Ketahui Jenis Pekerjaan yang Butuh Tes Buta Warna

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Jenis Pekerjaan yang Butuh Tes Buta Warna

Halodoc, Jakarta – Kamu pasti sering mendengar tentang kondisi buta warna. Buta warna terjadi ketika adanya masalah dengan pigmen penginderaan warna di mata. Akibatnya, seseorang mengalami kesulitan atau tidak mampu membedakan warna. Mayoritas orang yang buta warna tidak dapat membedakan antara merah dan hijau. Membedakan kuning dan biru bisa menimbulkan masalah, meskipun bentuk kebutaan warna ini kurang umum.

Baca Juga: Harus Tahu, Inilah 7 Fakta Penting Mengenai Buta Warna

Kondisi buta warna berkisar dari ringan hingga berat. Seseorang yang mengalami buta warna total umumnya dikenal sebagai achromatopsia. Orang yang mengidap kondisi ini hanya melihat abu-abu atau hitam dan putih. Namun, achromatopsia jarang terjadi dan sebagian besar orang mengalami buta warna sebagian.

Apa Gejala Kebutaan Warna?

Gejala buta warna yang paling umum adalah perubahan dalam visi. Misalnya, seseorang sulit untuk membedakan antara lampu lalu lintas apakah merah dan hijau. Warna tampak kurang cerah dari sebelumnya. Nuansa warna yang berbeda dapat terlihat sama. Buta warna sering diketahui pada usia muda ketika anak-anak mulai mempelajari warna.

Pada beberapa orang, masalahnya tidak terdeteksi karena mereka telah belajar mengaitkan warna tertentu dengan objek tertentu. Sebagai contoh, mereka tahu bahwa rumput berwarna hijau, jadi mereka menyebut warna yang mereka lihat hijau. Jika gejalanya ringan, seseorang tidak menyadari bahwa mereka tidak melihat warna-warna tertentu.

Kalau kamu curiga mengalami buta warna, periksakan ke dokter untuk memastikan kondisi yang kamu alami. Jika kamu berencana memeriksakannya ke dokter, buat janji terlebih dulu lewat aplikasi Halodoc. Lewat Halodoc, kamu dapat memilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Jenis-Jenis Buta Warna

Ada tiga jenis utama kebutaan warna. Pertama, yaitu seseorang kesulitan membedakan antara merah dan hijau. Pada jenis lainnya, orang tersebut mengalami kesulitan membedakan antara kuning dan biru. Tipe ketiga disebut achromatopsia, atau buta warna total. Seseorang dengan achromatopsia tidak dapat merasakan warna sama sekali dan semuanya tampak abu-abu atau hitam dan putih. 

Baca Juga: Buta Warna Enggak Bisa Sembuh Total, Benarkah?

Mengapa Seseorang Bisa Buta Warna?

Mata mengandung sel-sel saraf yang disebut kerucut yang memungkinkan retina untuk melihat warna. Tiga jenis kerucut yang berbeda menyerap berbagai panjang gelombang cahaya dan setiap jenis kerucut bereaksi terhadap warna yang berbeda. Setiap kerucut bereaksi terhadap merah, hijau, atau biru. Kerucut ini mengirimkan informasi ke otak untuk membedakan warna. 

Jika satu atau lebih kerucut di retina rusak atau tidak ada, maka seseorang bisa kesulitan melihat warna dengan benar. Buta warna bisa disebabkan oleh keturunan maupun didapat akibat kondisi medis tertentu, yaitu:

  1. Kebutaan Warna yang Diwarisi

Sebagian besar kasus buta warna adalah diwariskan. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengalami cacat genetik. Artinya, kondisi tersebut diturunkan melalui keluarga. Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang buta warna cenderung berpeluang tinggi mengalami kondisi yang serupa.

  1. Buta Warna yang Diperoleh

Kebutaan warna dapat berkembang di kemudian hari dan mempengaruhi pria maupun wanita. Penyakit yang merusak saraf optik atau retina mata adalah contoh kondisi yang bisa menyebabkan buta warna. Karena itu, kamu perlu memberi tahu dokter jika penglihatan warna Anda berubah. Ini mungkin mengindikasikan masalah mendasar yang lebih serius.

Jenis Pekerjaan yang Membutuhkan Tes Buta Warna

Ada sejumlah pekerjaan yang mengharuskan seseorang untuk menjalani tes buta warna ketika mendaftar. Tes buta warna atau yang disebut juga dengan tes Ishihara merupakan tes berupa titik-titik dengan berbagai ukuran dan warna. Titik-titik ini membentuk sebuah lingkaran besar dengan angka atau pola tertentu di dalamnya. Angka dan pola memiliki warna yang berbeda dengan warna dasar lingkaran di sekelilingnya. 

Baca Juga: Sering Dilakukan, Mengapa Tes Buta Warna Penting?

Contoh pekerjaan yang membutuhkan tes buta warna meliputi pilot, TNI, polisi, dokter, teknisi dan lain-lain. Beberapa pekerjaan tersebut umumnya berkaitan dengan warna. Contohnya seorang pilot, pilot perlu mengetahui warna secara jelas untuk membaca kode-kode penerbangan. Seseorang yang mengidap buta warna tentu tidak bisa melakukan pekerjaan ini karena bisa membahayakan penumpang. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. What Causes Color Blindness?.
Colour Blindness. Diakses pada 2019. Ishihara Colour Test.