01 January 2018

Ketahui Fakta Susu Soya untuk Anak

Ketahui Fakta Susu Soya untuk Anak

Halodoc, Jakarta – Susu soya atau yang lebih sering dikenal dengan susu kedelai sudah umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Perlu diketahui jika dalam 100 gram susu soya tanpa pemanis  memiliki kandungan setidaknya 3.5 gram protein, 2.5 gram lemak, 5 gram karbohidrat, dan 41  kalori. Di dalam susu soya sendiri terdapat sumber protein, kalium, vitamin A, dan isoflavon. Selain itu, soya juga bebas kolesterol dan rendah lemak jenuh.

Fakta Susu Soya untuk Anak

Berbagai kandungan baik yang terdapat dari susu soya, bukan berarti susu ini bisa diminum oleh semua orang. Sebenarnya susu soya tidak bisa diberikan pada bayi. Sebaiknya jangan memberikan susu soya untuk anak bayi, apalagi bila si kecil terlahir prematur atau berusia kurang dari enam bulan. Hal ini dikarenakan bayi yang berumur 1-6 bulan harusnya diberikan air susu ibu (ASI) demi tumbuh sehat dan berkembang.

Susu soya untuk anak di bawah enam bulan dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko terjadinya reaksi alergi kedelai dalam tubuhnya. Selain itu kandungan bahan tambahan seperti gula dalam susu soya yang dianggap tidak baik untuk bayi karena dapat merusak giginya.

Susu soya untuk anak juga dikhawatiran bisa memengaruhi perkembangan organ reproduksi mereka. Hal ini dikarenakan kedelai mengandung senyawa alami fitoestrogen yang memiliki struktur kimia mirip dengan hormon seks wanita yang bernama estrogen. Dikhawatirkan jika hal tersebut bisa memicu pubertas dini dan masalah tiroid. Selain itu, mengonsumsi fitoestrogen dalam jumlah banyak juga bisa berdampak pada berat badan si kecil yang rendah.

Aturan Memberi Susu Soya pada Anak

Bila anak atau bayi alergi terhadap laktosa atau susu formula yang terbuat dari susu sapi, salah satu alternatifnya memang memberikan susu soya. Namun kamu tidak bisa sembarangan memberikan susu soya untuk anak. Kamu perlu mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter anak kamu.

Disarankan membeli susu soya untuk bayi yang terbuat dari kedelai utuh (whole), jangan yang rendah lemak (low-fat) atau tanpa lemak (nonfat). Hal ini dikarenakan lemak sangat penting untuk perkembangan otak anak, khususnya yang di bawah 2 tahun. Kamu juga harus memastikan jika susu soya tersebut memiliki kandungan vitamin A, vitamin D, dan kalsium. Perlu diketahui jika susu soya mengandung zat alami phytate yang bisa mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium dan mineral lainnya. Maka dari itu, anak kamu harus diberikan asupan yang mengandung tinggi kalsium dari makanan atau minuman lain, agar ia tidak kekurangan kalsium. Untuk nutrisi si kecil, penting juga untuk mencukupi asupan vitamin B12. Susu soya terbuat dari tanaman, sedangkan vitamin B12 terdapat pada makanan hewani, termasuk susu sapi.

Apabila kamu ingin bertanya-tanya kepada dokter spesialis seputar dunia kesehatan anak, kamu bisa mendiskusikannya hanya melalui aplikasi Halodoc. Dalam aplikasinya, Halodoc telah bekerjasama dengan ribuan dokter ahli yang terpercaya dan siap membantu kamu 24/7. Kamu juga bisa membeli vitamin untuk anak kamu dalam waktu 1 jam dengan menggunakan layanan Pharmacy Delivery melalui smartphone. Segera download aplikasi Halodoc melalui App Store dan Google Play.

BACA JUGA: INI 5 MANFAAT ASI BAGI BAYI DAN IBU YANG BISA DIRASAKAN