• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Perawatan Luka Kecelakaan di Rumah Tangga

Ketahui Perawatan Luka Kecelakaan di Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Perawatan Luka Kecelakaan di Rumah Tangga

Ada berbagai kecelakaan di rumah tangga bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Misalnya, terjatuh, luka bakar, atau luka tergores. Luka perlu dirawat secepatnya untuk mencegah terjadinya infeksi. Moist wound healing adalah metode baru perawatan luka yang bekerja dengan cara menciptakan lingkungan lembap untuk mempercepat penyembuhan luka. Burnazin plus merupakan krim yang bisa menyembuhkan luka dengan cepat dengan metode moist wound healing.”

Halodoc, Jakarta – “Home sweet home”, tidak ada tempat yang lebih aman dan nyaman selain di rumah.  Apalagi selama masa pandemi, kita dianjurkan untuk berada di rumah saja agar terhindar dari penularan virus corona yang masih mengintai sampai saat ini.

Namun, kamu dianjurkan untuk tetap berhati-hati selama berada di rumah. Pasalnya, ada berbagai kecelakaan rumah tangga yang bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja, termasuk anak-anak. Seperti, luka tergores, luka bakar, berdarah akibat terjatuh, dan lain-lain.

Sebagian besar luka akibat kecelakaan di rumah tangga bersifat ringan, yang artinya kamu bisa mengobatinya sendiri di rumah tanpa perlu menemui dokter. Namun, kamu perlu menyediakan obat-obatan penting di dalam kotak P3K di rumah agar kamu bisa merawat luka dengan baik. Ketahui cara merawat luka akibat kecelakaan rumah tangga di sini.

Kecelakaan yang Umum di Rumah Tangga 

Berikut ini beberapa kecelakaan yang paling sering terjadi di rumah tangga yang perlu kamu waspadai:

  • Tergelincir, Tersandung, dan Terjatuh

Bukan hanya menimbulkan rasa malu, terpeleset, tersandung atau terjatuh juga bisa menyebabkan luka berdarah atau memar yang menyakitkan. Bahkan, kecelakaan tersebut juga bisa menyebabkan kondisi yang lebih serius, seperti patah tulang.

Oleh karena itu, pastikan kamu tidak meninggalkan barang-barang berserakan di lantai, seperti mainan anak-anak, dan juga memperbaiki lantai atau permukaan yang bergelombang untuk mencegah kecelakaan rumah tangga ini terjadi.

Baca juga: Alasan Terjatuh di Kamar Mandi bisa Berakibat Fatal

  • Luka Bakar

Luka bakar adalah kecelakaan yang paling umum terjadi di dapur. Misalnya, saat kamu tidak sengaja memegang peralatan masak yang panas, seperti panci panas di atas kompor atau mengeluarkan loyang kue dari oven.

Terciprat minyak panas atau tersiram air mendidih saat memasak juga bisa menyebabkan luka bakar. Mengingat ada banyak peralatan masak panas yang berbahaya, kamu dianjurkan untuk menjauhkan anak-anak dari dapur saat sedang memasak. 

Selain peralatan masak, barang-barang lainnya yang mengeluarkan panas, seperti pelurus rambut, korek api, kompor dan lain-lain, juga perlu diperhatikan.

Simpan barang-barang tersebut dari jangkauan anak-anak dan tutupi dengan pelindung. Jangan tinggalkan barang-barang tersebut dalam keadaan menyala, segera matikan bila sudah tidak digunakan.

  • Luka Akibat Terpotong atau Tergores

Pecahan beling dari piring yang terjatuh, pisau, gunting, atau benda tajam lainnya bisa menyebabkan luka berdarah yang serius. Karena itu, bila kamu tidak sengaja memecahkan sesuatu, pastikan kamu segera membersihkannya dengan cermat. Bila perlu, gunakan penyedot debu agar tidak ada pecahan beling kecil yang tersisa.

Bahaya Membiarkan Luka Tidak Dirawat dengan Baik

Luka yang terjadi di rumah tangga tergolong luka akut, karena terjadi akibat kecelakaan yang tidak disengaja. Jenis luka ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya, tanpa perawatan khusus dan intensif. Meski begitu, luka akibat kecelakaan di rumah tetap tidak boleh disepelekan karena bisa menyebabkan komplikasi bila tidak ditangani dengan baik.

Komplikasi utama bila luka rumah tangga tidak ditangani dengan baik adalah infeksi. Kamu akan mengalami infeksi bila luka mengeluarkan nanah kental berwarna hijau, kuning, atau cokelat, atau disertai dengan bau busuk. 

Gejala-gejala, seperti demam tinggi dan luka yang tidak kunjung sembuh, juga bisa menjadi pertanda infeksi. Bila sudah terinfeksi, luka bisa menyebabkan kondisi serius, seperti penyakit osteomyelitis atau radang tulang yang disebabkan oleh infeksi, infeksi jaringan bawah kulit, dan selulitis. Oleh karena itu, penting untuk segera merawat luka dengan baik agar infeksi tidak terjadi.

Baca juga: Awas, Jangan Bersihkan Luka dengan Alkohol

Perawatan Luka di rumah dengan metode Moist Wound Healing

Perawatan luka di rumah bisa dilakukan dengan menggunakan metode moist wound healing. Moist wound healing merupakan metode perawatan luka secara modern menggunakan variasi zat dan balutan luka untuk mencapai kondisi luka yang lembap. Metode ini diperkenalkan oleh George D. Winter di tahun 1960-an, dan mulai dikembangkan tahun 2000an. 

Berdasarkan penelitian, menggunakan metode moist wound healing dapat mencapai penyembuhan luka lebih cepat dan lebih baik ketimbang metode konvensional.

Metode moist wound healing bertujuan agar menjaga kelembapan luka, karena dalam kondisi lembap, risiko infeksi lebih minimal, nyeri lebih minimal dan penyembuhan luka lebih cepat terjadi. 

Kondisi lembap dapat diciptakan dengan bantuan zat topical dan balutan luka modern. Zat topical yang dapat digunakan antara lain adalah Hyaluronic Acid.

Hyaluronic acid memiliki efek menciptakan sekaligus mempertahankan kelembapan di area luka dan sekitarnya sehingga membantu proses penyembuhan. 

Sedangkan untuk mengatasi maupun mencegah infeksi bakteri pada luka dapat digunakan zat topical seperti Silver Sulfadiazine. Kedua zat ini dapat ditemukan pada Burnazin Plus, krim luka untuk lesi kulit yang beresiko tinggi terkena infeksi, untuk memberikan kondisi lembap, bebas mikroba dan mempercepat penyembuhan luka

Burnazin Plus adalah obat berbentuk krim yang mengandung kombinasi dua zat aktif, yaitu  Hyaluronic Acid (HA) dan Silver Sulfadiazine (SSD) yang baik untuk menyembuhkan luka.

Kandungan HA pada Burnazin Plus bisa menciptakan kondisi lembap untuk mempercepat penyembuhan luka, sedangkan SSD adalah antimikroba spektrum luas yang bermanfaat untuk mencegah infeksi pada luka. 

Temuan dalam penelitian mengonfirmasi bahwa hubungan dua senyawa tersebut dalam pengobatan topikal mampu secara signifikan mempercepat penyembuhan luka dan pengurangan edema lokal yang terjadi segera setelah cedera. 

Selain mampu mempercepat penyembuhan luka, kandungan HA dalam Burnazin Plus juga sesuai dengan jaringan normal tubuh (biokompatibilitas), mudah diserap oleh tubuh (biodegradable) dan tidak menimbulkan reaksi penolakan dari dalam tubuh (non-imunogenik).

Baca juga: Ini 3 Cara Ampuh Atasi Luka Agar Sembuh Lebih Cepat

Jadi, selalu sediakan Burnazin Plus dalam kotak P3K kamu di rumah untuk membantu penyembuhan luka bila kecelakaan rumah tangga terjadi sewaktu-waktu. Kamu bisa cek Burnazin Plus yang kamu butuhkan di aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Family Doctor. Diakses pada 2021. How to Treat Common Household Injuries.
Shark. Diakses pada 2021. 7 Common Household Accidents and How to Avoid Them.
Healthline. Diakses pada 2021. Open Wound.
Research Gate. Diakses pada 2021. Topical treatment of partial thickness burns by silver sulfadiazine plus hyaluronic acid compared to silver sulfadiazine alone: A double-blind, clinical study.