• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Dampak MSG Berlebih Bagi Kesehatan

Ketahui Dampak MSG Berlebih Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta - Monosodium glutamate (MSG) adalah penambah rasa yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Biasanya zat ini ditambahkan ke makanan seperti sayuran kaleng, sup, dan daging olahan. Sejauh ini, Food and Drug Administration (FDA) telah mengklasifikasikan MSG sebagai bahan makanan yang aman untuk digunakan.

Namun, penggunaannya masih kontroversial. Oleh karena itu, FDA meminta kepada produsen makanan untuk mencantumkannya pada label. Sebenarnya, adakah dampak MSG untuk kesehatan tubuh seseorang?

Baca juga: Ngemil di Malam Hari, Ini Bahaya untuk Kesehatan

Lebih Jauh Tentang MSG

Melansir Healthline, MSG berasal dari asam amino glutamat atau asam glutamat, yang merupakan asam amino paling melimpah di alam. Asam glutamat adalah asam amino yang tidak esensial, artinya tubuh dapat memproduksinya. Zat ini melayani berbagai fungsi dalam tubuh dan ditemukan di hampir semua makanan.

Secara kimia, MSG adalah bubuk kristal putih yang menyerupai garam meja atau gula. Ini menggabungkan natrium dan asam glutamat, yang dikenal dengan garam natrium. Asam glutamat dalam MSG dibuat dengan fermentasi pati, tetapi tidak ada perbedaan kimia antara asam glutamat dalam MSG dan dalam makanan alami.

Asam glutamat dalam MSG mungkin lebih mudah diserap karena tidak terikat di dalam molekul protein besar yang perlu diuraikan oleh tubuh. MSG meningkatkan rasa umami daging yang gurih. Umami adalah rasa dasar kelima, bersama dengan asin, asam, pahit, dan manis.

Baca juga: Benarkah MSG Berbahaya untuk Bumil? Cek Kebenarannya di Sini

Efek Samping MSG

MSG telah digunakan sebagai aditif makanan selama beberapa dekade. Selama bertahun-tahun, FDA menerima banyak laporan tentang reaksi negatif terhadap makanan yang mengandung MSG. Gejala yang bisa muncul tersebut, antara lain: 

  • Sakit kepala;

  • Berkeringat;

  • Terasa ada tekanan pada wajah atau sesak;

  • Mati rasa, kesemutan atau sensasi terbakar di wajah, leher dan area lainnya;

  • Detak jantung berdebar cepat;

  • Sakit dada;

  • Mual;

  • Kelemahan.

Namun, hingga kini para peneliti belum menemukan bukti pasti tentang hubungan antara MSG dan gejala-gejala ini. Namun, para peneliti mengakui bahwa sebagian kecil orang mungkin memiliki reaksi jangka pendek terhadap MSG.

Gejala yang terjadi umumnya ringan dan tidak memerlukan perawatan. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mencegah reaksi dengan menghindari makanan yang mengandung MSG.

Langkah Penanganan Efek Samping MSG

Pengobatan untuk gejala akibat MSG bisa bervariasi, tergantung pada gejala, dan tingkat keparahannya. Gejala ringan biasanya hilang tanpa pengobatan. Jika kamu mengalaminya, maka langkah pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Minum air agar tetap terhidrasi;

  • Beristirahat;

  • Minum teh jahe atau peppermint untuk mengurangi mual;

  • Minum obat penghilang rasa sakit tanpa resep (OTC), jika seseorang sakit kepala.

Sementara jika gejala yang terjadi cukup parah, beberapa langkah pengobatan, yaitu: 

  • Pemberian obat-obatan antihistamin untuk masalah pernapasan, pembengkakan wajah, atau detak jantung yang tidak normal;

  • Memberikan injeksi epinefrin (adrenalin) untuk reaksi yang mengancam jiwa.

Segera periksakan diri ke rumah sakit jika kamu mengalami gejala yang mencurigakan usai mengonsumsi makanan yang mengandung MSG. Kamu bisa buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah. Penanganan yang dilakukan sejak dini dapat mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Baca juga: Tips Masak Tanpa Merusak Gizi Makanan

Trik Pencegahan Efek Samping MSG

MSG biasanya hadir dalam keripik kentang atau makanan ringan lain yang dijual di pasaran. Satu-satunya cara untuk sepenuhnya mencegah kompleks sindrom MSG adalah menghentikan kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung zat aditif ini.

Orang dengan gejala yang sangat ringan mungkin dapat mencegahnya dengan hanya memakan sedikit makanan yang mengandung MSG. Lebih baik lagi kalau kamu mengecek label makanan sebelum membelinya. Di bagian komposisi makanan, ia tertulis dengan nama lengkapnya yaitu monosodium glutamate.

 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. MSG (Monosodium Glutamate): Good or Bad?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. What is MSG? Is It Bad For You?
Medical News Today.Diakses pada 2020. Chinese Restaurant Syndrome: What You Need to Know.