31 May 2017

Ketahui Manfaat, Efek Samping & Jenis Imunisasi Bagi Bayi

Ketahui Manfaat, Efek Samping & Jenis Imunisasi Bagi Bayi

Halodoc, JakartaBayi yang baru lahir sudah diberkahi antibodi yang berasal dari sang ibu yang didapat saat masih di dalam kandungan, tapi sayangnya antibodi ini hanya bertahan dalam waktu singkat yakni beberapa minggu atau bulan saja. Setelah itu, bayi akan menjadi mudah terserang berbagai penyakit dan mulai memproduksi antibodi sendiri.

Untuk mencegah kemungkinan si bayi terserang  berbagai penyakit, maka orang tua wajib memberikan imunisasi. Program imunisasi merupakan langkah untuk mencegah penyakit menular dengan cara memberikan vaksin pada seseorang sehingga tubuhnya resisten terhadap penyakit tertentu. Manfaat imunisasi bagi bayi bagus untuk menghindari penyakit infeksi berbahaya sehingga si bayi bisa tumbuh sehat. Selain itu manfaat imunisasi bisa menurunkan angka kejadian penyakit, kecacatan, hilangnya nyawa seseorang yang disebabkan oleh penyakit infeksi, dan mencegah penyakit epidemi pada generasi mendatang. Secara tidak langsung, manfaat imunisasi juga bisa menekan pengeluaran atau menghemat biaya kesehatan. Pemberian imunisasi dimulai sejak usia bayi sampai masuk usia sekolah.

Lewat imunisasi bayi akan diberikan vaksin yang diisi dengan jenis bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan atau dinonaktifkan untuk membentuk antibodi dan merangsang  sistem imun di dalam tubuh si anak. Cara untuk memberikan vaksin dalam imunisasi bervariasi, mulai dari disuntikkan, ditetesi ke dalam mulut, dan ada pula yang disemprotkan ke dalam mulut atau hidung. Ada vaksin yang hanya diberikan satu kali seumur hidup dan ada pula yang yang diberikan secara rutin agar kekebalan tubuh si anak terbentuk dengan baik dan siap menghadapi berbagai serangan penyakit seperti polio, tetanus, cacar, campak, gondongan, dan penyakit lainnya.

Imunisasi memang memiliki efek samping bagi si bayi, tapi masih termasuk ringan seperti demam, mual, hilang nafsu makan, pusing, nyeri atau bekas kemerahan di bagian yang disuntik. Jika Anda berecana untuk tidak mengimunisasikan bayi Anda karena takut akan risiko efek samping yang mungkin akan diderita si bayi, ada baiknya Anda petimbangkan kembali manfaat imunisasi bagi buah hati Anda yang efeknya lebih berjangka panjang dibandingkan efek sampingnya.

Di Indonesia, ada beberapa vaksin yang wajib diberikan pada bayi, yaitu vaksin hepatitis B, BCG, polio, DTP, dan campak. Berikut penjelasan untuk masing-masing vaksin.

Vaksin Hepatitis B
Waktu yang paling baik untuk memberikan vaksin ini yaitu setelah bayi lahir dengan terlebih dahulu memberi vitamin K, gunanya untuk mencegah terjadinya pendarahan akibat defisiensi vitamin K. Pemberian vaksin hepatitis B bisa kembali dilakukan saat si bayi berusia satu bulan dan dikisaran usia 3-6 bulan. Biasanya efek samping yang akan dirasakan oleh si bayi adalah demam dan rasa lelah.

Vaksin BCG
Gunanya vaksin BCG untuk bayi adalah mencegah terserang penyakit tuberculosis atau yang dikenal dengan nama TBC. Pemberian vaksin BCG hanya satu kali, ketika anak baru dilahirkan sampai ia berusia dua bulan. Efek samping yang dapat ditimbulkan dari vaksin ini adalah timbulnya benjolan bekas suntuk di kulit.

Vaksin Polio
Vaksin polio oral (OPV-0) biasanya diberikan saat bayi baru lahir dan saat bayi berusia dua, empat, serta enam bulan dan bisa diberikan lagi saat anak berusia satu setengah tahun dan terakhir di usia lima  tahun. Vaksin polio bisa diberikan dalam bentuk OPV melalui mulut atau IPV yang diberikan dengan cara disuntikkan dalam otot. Efek samping dari vaksin ini yang biasanya terjadi adalah demam dan kehilangan nafsu makan.

Vaksin DTP
Vaksin DTP adalah jenis vaksin gabungan dengan kegunaan untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan. Vaksin DTP diberikan dengan ketentuan sebanyak lima kali yaitu pada usia dua bulan, empat bulan, enam bulan, satu setengah tahun, dan lima tahun. Efek samping yang sering muncul adalah demam, rasa nyeri, dan mual.

Vaksin Campak
Biasanya vaksin campak diberikan sebanyak tiga kali yaitu usia Sembilan bulan, dua tahun, dan enam tahun.

Jika Anda penasaran dengan vaksin lainnya, Anda bisa tanyakan pada dokter anak yang Anda percaya.  Salah satu aplikasi yang memiliki dokter berkualitas dan terpercaya adalah Halodoc. Start up  yang satu ini  adalah  aplikasi kesehatan terbaik yang hadir untuk memudahkan Anda berdiskusi dan beli obat melalui smartphone. Anda bisa berdiskusi kesehatan soal anak maupun kesehatan lainnya via video call, chat, atau voice dengan dokter pilihan yang ahli dibidangnya kapan saja dan di mana saja. Tidak hanya itu, Halodoc juga mempermudah pengguna yang ingin membeli obat lewat aplikasi Pharmacy Delivery yang dijamin cepat, aman, dan nyaman. Jadi masalah kesehatan apapun sekarang bisa didiskusikan dengan dokter tanpa harus menemui si dokter di tempat praktiknya dan Anda tetap bisa menjalankan aktivitas lainnya.  Ayo unduh aplikasi Halodoc sekarang di Google Play atau App Store.