• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Beda Obstetri dan Ginekologi dalam Dunia Medis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Beda Obstetri dan Ginekologi dalam Dunia Medis

Ketahui Beda Obstetri dan Ginekologi dalam Dunia Medis

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 11 Agustus 2022

“Spesialisasi obstetri dan ginekologi punya fokus yang berbeda. Ginekologi fokus pada sistem reproduksi wanita, sedangkan obstetri fokus pada pemantauan kehamilan.”

Ketahui Beda Obstetri dan Ginekologi dalam Dunia MedisKetahui Beda Obstetri dan Ginekologi dalam Dunia Medis

Halodoc, Jakarta – Saat hamil, umumnya ibu akan direkomendasikan ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Nah, pernahkah ibu bertanya-tanya perbedaan antara dua spesialisasi tersebut? Ternyata, masih banyak orang yang belum mengetahui beda antara antara kedua spesialisasi tersebut, lho!

Kira-kira begini penjelasan singkatnya. Ginekologi berfokus pada kesehatan reproduksi wanita. Sedangkan obstetri berfokus pada perawatan prakonsepsi atau sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, persalinan dan beberapa minggu pertama pasca persalinan (setelah melahirkan).

Kondisi yang Ditangani Oleh Obstetri dan Ginekologi

1. Ginekologi

Setiap wanita sebenarnya dianjurkan mengunjungi dokter ginekologi setiap tahunnya untuk skrining rutin. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyakit berbahaya yang berhubungan dengan reproduksi. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, kunjungan ke dokter spesialis ginekologi bisa dimulai saat usia 13 tahun.

Nah, dokter ahli tersebut bertugas untuk mendeteksi penyakit-penyakit di bawah ini:

  • Masalah yang berkaitan dengan kehamilan, kesuburan, menstruasi, dan menopause.
  • Keluarga berencana, termasuk kontrasepsi, sterilisasi, dan terminasi kehamilan
  • Masalah pada organ panggul.
  • Infeksi menular seksual.
  • Sindrom ovarium polikistik.
  • Inkontinensia urin dan feses, yaitu ketidakmampuan menahan keinginan berkemih dan buang air besar.
  • Tumor jinak pada saluran reproduksi, misalnya kista ovarium, fibroid, gangguan payudara, borok vulva dan vagina, dan penyakit non-kanker lainnya.
  • Kondisi pra kanker, seperti hiperplasia endometrium dan displasia serviks.
  • Kanker saluran reproduksi dan payudara.
  • Kelainan bawaan pada saluran reproduksi wanita.
  • Perawatan darurat yang berkaitan dengan ginekologi.
  • Endometriosis, suatu kondisi kronis yang ditandai dengan tumbuhnya jaringan abnormal pada indung telur maupun saluran telur.
  • Penyakit radang panggul.
  • Masalah seksualitas, termasuk masalah kesehatan yang berhubungan dengan sesama jenis dan hubungan biseksual.
  • Disfungsi seksual.

Ahli ginekologi dapat memberikan diagnosis, pengobatan dan pencegahan masalah-masalah di atas. Untuk menunjang tugas-tugas tersebut, mereka dapat melakukan prosedur di bawah ini:

  • Pap smear, yaitu prosedur untuk mendeteksi kanker rahim.
  • Pemindaian ultrasonografi (USG).
  • Kolposkopi, pemeriksaan untuk mengetahui perkembangan kanker serviks.
  • Biopsi endometrium, atau mengambil sampel dari lapisan rahim.
  • Histeroskopi, penggunaan alat endoskopi untuk melihat ke dalam rahim.
  • Laparoskopi, yaitu teknik pembedahan dengan sayatan seminimal mungkin.
  • Operasi kecil.
  • Operasi besar.

2. Obstetri

Sementara dokter obstetri bisa dibilang lebih fokus kepada kehamilan. Mereka bertugas melakukan tindakan di bawah ini:

  • Memantau kesehatan ibu hamil dan janin yang sedang berkembang melalui USG rutin, pengukuran dan tes.
  • Memeriksa kondisi kesehatan yang menyebabkan masalah kehamilan atau memengaruhi kesehatan bayi, seperti keguguran, tekanan darah tinggi, diabetes, infeksi, dan kelainan genetik
  • Memberikan rekomendasi pola makan, olahraga, obat-obatan, dan gaya hidup sehat lainnya.
  • Membantu ibu hamil mengatasi gejala-gejala kehamilan, seperti morning sickness, sakit punggung, kaki bengkak, mulas dan keluhan kehamilan lainnya.
  • Membantu persalinan, baik pervaginam maupun operasi caesar. 
  • Memantau pemulihan pasca persalinan. 

Untuk melakukan tugas-tugas di atas, dokter obstetri dapat melakukan prosedur di bawah ini:

  • Pemindaian ultrasonografi (USG) untuk memantau perkembangan janin.
  • Episiotomi, yaitu prosedur yang sering dilakukan saat persalinan pervaginam untuk memperbesar jalan lahir sehingga bayi mudah dilahirkan. Caranya dengan sedikit menyayat bagian perineum vagina.
  • Dilatasi dan kuretase dilakukan pada ibu yang mengalami keguguran. Tujuannya untuk membersihkan jaringan-jaringan janin yang masih tertinggal di dalam lahir.
  • Persalinan pervaginam atau persalinan melalui vagina.
  • Persalinan caesar dengan cara membedah perut bagian bawah untuk mengeluarkan bayi.
  • Cerclage serviks, yaitu tindakan medis untuk menjahit serviks agar tertutup. Prosedur ini bertujuan untuk mencegah keguguran pada trimester kedua dan kelahiran prematur.
  • Menggunakan forsep atau vakum untuk membantu mengeluarkan bayi selama proses persalinan pervaginam.

Kalau ibu berencana mengunjungi rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis,. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. Gynecologists: When to visit and what to expect.
WebMD. Diakses pada 2022. What Is a Gynecologist?
WebMD. Diakses pada 2022. What Is an Obstetrician?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Obstetrician.