Ad Placeholder Image

Ketahui Jenis Jenis Cacar: dari Air, Api hingga Monyet

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Maret 2026

Jangan Bingung! Pahami Jenis-Jenis Cacar yang Ada

Ketahui Jenis Jenis Cacar: dari Air, Api hingga MonyetKetahui Jenis Jenis Cacar: dari Air, Api hingga Monyet

Apa Itu Cacar? Memahami Berbagai Jenisnya

Cacar adalah istilah umum yang merujuk pada beberapa penyakit menular yang disebabkan oleh virus, ditandai dengan ruam kulit khas, demam, dan gejala lain yang bervariasi. Meskipun semua jenis cacar menimbulkan ruam, penyebab virus, karakteristik gejala, dan cara penularannya sangat berbeda. Memahami jenis-jenis cacar adalah langkah penting untuk dapat mengidentifikasi, mengobati, dan mencegah penyebarannya secara efektif. Artikel ini akan menguraikan berbagai jenis cacar yang umum dikenal, termasuk yang kini telah punah, berdasarkan penyebab dan karakteristiknya.

Jenis-Jenis Cacar Berdasarkan Penyebab Virus

Identifikasi jenis cacar sering kali didasarkan pada virus penyebabnya. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis cacar utama:

Cacar Air (Varicella)

Cacar air atau *chickenpox* adalah infeksi yang sangat menular disebabkan oleh virus *Varicella-Zoster* (VZV). Ini merupakan infeksi awal VZV yang sering terjadi pada anak-anak, tetapi bisa juga menyerang orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau divaksinasi.

  • Penyebab: Virus *Varicella-Zoster* (VZV).
  • Gejala: Demam, sakit kepala, kelelahan, dan ruam gatal yang muncul di seluruh tubuh. Ruam ini dimulai sebagai bintik merah kecil, kemudian berkembang menjadi lepuh berisi cairan yang akhirnya mengering menjadi koreng.
  • Penularan: Sangat menular melalui udara (batuk dan bersin) atau kontak langsung dengan cairan dari lepuh.
  • Pengobatan: Umumnya suportif untuk meredakan gejala, seperti obat penurun demam, antihistamin untuk gatal, dan losion kalamin. Antivirus dapat diberikan pada kasus berat atau pada kelompok berisiko tinggi.
  • Pencegahan: Vaksin cacar air sangat efektif dalam mencegah penyakit atau mengurangi keparahannya.

Cacar Api (Herpes Zoster/Dompo)

Cacar api, atau *shingles*/**dompo**, adalah reaktivasi virus *Varicella-Zoster* (VZV) yang telah dorman (tidak aktif) dalam saraf seseorang yang sebelumnya pernah menderita cacar air. Ini lebih sering terjadi pada orang dewasa dan lansia atau individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  • Penyebab: Reaktivasi virus *Varicella-Zoster* (VZV) yang sama dengan cacar air.
  • Gejala: Nyeri hebat, rasa terbakar, kesemutan, atau gatal di satu sisi tubuh, diikuti oleh ruam lepuh yang khas pada area tersebut. Ruam ini biasanya terbatas pada satu dermatom (area kulit yang disuplai oleh satu saraf).
  • Penularan: Virus dapat menyebar dari cairan lepuh cacar api ke orang yang belum pernah cacar air atau divaksin, menyebabkan cacar air pada orang tersebut, bukan cacar api.
  • Pengobatan: Obat antivirus (seperti asiklovir, valasiklovir) efektif jika dimulai dalam 72 jam pertama setelah ruam muncul. Obat pereda nyeri dan antikonvulsan dapat membantu mengelola nyeri.
  • Pencegahan: Vaksin cacar api direkomendasikan untuk orang dewasa di atas usia tertentu untuk mencegah penyakit atau mengurangi keparahannya.

Cacar Monyet (Mpox)

Cacar monyet, atau *Mpox*, adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus *Mpox*. Penyakit ini memiliki kemiripan dengan cacar air dan cacar biasa, tetapi disebabkan oleh virus yang berbeda.

  • Penyebab: Virus *Mpox* (Mpox Virus), anggota genus *Orthopoxvirus*.
  • Gejala: Demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam yang dapat berkembang dari bintik merah menjadi lepuh berisi cairan atau nanah, kemudian menjadi koreng.
  • Penularan: Dapat ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis) melalui gigitan atau cakaran hewan terinfeksi, atau kontak langsung dengan darah/cairan tubuh hewan. Penularan antarmanusia terjadi melalui kontak dekat dengan lesi, cairan tubuh, droplet pernapasan, atau bahan yang terkontaminasi.
  • Pengobatan: Umumnya suportif. Obat antivirus tertentu dapat dipertimbangkan untuk kasus berat atau pada kelompok berisiko tinggi.
  • Pencegahan: Menghindari kontak dengan hewan yang mungkin terinfeksi, praktik kebersihan tangan yang baik, dan vaksinasi yang tersedia di beberapa negara untuk individu berisiko tinggi.

