• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Prosedur Pemeriksaan pada Korban Kekerasan Seksual
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Prosedur Pemeriksaan pada Korban Kekerasan Seksual

Ketahui Prosedur Pemeriksaan pada Korban Kekerasan Seksual

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 Agustus 2022

“Pada korban kekerasan seksual, ada rangkaian prosedur pemeriksaan yang perlu dilakukan. Hal ini guna memastikan pelaku yang melakukannya agar bisa mendapatkan jeratan hukum.”

Ketahui Prosedur Pemeriksaan pada Korban Kekerasan SeksualKetahui Prosedur Pemeriksaan pada Korban Kekerasan Seksual

Halodoc, Jakarta – Kekerasan seksual adalah perbuatan menghina, melecehkan, hingga menyerang tubuh dan/atau alat kelamin seseorang. Kejadian ini dapat membuat korban mengalami gangguan, baik secara psikis dan/atau fisik. Jika dibiarkan, skan berujung trauma seumur hidup yang membahayakan hidupnya.

Untuk korban kekerasan seksual, pemeriksaan mencari barang bukti dari hasil kejahatan pelaku perlu dilakukan. Bukti ini dapat digunakan untuk menguatkan jika tindakan pelaku benar adanya di pengadilan.

Prosedur Pemeriksaan Korban Kekerasan Seksual

Terkait penanganan medis, pelayan kesehatan perlu membantu korban dalam mengatasi perasaan tidak berdaya. Hal ini bisa terjadi akibat kekerasan yang dialami oleh pelaku. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan memperhatikan aspek ini:

  • Dilakukan setelah korban tenang.
  • Didampingi oleh keluarga/orang terdekat.
  • Didampingi perawat/bidan yang memberikan dukungan mental pada korban.

Selain itu, pemeriksaan dilakukan dengan hati-hati dan mengedepankan kondisi mental korban. Pastikan juga untuk melakukan informed consent sebelum pemeriksaan fisik dilakukan. Sebagai korban atau pendamping, penting untuk tahu pengertian informed consent, proses, tujuan, hingga risiko dari pemeriksaannya.

Langkah-langkah pemeriksaan fisik secara umum, yaitu:

  • Kondisi secara umum.
  • Lengan atas, lengan bawah, serta tangan.
  • Muka, telinga, bibir.
  • Kepala dan leher.
  • Payudara.
  • Perut.
  • Paha dan kaki.
  • Pinggang dan pantat.

Hal ini untuk memperhatikan jika terdapat luka atau memar yang disebabkan peristiwa tersebut. Tanda-tanda perlawanan juga perlu dipastikan, seperti gigitan, cakaran, dan lainnya. Pemeriksaan adanya jeratan pada tangan atau kaki juga diperlukan.

Pemeriksaan Barang Bukti Medis

Ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebagai barang bukti terkait medis, yaitu:

1. Sperma yang menempel

Sperma yang ada pada tubuh korban dapat menjadi bukti jika persetubuhan terjadi. Hal ini juga dapat membuktikan identitas pelaku, dengan cara memeriksa DNA dari sampel darah tersangka.

2. Rambut kepala

Jika terdapat sisa-sisa rambut pada tubuh korban, pemeriksaan DNA bisa dilakukan pada rambut tersebut. Bisa dipastikan jika rambut tersebut dimiliki oleh pelaku atau bukan dengan tes DNA.

3. Darah

Umumnya, korban akan melawan saat mendapatkan serangan terkait seksual, seperti mencakar. Adanya sisa darah pada kuku korban bisa menjadi pembuktian identitas pelaku, bahkan sebagai bukti di pengadilan.

4. Rambut kelamin

Jika terdapat sisa rambut kemaluan pada rambut korban, pembuktian dengan pemeriksaan DNA bisa dilakukan. Pemilik dari rambut tersebut, yang juga pelaku, bisa ditemukan sebagai seseorang yang melakukan kekerasan seksual.

Pemeriksaan Penunjang Korban Kekerasan Seksual

Ada beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan, seperti:

  • Rontgen dan USG apabila tersedia.
  • Pemeriksaan laboratorium, seperti darah dan urin, skrining penyakit kelamin (swab vagina), pemeriksaan untuk deteksi adanya sperma, dan tes kehamilan jika ada kemungkinan hal tersebut terjadi.

Itulah pembahasan mengenai prosedur pemeriksaan pada korban kekerasan seksual. Penting untuk diketahui semua orang, terutama seseorang yang sedang membantu dalam proses pemeriksaan untuk orang yang dikenalnya.

Jika memiliki pertanyaan terkait pemeriksaan terhadap korban kekerasan seksual, fitur tanya dokter bisa digunakan untuk mendapatkan jawaban dari ahlinya. Dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa dilakukan dengan penggunaan smartphone. Maka dari itu, gunakan aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Obstetri dan Ginekologi UGM. Diakses pada 2022. Prosedur Pemeriksaan Medis dan Pengumpulan
Bukti Medis Kekerasan pada Perempuan.
Jurnal Kedokteran Diponegoro. Diakses pada 2022. Aspek Medis pada Kasus Kejahatan Seksual.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Diakses pada 2022. Apa itu kekerasan seksual?