Ketahui, Ini Risiko Cath Lab pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui, Ini Risiko Cath Lab pada Anak

Halodoc, Jakarta – Cath Lab atau kateterisasi jantung dan angiografi adalah prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati masalah jantung tertentu. Untuk melakukan prosedur ini, dokter harus memasukkan tabung panjang ke dalam pembuluh darah. Setelah masuk, kateter diarahkan ke jantung untuk menangani masalah yang berkaitan dengan jantung. Anak yang diduga memiliki masalah jantung mungkin perlu melakukan cath lab jantung untuk mendiagnosis masalah jantung.

Baca Juga: Penyakit yang Bisa Dideteksi Lewat Cath Lab

Anak-anak yang mengidap cacat jantung bawaan sejak lahir memerlukan cath lab untuk mengatasi masalah. Sebenarnya, cath lab saat ini lebih jarang digunakan. Dokter umumnya memilih prosedur lain seperti ekokardiografi, MRI, dan CT scan. Cath lab biasanya bertujuan untuk mendeteksi sejumlah masalah berikut ini:

  • Mendapatkan gambar jantung atau cacat jantung yang lebih akurat;

  • Memeriksa aliran darah melalui jantung;

  • Menemukan tekanan di berbagai bagian jantung dan paru-paru;

  • Memeriksa katup jantung untuk melihat apakah bekerja dengan baik;

  • Mengukur kadar oksigen di berbagai area jantung, paru-paru, dan pembuluh darah;

  • Mengukur aktivitas listrik di jantung;

  • Memeriksa masalah setelah operasi;

  • Mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk dilihat dianalisis di laboratorium;

  • Memeriksa jantung sebelum atau sesudah transplantasi jantung.

Adakah Risiko yang Ditimbulkan dari Cath Lab?

Cath lab yang dilakukan pada anak-anak tergolong aman. Meski begitu, ada beberapa risiko yang dapat terjadi, seperti:

  • Risiko dari radiasi;

  • Risiko dari anestesi umum, jika digunakan;

  • Penurunan suhu tubuh secara signifikan (hipotermia);

  • Penurunan kadar oksigen (hipoksia);

  • Irama jantung tidak teratur (aritmia);

  • Cedera pada jantung, katup jantung, atau pembuluh darah;

  • Kehilangan darah;

  • Reaksi alergi terhadap pewarna kontras atau obat-obatan, termasuk anestesi;

  • Kerusakan ginjal akibat pewarna kontras;

  • Stroke dan henti jantung.

Baca Juga: Begini Prosedur Melakukan Cath Lab

Jika Si Kecil mengalami penurunan suhu tubuh secara signifikan yang ditandai dengan kurangnya oksigen setelah prosedur cath lab, segera bawa ke dokter. Apabila ingin tahu lebih lanjut seputar prosedur ini, ibu bisa tanya jawab dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi ibu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Perawatan Rumahan Setelah Prosedur Cath Lab

Ada sejumlah perawatan yang perlu dilakukan setelah Si Kecil menjalani cath lab. Lepaskan perban seperti yang diperintahkan oleh ahli jantung. Kondisi ini biasanya dilakukan sehari setelah kateterisasi. Basahi bagian yang lengket dari perban terlebih dahulu agar mudah terlepas. Lalu, keringkan area tersebut dan letakkan perban perekat kecil di atas tempat kateter masuk.

Cuci area tersebut dengan lembut menggunakan sabun dan air setidaknya sekali sehari. Kemudian, tutup dengan perban perekat baru. Selama sekitar 2–3 hari, Si Kecil perlu mandi busa atau mandi pendek agar area tempat kateter masuk tidak terlalu basah. Perlu diingat bahwa, Si Kecil harus menghindari mandi, bak air panas, berenang dan tidak menggunakan krim, lotion, atau salep di daerah tersebut.

Baca Juga: Hal yang Terjadi Setelah Pemeriksaan Cath Lab

Kateterisasi jantung adalah cara penting untuk mendiagnosis dan mengobati masalah jantung. Kebanyakan anak tidak memiliki masalah dengan prosedur ini dan dapat kembali ke rutinitas  mereka dalam waktu seminggu.

Referensi : 
Kids Health. Diakses pada 2019. Cardiac Catheterization.
University of Rochester. Diakses pada 2019. Cardiac Catheterization for Children.