• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 5 Penyebab Henti Jantung Mendadak di Usia Muda
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 5 Penyebab Henti Jantung Mendadak di Usia Muda

Ketahui 5 Penyebab Henti Jantung Mendadak di Usia Muda

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 04 Mei 2022

"Ada beberapa penyebab henti jantung mendadak di usia muda yang perlu diwaspadai. Salah satunya ialah kondisi Hypertrophic Cardiomyopathy (HCM).”

Ketahui 5 Penyebab Henti Jantung Mendadak di Usia Muda

Halodoc, Jakarta – Henti jantung mendadak atau sudden cardiac death (SCD) merupakan penyakit jantung yang perlu diwaspadai. Sebab, kondisi ini ditandai dengan  jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Perlu diketahui bahwa peyebab henti jantung mendadak biasanya terkait masalah pada sistem kelistrikan jantung. Kondisi tersebut pada akhirnya akan menghambat pemompaan jantung dan menghentikan aliran darah pada tubuh. 

Berita buruknya, henti jantung mendadak dapat terjadi pada siapa saja. Tanpa terkecuali anak muda yang masih berusia di bawah 35 tahun. Namun, kira-kira apa saja penyebab henti jantung mendadak di usia muda? Yuk, ketahui infonya di sini! 

Penyebab Henti Jantung Mendadak di Usia Muda

Penyebab umum henti jantung mendadak adalah irama jantung yang tidak normal (aritmia), yang terjadi ketika sistem kelistrikan jantung tidak bekerja dengan benar. Meski begitu,  henti jantung mendadak juga dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki penyakit jantung yang diketahui. 

Namun, aritmia yang mengancam jiwa biasanya berkembang pada seseorang dengan kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya dan mungkin tidak terdiagnosis. Kondisi tersebut meliputi:

1.  Hypertrophic Cardiomyopathy (HCM)

Hypertrophic cardiomyopathy muncul akibat adanya penebalan otot jantung (miokardium) secara abnormal.  Akibatnya,  organ jantung akan mengalami hambatan dalam menjalankan fungsinya, yakni memompa darah. Walau biasanya tidak berakibat fatal pada kebanyakan orang, namun hypertrophic cardiomyopathy menjadi penyebab serangan jantung mendadak yang paling sering tejadi pada mereka yang berusia di bawah 30 tahun.

2.  Kelainan Arteri Koroner

Penyebab serangan jantung mendadak selanjutnya adalah kelainan arteri koroner. Kelainan ini bersifat ‘bawaan lahir’, di mana seseorang terlahir dengan arteri jantung yang tidak normal. Kelainan arteri koroner akan sangat mengganggu aliran darah yang dipompa menuju ke jantung. Pada akhirnya, kondisi ini menimbulkan serangan berupa rasa sesak luar biasa di bagian dada.

3.  Long QT Syndrome

Long QT Syndrome yakni gangguan irama jantung. Kondisi tersebut membuat jantung seseorang berdegup tak beraturan. Timbulnya Long QT Syndrome dikarenakan oleh perubahan beberapa bagian di dalam jantung. Dengan demikian, detak jantung pun menjadi kacau hingga berisiko merenggut nyawa pengidapnya.

4. Penyakit Jantung Bawaan 

Bila henti jantung mendadak terjadi pada anak-anak atau remaja, kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh penyakit jantung bawaan. Orang dewasa yang telah menjalani operasi korektif untuk cacat jantung bawaan juga masih memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung mendadak.

5. Masalah Pada Jantung Katup

Kebocoran atau penyempitan pada katup jantung dapat menyebabkan peregangan atau penebalan otot jantung. Ketika bilik menjadi membesar atau melemah karena stres yang disebabkan oleh katup yang kencang atau bocor, ada peningkatan risiko mengembangkan aritmia.

Gejala Umum Henti Jantung Mendadak

Terdapat beberapa gejala umum dari henti jantung yang perlu diwaspadai, seperti: 

  • Kolaps atau pingsan tiba-tiba.
  • Tidak ada denyut nadi. 
  • Tidak bernapas. 

Meski sering terjadi tanpa peringatan, terkadang terdapat tanda atau gejala yang dapat terjadi sebelum henti jantung mendadak. Gejalanya mungkin termasuk:

  • Ketidaknyamanan atau nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Kelemahan.
  • Jantung berdebar cepat, berdebar atau berdebar (palpitasi). 

Bisakah Mencegah Henti Jantung Mendadak? 

Tidak ada penyakit yang tidak bisa dicegah kehadirannya, termasuk serangan jantung mendadak. Selagi muda, cobalah untuk lebih rutin melakukan check up jantung minimal setahun sekali. Check up tersebut biasanya diawali dengan EKG (Elektrokardiogram) dan treadmill selama kurang lebih 30 menit. Jika kamu berisiko mengalami henti jantung mendadak akibat salah satu dari beberapa penyebab di atas, dokter biasanya akan menyarankan kamu untuk menghindari olahraga yang bersifat kompetitif. 

Di luar itu, ada pula tindakan berupa pembedahan yang dapat direkomendasikan oleh dokter untuk mengurangi risiko yang lebih parah. Namun, dokter juga pastinya akan terlebih dahulu melihat kondisi jantung, seperti apakah memerlukan tindak pembedahan atau cukup dengan pemberian obat-obatan saja. 

Itulah beberapa penyebab henti jantung di usia muda. Berdasarkan beberapa penyebabnya, penting untuk senantiasa memantau kesehatan jantung kamu. Maka dari itu, pastikan untuk memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala. 

Jika saat ini kamu ingin memeriksakan kondisimu, cobalah untuk membuat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc dengan dokter pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Sudden cardiac arrest. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Sudden Cardiac Death (Sudden Cardiac Arrest).