21 February 2019

Ketahui Prosedur dan Pentingnya Imunisasi MR untuk Anak

Ketahui Prosedur dan Pentingnya Imunisasi MR untuk Anak

Halodoc, Jakarta - Campak dan rubella (campak Jerman) adalah penyakit yang cukup berbahaya dan rentan menyerang anak karena mudah menular. Jenis penyakit ini sayangnya tidak ada pengobatannya, tetapi penyakit ini bisa dicegah. Cara untuk mencegah penularan penyakit ini bisa memberikan kepada anak imunisasi MR (Measles and Rubella). Baik itu campak maupun campak biasa masih sering terjadi pada anak-anak, apalagi jika campak Jerman terjadi pada ibu hamil.

Dibutuhkan perhatian ekstra untuk merawat dan mengobatinya, sebab jika tidak ditangani dengan tepat campak Jerman dapat menyebabkan keguguran, kematian bayi dalam kandungan, hingga kelainan bawaan pada bayi.

Di Indonesia, imunisasi MR adalah agenda yang menjadi perhatian Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Kampanye Imunisasi MR dilaksanakan dalam dua fase, pada Agustus-September 2017 dan bulan yang sama pada tahun 2018.

Kegiatan imunisasi ini dilakukan secara massal dengan tujuan memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Campak dan rubella tidak langsung menyebabkan kematian, tetapi bisa menyebabkan cacat yang parah seperti kebutaan hingga tuli. Oleh karena itu, penting untuk memberikan anak imunisasi MR.

Baca Juga: Bukan Cuma Anak-Anak, Ini "Imunisasi" untuk Orang Dewasa

Prosedur Pemberian Imunisasi MR

Hal yang pertama kali harus kamu ketahui adalah pemberian vaksin MR ini aman untuk digunakan dan sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Vaksin ini telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia, jadi tidak ada alasan bagi para orangtua untuk menolak memberikan anaknya vaksin.

Usia anak yang perlu menerima vaksin MR adalah 9 bulan sampai 15 tahun. Jika bulan lalu anak sudah diimunisasi, maka ia bisa mendapatkannya kembali tahun depan. Beberapa anak merasakan reaksi demam ringan, ruam, dan nyeri yang sebetulnya biasa.

Hanya saja orangtua tetap wajib waspada jika gejala semakin memburuk. Jika anak dalam kondisi saat berat seperti demam tinggi, sebaiknya tunda pemberian imunisasi MR.

Jika anak hanya menunjukkan gejala ringan, sebaiknya orangtua menanyakannya terlebih dahulu pada dokter apakah ia diperbolehkan menerima vaksin atau tidak. Selain itu, untuk mewaspadai terjadinya komplikasi efek samping vaksin rubella-campak (vaksin MR) yang tidak diinginkan, sebaiknya jangan dulu memberikan suntik MR pada orang-orang dengan kondisi seperti berikut:

Anak atau orang dewasa yang melakukan radioterapi atau konsumsi obat tertentu seperti kortikosteroid dan imunosupresan.

  • Ibu hamil (namun wanita yang berencana hamil disarankan untuk imunisasi MR).

  • Leukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya.

  • Kelainan fungsi ginjal berat.

  • Setelah transfusi darah.

  • Riwayat alergi terhadap komponen vaksin (neomycin).

  • Selain itu, pemberian vaksin MR ditunda jika pasien sedang mengalami demam, batuk-pilek, atau diare (dalam kondisi yang tidak sehat).

Baca Juga: Kata Dokter: Trik Kenali Vaksin Palsu untuk Si Kecil

Jadi, kamu jangan lupa melakukan vaksin atau imunisasi mengikuti apa yang disarankan pemerintah, supaya tubuh senantiasa sehat dan bebas penyakit menular. Namun, kamu sebaiknya bertanya dahulu jenis vaksin apa saja yang perlu dilakukan. Supaya lebih mudah, pakai saja aplikasi Halodoc untuk bicara dengan dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Ingin tahu lebih banyak? Yuk segera download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play.