Ad Placeholder Image

Kok Lemas Terus? Awas, Itu Tanda Kurang Gula Lho!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Pusing, Gemetar? Itu Tanda Kurang Gula Lho!

Kok Lemas Terus? Awas, Itu Tanda Kurang Gula Lho!Kok Lemas Terus? Awas, Itu Tanda Kurang Gula Lho!

Tanda Kurang Gula (Hipoglikemia): Kenali Gejala dan Penanganannya

Kadar gula darah yang terlalu rendah, atau dikenal sebagai hipoglikemia, merupakan kondisi serius yang membutuhkan perhatian. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan glukosa, sumber energi utama bagi sel-sel, terutama otak. Mengenali tanda kurang gula sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.

Apa Itu Hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar gula (glukosa) dalam darah turun di bawah batas normal, umumnya di bawah 70 mg/dL. Glukosa berfungsi sebagai bahan bakar utama bagi tubuh untuk menjalankan fungsinya, sehingga ketika kekurangan, berbagai sistem tubuh akan terganggu. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, meskipun lebih sering dialami oleh penderita diabetes.

Tanda dan Gejala Kurang Gula (Hipoglikemia)

Gejala hipoglikemia dapat bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung pada seberapa rendah kadar gula darah dan berapa lama kondisi tersebut berlangsung. Penting untuk segera bertindak saat merasakan gejala ini.

Gejala Ringan hingga Sedang

Pada tahap awal, tubuh akan menunjukkan tanda-tanda kekurangan energi yang khas. Gejala ini sering kali merupakan respons tubuh untuk meningkatkan kadar gula darah.

  • Pusing atau Sakit Kepala: Otak tidak mendapatkan cukup glukosa.
  • Gemetar (Tremor): Sistem saraf merespons dengan melepaskan hormon yang menyebabkan tubuh gemetar.
  • Keringat Dingin: Tubuh bereaksi terhadap stres akibat penurunan gula darah.
  • Lemas atau Tidak Bertenaga: Kurangnya energi dari glukosa membuat tubuh terasa letih.
  • Lapar Berlebihan: Tubuh secara alami memicu rasa lapar untuk mendapatkan asupan glukosa.
  • Jantung Berdebar: Peningkatan aktivitas jantung sebagai respons terhadap stres.
  • Pucat: Penurunan aliran darah ke kulit.
  • Mual: Perubahan metabolisme tubuh dapat memicu rasa tidak nyaman di perut.
  • Kesemutan: Terutama di area mulut dan bibir, bisa menjadi tanda gangguan saraf ringan.
  • Mudah Marah atau Cemas: Perubahan suasana hati akibat ketidakseimbangan kimiawi di otak.
  • Sulit Konsentrasi: Fungsi kognitif menurun karena otak kekurangan energi.
  • Penglihatan Kabur: Gangguan sementara pada penglihatan.
  • Gelisah: Perasaan tidak nyaman dan agitasi.

Gejala Berat

Jika kadar gula darah terus menurun dan tidak ditangani, gejala dapat berkembang menjadi lebih serius dan mengancam jiwa. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.

  • Kebingungan atau Disorientasi: Kesulitan mengenali tempat atau orang.
  • Bicara Melantur: Pola bicara menjadi tidak jelas atau tidak koheren.
  • Kejang: Aktivitas listrik abnormal di otak akibat kekurangan glukosa.
  • Pingsan: Kehilangan kesadaran total.

Penyebab Kurang Gula Darah

Beberapa faktor dapat memicu hipoglikemia. Pada penderita diabetes, penyebab umum meliputi penggunaan insulin atau obat penurun gula darah yang berlebihan, melewatkan waktu makan, atau melakukan aktivitas fisik berat tanpa penyesuaian asupan. Pada non-diabetes, hipoglikemia dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan, tumor pankreas (insulinoma), gangguan hormon, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Penanganan Awal saat Terjadi Hipoglikemia

Ketika seseorang mengalami tanda kurang gula, penanganan cepat sangat penting. Langkah pertama adalah segera mengonsumsi 15-20 gram karbohidrat sederhana. Contohnya meliputi tiga hingga empat tablet glukosa, setengah cangkir jus buah, setengah cangkir minuman bersoda biasa (non-diet), atau satu sendok makan gula pasir atau madu. Setelah 15 menit, periksa kembali kadar gula darah. Jika masih rendah, ulangi proses ini. Jika gejala tidak membaik atau memburuk, segera cari bantuan medis.

Pencegahan Hipoglikemia

Mencegah hipoglikemia lebih baik daripada mengobati. Beberapa strategi pencegahan meliputi makan secara teratur sesuai jadwal, tidak melewatkan waktu makan, memantau kadar gula darah secara rutin, menyesuaikan dosis obat diabetes sesuai anjuran dokter, dan mengonsumsi makanan ringan sebelum atau selama aktivitas fisik berat. Selain itu, hindari konsumsi alkohol berlebihan, terutama saat perut kosong.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala hipoglikemia yang sering atau berat, atau jika seseorang tidak merespons penanganan awal, segera cari bantuan medis. Kondisi ini bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang mendasari dan memerlukan evaluasi lebih lanjut. Tim medis dapat memberikan diagnosis akurat dan rencana penanganan yang tepat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai tanda kurang gula atau kondisi kesehatan lainnya, segera konsultasikan dengan dokter melalui Halodoc. Platform Halodoc menyediakan akses mudah untuk berbicara dengan dokter ahli, mendapatkan resep, serta membeli obat atau vitamin yang dibutuhkan.