup, penyempitan katup ini mengurangi aliran darah. Regurgitasi katup, Kebocoran pada katup ini bisa menyebabkan darah mengalir ke arah yang salah. Kerusakan otot jantung. Komplikasi akibat peradangan demam rematik bisa melemahkan otot jantung, sehingga memengaruhi kemampuannya untuk memompa.

Tak cuma itu saja, kerusakan pada katup mitral, katup jantung lain atau jaringan jantung lainnya dapat menyebabkan masalah dengan jantung di kemudian hari. Misalnya:

2. Fibrilasi atrium, serambi (atrium) jantung berdenyut dengan tidak beraturan dan cepat.

3. Gagal jantung, ketidakmampuan jantung untuk memompa cukup darah ke seluruh anggota tubuh. 

4. Aritmia, irama jantung yang abnormal.

5. Sydenham chorea, ditandai dengan terjadinya gerakan-gerakan secara spontan pada beberapa bagian tubuh.

Gegara Antibodi Menyerang Balik

Demam rematik ini terjadi akibat komplikasi dari radang tenggorokan yang tidak tertangani dengan baik.  Hal yang perlu digarisbawahi, tak semua radang tenggorokan bisa menyebabkan demam rematik. Dengan kata lain hanya radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus grup A yang bisa menyebabkannya. Lalu, bagaimana bakteri ini bisa menyebabkan demam rematik?

Nah, ketika tubuh terinfeksi oleh bakteri ini, sistem kekebalan tubuh akan memproduksi antibodi untuk melawan bakteri yang masuk. Akan tetapi, pada tubuh pengidap demam rematik lain lagi ceritanya. Antibodi tubuh mereka justru menyerang balik jaringan tubuh yang sehat. Dalam kasus ini mereka sering menyerang jantung, kulit, sendi, otak, dan tulang belakang. Kok bisa?

Ada dugaan terdapat kemiripan antara protein pada jaringan tubuh dengan bakteri di atas. Alhasil, sistem imun mengira jaringan tubuh sebagai musuhnya. 

Baca juga: Ketahui 5 Gejala dari Infeksi Streptococcus

Dari Sendi hingga Gangguan Perilaku

Ketika seseorang terserang demam rematik, biasanya gejalanya baru muncul setelah dua sampai empat minggu. Gejalanya muncul setelah radang tenggorokan akibat infeksi bakteri yang tak diatasi. Nah, berikut ini beberapa gejala yang biasanya dikeluhkan oleh pengidap demam rematik. 

  • Sendi bengkak, merah, dan nyeri, terutama pada siku, lutut, serta pergelangan tangan dan kaki;

  • Nyeri sendi yang menyebar ke sendi yang lain;

  • Ruam ringan, muncul bentol-bentol di bawah kulit pada daerah yang bertulang seperti tangan;

  • Demam;

  • Nafsu makan menurun;

  • Jantung berdebar;

  • Muncul gerakan tubuh yang tidak terkendali, khususnya pada wajah, tangan, dan kaki;

  • Lemas dan mudah lelah;

  • Nyeri dada;

  • Sesak napas; dan

  • Gangguan perilaku, seperti tiba-tiba menangis atau tertawa.

Nah, andaikan merasakan gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat  Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Rheumatic fever
National Health Service UK (Diakses pada 2019). Health A-Z. Rheumatic Fever.