Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Mata

Halodoc, Jakarta - Selain kanker payudara, paru-paru, dan serviks, ada pula kanker mata yang tak kalah bahayanya. Kanker mata merupakan penyakit yang disebabkan oleh sel-sel di jaringan mata tumbuh tanpa terkendali. Tak cuma itu, pertumbuhannya juga bisa menyebar ke daerah lain.

Kanker mata ini juga terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu

  • Melanoma, yaitu jenis paling umum.

  • Karsinoma sel gepeng (squamous cell carcinoma).

  • Limfoma intraokular.

  • Retinoblastoma, yaitu kanker yang umum terjadi pada masa kanak-kanak.

Lalu, apa sih penyebab kanker mata dan faktor yang bisa meningkatkan seseorang terserang penyakit ini?

Baca juga: 3 Cara Mencegah Kanker Mata yang Perlu Diketahui

Ditandai Banyak Gejala

Gejala kanker mata ini bisa berbeda-beda, bergantung pada jenis kanker yang diidap seseorang. Nah, berikut beberapa gejala umum dari kanker mata:

  • Kehilangan sebagian atau seluruh penglihatan.

  • Penglihatan kabur.

  • Melihat kilatan cahaya, bercak, garis bengkok, atau bayangan.

  • Mata atau kelopak mata membengkak.

  • Terdapat bintik gelap pada iris, bintik gelap ini tampak pada melanoma iris dan dapat terlihat pada pemeriksaan mata rutin.

  • Melihat benda-benda yang berterbangan (floaters), atau bintik-bintik.

  • Perubahan warna pada iris mata.

  • Mata merah dan mengalami peradangan

  • Bermata juling.

Mungkin masalah terdapat beberapa gejala yang belum disebutkan di atas. Maka dari itu, bila mengalami gejala-gejala di atas, atau keluhan pada mata, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Awasi Penyebab dan Faktor Risikonya

Sampai saat ini penyebab kanker mata yang baru diketahui adalah mutasi gen pada jaringan mata. Mutasi ini terutama terjadi pada gen yang mengatur pertumbuhan sel.

Dalam kondisi normal, sel akan membelah diri secara teratur untuk mengganti sel yang telah rusak. Nah, terdapat gen-gen yang mengatur kapan sel mulai dan berhenti membelah diri. Fungsi gen ini untuk mencegah agar sel tak membelah diri secara liar dan tidak terkontrol.

Namun, perubahan DNA pada gen ini menyebabkan gen pengatur pembelahan sel tak berfungsi. Alahasil, sel-sel mata membelah diri tanpa terkendali. Selain itu, ada pula beberapa kondisi yang terkait dengan kanker mata, yaitu:

  • Warna mata yang lebih terang, seperti hijau, biru, atau abu. Pasalnya, mata yang lebih terang memiliki lebih sedikit pigmen untuk melindungi dari sinar UV berbahaya.

  • Kulit putih lebih sensitif terhadap cahaya matahari dan dapat menyebabkan jenis kanker lainnya yang dapat menyebar ke mata.

  • Tahi lalat yang bersifat kanker.

  • Paparan sinar matahari.

  • Kondisi turunan akibat perubahan DNA yang dapat menyebabkan kanker mata.

Baca juga: Benarkah Paparan Sinar Ultraviolet Matahari Picu Kanker Mata?

Di samping mutasi gen dan hal-hal di atas, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan seseorang terserang kanker mata. Misalnya:

  • Jenis kelamin pria dengan kanker mata sedikit lebih banyak dibanding wanita.

  • Ras berkulit putih lebih mudah terkena dibanding berkulit hitam atau orang Asia.

  • Kondisi dengan banyak tahi lalat yang abnormal pada kulit atau bercak pada mata.

  • Terkena paparan sinar matahari atau zat kimia.

  • Usia paling banyak adalah 55 tahun dan jarang terjadi pada anak-anak.

  • Kondisi kesehatan lainnya, seperti melanositosis okulodermal (pigmentasi mata), nevi (bercak atau tahi lalat pada mata), atau dysplastic nevus syndrome.

  • Riwayat penyakit keturunan seperti melanoma.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!