29 November 2018

Ketahui Tinnitus yang Menyebabkan Telinga Sering Berdengung

Ketahui Tinnitus yang Menyebabkan Telinga Sering Berdengung

Halodoc, Jakarta - Tinnitus merupakan kondisi ketika telinga terasa seperti mengeluarkan dengungan. Tinnitus bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari suatu gangguan kesehatan, seperti cedera telinga, gangguan pada sistem sirkulasi tubuh, atau menurunnya fungsi pendengaran yang kerap muncul ketika bertambahnya usia. Meski lebih umum dialami oleh orang berusia di atas 65 tahun, kondisi ini juga bisa dialami oleh semua orang dari segala kalangan usia.

Tinnitus umumnya ditandai dengan dengungan pada telinga. Pada beberapa kasus, bunyi yang muncul dapat berupa desisan atau pun siulan. Bunyi tersebut dapat terdengar pada salah satu maupun kedua telinga. Namun, bunyi yang terdengar oleh pengidap tinnitus hanya bisa didengar oleh pengidapnya.

Sebagian besar tinnitus yang tidak disertai gejala-gejala lainnya biasanya bukanlah kondisi serius, dan bisa membaik dengan sendirinya. Meski begitu, pemeriksaan medis pada dokter THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan), tetap perlu dilakukan untuk mendeteksi apakah ada gangguan kesehatan lainnya. Terutama jika kondisi yang dialami adalah sebagai berikut:

  • Bunyi tersebut mengganggu ketenangan atau aktivitas sehari-hari, misalnya menjadi sulit tidur atau mengalami depresi.

  • Tinnitus muncul setelah kita mengalami infeksi pada saluran pernapasan atas (misalnya flu), dan tidak kunjung membaik dalam kurun waktu 7 hari.

  • Tinnitus disertai dengan pusing atau kehilangan pendengaran.

Apa yang Menjadi Penyebabnya?

Tinnitus dapat terjadi karena berbagai hal. Bahkan, penyebabnya pun terkadang sulit diketahui dengan pasti. Namun, beberapa hal berikut diduga menjadi faktor penyebab umum yang melatarbelakangi terjadinya tinnitus:

1. Kerusakan pada Telinga Bagian Dalam

Adanya kerusakan pada telinga bagian dalam merupakan penyebab dari sebagian besar kasus tinnitus. Pada kondisi normal, suara yang masuk ke telinga akan dikirim ke otak oleh saraf-saraf pendengaran setelah sebelumnya melalui suatu rongga berbentuk spiral yang disebut koklea. Jika terjadi kerusakan pada koklea, proses penghantaran gelombang suara akan terputus dan otak akan terus mencari sinyal dari koklea yang tersisa, sehingga menyebabkan bunyi berdengung pada telinga.

2. Lanjut Usia

Ada banyak fungsi tubuh yang mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Salah satunya adalah fungsi pendengaran. Kepekaan saraf pendengaran akan berkurang seiring bertambahnya umur, sehingga kualitas pendengaran pun akan menurun.

3. Paparan Suara atau Bunyi Nyaring

Kebiasaan mendengarkan musik terlalu keras atau berada di tempat yang bising dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya tinnitus. Pada kasus yang ringan, telinga berdengung yang disebabkan oleh paparan suara nyaring biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika kondisi ini terjadi berulang atau terus-menerus dalam jangka panjang, akan berpotensi menimbulkan kerusakan pendengaran permanen.

4. Penumpukan Kotoran Telinga

Kotoran telinga yang tak pernah dibersihkan akan menumpuk, mengeras, dan menghalangi saluran pendengaran. Selain itu, kotoran yang menumpuk juga dapat memicu iritasi pada gendang telinga, akibat adanya pertumbuhan bakteri.

Itu lah sedikit penjelasan tentang tinnitus dan hal-hal yang dapat menyebabkannya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal kondisi ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: