28 February 2019

Ketahui Fakta Penting Tentang PTSD

Ketahui Fakta Penting Tentang PTSD

Halodoc, Jakarta – Post traumatic stress disorder (PTSD) adalah kondisi serius yang dapat berkembang setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis atau menakutkan di mana kerusakan fisik dan psikis terjadi.

PTSD merupakan konsekuensi abadi cobaan traumatis yang menyebabkan ketakutan, ketidakberdayaan, atau kengerian yang hebat, seperti kekerasan seksual atau fisik, kematian tak terduga orang yang dicintai, kecelakaan, perang, dan bencana alam.

Kebanyakan orang yang mengalami peristiwa traumatis akan memiliki reaksi termasuk goncangan, kemarahan, kegugupan, ketakutan, dan bahkan rasa bersalah. Reaksi-reaksi ini biasa terjadi bagi kebanyakan orang yang akan menghilang seiring waktu.

Baca juga: Ketahui 3 Cara Menghilangkan PTSD

Namun, bagi seseorang dengan PTSD, perasaan ini terus berlanjut dan bahkan meningkat menjadi begitu kuat, sehingga mereka menjaga orang tersebut dari kehidupan normal. Orang dengan PTSD memiliki gejala lebih dari satu bulan dan tidak dapat berfungsi sebaik sebelum peristiwa terjadi.

Gejala-Gejala PTSD Bervariasi

Gejala PTSD paling sering dimulai dalam tiga bulan setelah kejadian. Dalam beberapa kasus, bagaimanapun mereka tidak mulai sampai bertahun-tahun kemudian. Tingkat keparahan dan lamanya penyakit bervariasi. Beberapa orang pulih dalam enam bulan, sedangkan yang lain mengalaminya lebih lama.

Gejala PTSD sering dikelompokkan ke dalam empat kategori utama yaitu:

  1. Menghidupkan kembali

Orang dengan PTSD berulang kali menghidupkan kembali cobaan melalui pikiran dan ingatan trauma. Ini mungkin termasuk kilas balik, halusinasi, dan mimpi buruk. Mereka juga mungkin merasa sangat tertekan ketika hal-hal tertentu mengingatkan mereka pada trauma, seperti tanggal peringatan acara.

  1. Menghindari

Orang tersebut dapat menghindari orang, tempat, pikiran, ataupun situasi yang dapat mengingatkannya akan trauma. Ini dapat menyebabkan perasaan terlepas dan terasing dari keluarga dan teman-teman, serta hilangnya minat pada kegiatan yang pernah dinikmati orang tersebut.

Baca juga: Peduli Kesehatan Mental, Ini Bedanya PTSD dan Stres Akut

  1. Peningkatan emosi

Ini termasuk emosi berlebihan, karena masalah yang berkaitan dengan orang lain, seperti perasaan atau menunjukkan kasih sayang, kesulitan jatuh atau tertidur, sifat lekas marah, ledakan kemarahan, kesulitan berkonsentrasi, dan menjadi "gelisah" atau mudah terkejut. Orang tersebut juga mungkin menderita gejala fisik, seperti peningkatan tekanan darah dan detak jantung, pernapasan cepat, ketegangan otot, mual, dan diare.

  1. Negative Cognitions and Mood

Ini merujuk pada pikiran dan perasaan yang berkaitan dengan menyalahkan, kerenggangan, dan ingatan dari peristiwa traumatis. Anak kecil dengan PTSD mungkin mengalami keterlambatan perkembangan di berbagai bidang, seperti pelatihan toilet, keterampilan motorik, dan bahasa.

Gejala PTSD Tiap Orang Tidak Sama

Semua orang bereaksi terhadap peristiwa traumatis secara berbeda. Setiap orang memiliki keunikan dalam kemampuannya untuk mengelola rasa takut dan stres dan untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh peristiwa atau situasi yang traumatis.

Karena itu, tidak semua orang yang mengalami atau menyaksikan trauma akan mengalami PTSD. Lebih jauh, jenis bantuan dan dukungan yang diterima seseorang dari teman, anggota keluarga, dan profesional setelah trauma dapat memengaruhi perkembangan PTSD atau tingkat keparahan gejala.

Baca juga: Bencana Alam Bisa Timbulkan Gangguan Jiwa

PTSD dapat terjadi pada siapa saja yang pernah mengalami peristiwa traumatis yang mengancam kematian atau kekerasan. Orang-orang yang telah dilecehkan sebagai anak-anak atau yang telah berulang kali terkena situasi yang mengancam jiwa berada pada risiko yang lebih besar untuk mengembangkan PTSD. Para korban trauma yang terkait dengan serangan fisik dan seksual menghadapi risiko terbesar untuk PTSD.

Kalau ingin tahu lebih banyak mengenai fakta PTSD, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.