Cacar Biasa (Smallpox)

Cacar biasa, atau *smallpox*, adalah penyakit yang sangat menular dan sering fatal yang disebabkan oleh virus *Variola*. Berkat upaya vaksinasi global yang intensif, cacar biasa telah dinyatakan punah oleh WHO pada tahun 1980.

  • Penyebab: Virus *Variola* (Variola Virus).
  • Gejala: Demam tinggi, nyeri tubuh, dan ruam khas yang berkembang dari bintik merah menjadi lepuh padat berisi cairan atau nanah, terutama di wajah dan ekstremitas, yang kemudian mengering menjadi koreng yang meninggalkan bekas luka mendalam (bopeng).
  • Penularan: Sangat menular melalui droplet pernapasan dari orang yang terinfeksi.
  • Status Saat Ini: Punah. Tidak ada lagi kasus cacar biasa yang terjadi secara alami di dunia.

Jenis-Jenis Cacar Biasa (Smallpox)

Sebelum punah, cacar biasa memiliki beberapa karakteristik klinis yang berbeda:

  • Cacar Tipe Modifikasi: Bentuk yang lebih ringan, biasanya terjadi pada orang yang telah divaksinasi parsial, dengan ruam yang lebih sedikit dan gejala yang tidak terlalu parah.
  • Cacar Tipe Datar (Ganas): Bentuk parah dengan ruam yang menyatu, terasa seperti beludru, dan tidak pernah berkembang menjadi lepuh berisi cairan. Hampir selalu fatal.
  • Cacar Hemoragik: Bentuk yang paling parah dan langka, ditandai dengan perdarahan di kulit dan organ internal. Ruam tidak membentuk koreng melainkan berdarah. Hampir selalu fatal, sering terjadi pada wanita hamil.

Cacar Sapi (Cowpox)

Cacar sapi adalah penyakit yang disebabkan oleh virus *Cowpox*. Ini umumnya menginfeksi sapi dan kucing, tetapi dapat menular ke manusia melalui kontak langsung.

  • Penyebab: Virus *Cowpox* (Cowpox Virus).
  • Gejala: Pada manusia, biasanya menyebabkan lesi kulit tunggal atau sedikit, seringkali di tangan atau wajah, disertai demam ringan. Penyakit ini umumnya lebih ringan daripada cacar biasa.
  • Penularan: Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Perbedaan Utama Antar Jenis Cacar

Memahami perbedaan antara jenis-jenis cacar sangat penting untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

  • Cacar Air vs. Cacar Api: Keduanya disebabkan oleh virus *Varicella-Zoster*. Cacar air adalah infeksi awal VZV, sedangkan cacar api adalah reaktivasi virus VZV yang dorman dari infeksi cacar air sebelumnya. Cacar air menyebabkan ruam di seluruh tubuh, sedangkan cacar api menyebabkan ruam nyeri yang terlokalisasi di satu sisi tubuh.
  • Cacar Monyet vs. Cacar Air: Meskipun keduanya menimbulkan ruam, cacar monyet disebabkan oleh virus *Mpox*, sementara cacar air disebabkan oleh virus *Varicella-Zoster*. Cacar monyet ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis) dan juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, yang jarang terjadi pada cacar air.

Pencegahan dan Penanganan

Pencegahan cacar sebagian besar bergantung pada jenis virus penyebabnya. Vaksinasi adalah metode pencegahan yang paling efektif untuk cacar air dan cacar api. Untuk cacar monyet, praktik kebersihan dan menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi adalah kunci. Penanganan umumnya berfokus pada peredaan gejala dan, dalam beberapa kasus, penggunaan obat antivirus spesifik.

Kesimpulan

Berbagai jenis cacar memiliki penyebab virus, gejala, dan cara penularan yang berbeda. Meskipun cacar biasa telah punah, jenis cacar lain seperti cacar air, cacar api, dan cacar monyet masih menjadi perhatian kesehatan. Penting untuk mencari informasi akurat dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika mengalami gejala yang mencurigakan. Untuk diagnosis yang tepat dan rekomendasi pengobatan yang sesuai, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Tim medis Halodoc siap memberikan panduan dan bantuan yang akurat berdasarkan kondisi kesehatan individu.