• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Konsumsi Makanan Kurang Matang Sebabkan Tipes?

Konsumsi Makanan Kurang Matang Sebabkan Tipes?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Penyakit tipes dapat disebabkan oleh mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Jadi, sakit tipes tidak selalu dipicu oleh konsumsi makanan yang kurang matang. Bakteri Salmonella typhi adalah pemicu tipes. 

Data kesehatan yang dipublikasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention, disebutkan kalau salmonella biasanya ditemukan di banyak makanan, termasuk daging sapi, ayam, telur, buah-buahan, babi, kecambah, sayuran, bahkan makanan olahan. Informasi selengkapnya mengenai interaksi makanan dan tipes bisa dibaca di bawah ini!

Tipes dan Makanan

Lebih lanjut penjelasan mengenai tipes dan makanan, orang yang terinfeksi membawa bakteri dalam saluran usus dan darah mereka. Bakteri ditularkan ketika makanan yang terinfeksi dimakan atau seseorang tanpa sengaja menyentuh makanan yang sudah terkontaminasi dari orang lain yang kena tipes. 

Baca juga: Bukan Instan, Ini Makanan Sehat yang Tahan Lama

Itulah alasan kenapa mempraktikkan hidup bersih sangat penting. Dimulai dari mengolah makanan sampai cara kita mengonsumsi makan tersebut. Berikut ini rekomendasi yang sebaiknya diperhatikan terkait menghindari infeksi tipes dari makanan:

  1. