Ketahui Posisi Tidur yang Tepat untuk Pengidap OSA

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Posisi Tidur yang Tepat untuk Pengidap OSA

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar gangguan tidur berupa obstructive sleep apnea (OSA). Penyakit ini merupakan gangguan tidur yang akan membuat seseorang berhenti bernapas untuk sementara saat tertidur. OSA sendiri masuk ke dalam dua jenis utama dari sleep apnea.

Gangguan tidur yang satu ini ditandai dengan adanya obstruksi jalan napas yang menyebabkan napas berhenti sesaat, baik secara total maupun parsial. Akibatnya, pengidap akan kekurangan oksigen dan berkali-kali terjaga, bahkan terbangun karena merasa tercekik.

Gangguan ini bisa saja terjadi sampai 30 kali dalam satu jam saat tertidur di malam hari. Nah, hal inilah yang bakal membuat kualitas tidur pengidapnya menurun, sehingga tubuh tak cukup memiliki energi dan produktif di hari berikutnya.

Nah, bagaimana sih cara mengatasi gangguan tidur ini? Benarkah posisi tidur tertentu bisa membantu untuk mengatasi obstructive sleep apnea

Baca juga: Gangguan Tidur Sleep Apnea, Bisa Sebabkan Penyakit Jantung dan Stroke

Ada Sederet Gejala

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, tak ada salahnya untuk berkenalan dulu dengan gejalanya. Pengidap obstructive sleep apnea bisa mengalami beberapa keluhan, seperti:

  1. Mulut terasa kering dan sakit tenggorokan saat terbangun.

  2. Konsentrasi terganggu.

  3. Tersedak, atau terengah-engah saat tidur.

  4. Depresi.

  5. Sakit kepala di siang hari.

  6. Hipertensi.

  7. Daya ingat menurun.

  8. Mengantuk.

  9. Kelelahan, mengantuk sepanjang hari.

  10. Kepribadian berubah.

  11. Mendengkur dengan keras dalam waktu lama hampir tiap harinya.

Yang perlu ditegaskan, bisa saja ada tanda obstructive sleep apnea lainnya yang tak disebutkan di atas. Maka dari itu, cobalah diskusikan dengan dokter bila mengalami gejala-gejala di atas

Baca juga:  Susah Tidur? Ini yang Perlu Dilakukan

Pengaruh Posisi Tidur

Sebenarnya amat penting untuk menemukan posisi tidur yang sesuai dengan kebutuhan kita, apalagi bila mengalami suatu kondisi kesehatan tertentu. Menurut seorang dokter tidur dari the Spectrum Health Medical Group in Grand Rapids, Jason Coles, MD, jika seseorang mendengkur atau mengidap sleep apnea, maka lebih baik untuk tidur dengan posisi menyamping.

Meski terdengarnya sederhana, tapi tindakan ini (tidur dengan posisi menyamping) akan membantu menjaga jalan napas tetap terbuka. Ingat, mendengkur dan sleep apnea cenderung menjadi lebih buruk ketika kita tidur telentang.

Bahkan, menurut sebuah penelitian di The Massachusetts General Hospital, Boston, Amerika Serikat, menemukan bahwa ketika orang yang mengidap sleep apnea tidur terlentang, maka 60 persen dari mereka mengalami dua kali lipat kondisi lebih buruk dalam pernapasan. Karena itu, cobalah untuk tidak tidur terlentang, tapi tidur dalam posisi miring (menghadap ke kanan atau ke kiri)

Selain itu, cobalah beberapa hal di bawah ini untuk mengurangi gejala dari obstructive sleep apnea:

  • Berolahragalah secara teratur.

  • Konsumsi alkohol secukupnya atau tidak sama sekali, dan jangan minum beberapa jam sebelum tidur.

  • Kurangilah bobot tubuh jika merasa kelebihan berat badan.

  • Berhentilah merokok.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!