14 September 2017

Ketahui Bahaya Mendengkur Bagi Ibu Hamil

Ketahui Bahaya Mendengkur Bagi Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta - Katanya jika seseorang tidur sambil mendengkur tandanya ia sedang merasa sangat kelelahan. Namun nyatanya, kadang orang yang sudah cukup istirahat pun ada yang mendengkur dalam tidurnya. Mendengkur adalah salah satu efek dari sleep anea. Gangguan pernafasan ini bisa diatasi dengan perawatan khusus dari dokter.

Tidak sedikit orang yang memiliki kebiasaan mendengkur. Mulai dari anak-anak hingga orang usia lanjut tak terkecuali ibu hamil. Nah bagi ibu hamil, mendengkur bisa memberikan dampak negatif bagi bayi. Kok bisa?.

Menurut penelitian di Universitas Michigan, ibu yang mendengkur tiga atau empat malam dalam seminggu memiliki risiko lebih tinggi mengalami kesulitan saat melahirkan seperti harus caesar  atau memiliki bayi yang ukurannya lebih kecil. Hasil ini diketahui dari penelitian yang dilakukan kepada sekitar 1,673 wanita hamil di trimester ketiga.35 persen diantaranya memiliki kebiasaan mendengkur.

Menurut Louise M. O'Brien, PhD, MS yang memimpin penelitian sekaligus profesor di Pusat Kelainan Tidur Universutas Michigan, banyak wanita yang sebelumnya tidak mendengkur jadi memiliki kebiasaan ini ketika hamil. Penyebabnya beragam, mulai dari naiknya berat badan, retensi cairan, dan perubahan hormon.

Sedangkan bagi ibu yang sudah memiliki kebiasaan mendengkur sebelum hami berisiko dua hingga tiga kali lebih tinggi memiliki bayi dengan berat 10 persen di bawah normal. Lalu memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk melahirkan dengan cara caesar dibanding dengan wanita yang sebelumnya tidak memiliki kebiasaan mendengkur.

Dokter O'Brien menyatakan bahwa mendengkur bagi orang yang tidak hamil bisa dikarenakan oleh sleep apnea, yakni gangguan pernafasan saat tidur. Gangguan pernafasan ini bisa menyebabkan inflamasi/peradangan yang berbahaya bagi sistem kardiovaskular. “Saat ini belum banyak data-nya pada kehamilan, namun kami pikir mendengkur menyebabkan inflamasi yang memengaruhi pembuluh darah menuju plasenta,” ujarnya.

Meski demikian, ibu hamil yang mendengkur tidak perlu panik. Kuncinya adalah dengan selalu mengikuti saran dari dokter dan bidan tentang makanan sehat dan olahraga hamil. “Mengikuti cara tidur yang sehat penting tak hanya untuk kesehatan ibu namun juga calon bayi,” imbuhnya. Jadi alangkah baiknya jika masalah mendengkur ini dibicarakan dengan dokter yang tepat.

Untuk menghindari kebiasaan mendengkur saat hamil, dokter O'Brien menyaranakan agar ibu hamil tidur dengan menyamping atau dengan bantal yang lebih tinggi. Jika mendengkur lebih dari tiga malam seminggu, tekanan darah tinggi dan terbangun karena sesak, sebaiknya meminta perawatan medis dari dokter. Ia menyatakan bahwa CPAP (continuous positive airway pressure) merupakan alat kesehatan yang biasanya digunakan oleh orang yang memiliki masalah pernapasan, seperti sleep apnea.

Untuk menjaga kehamilan setiap saat, sebaiknya selalu membicarakan masalah kesehatan kandungan dengan dokter yang tepat. Terutama jika ibu merasakan adanya gangguan pada kehamilan. Pemeriksaan rutin wajib dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang janin selama kehamilan.

Apabila memiliki masalah seputar kehamilan, ibu dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter spesialis kandungan pilihan secara langsung. Halodoc memungkinankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Video Call, Voice Call, dan Chat.


Selain itu, ibu juga bisa membeli produk kesehatan yang dibutuhkan seperti vitamin yang disarankan dokter melalui Halodoc. Dengan melakukan pembelian di Halodoc, pesanan akan siap diantar ke tempat tujuan dalam satu jam, jadi tidak perlu repor keluar rumah. Yuk, download Halodoc di App Store dan Google Play sekarang!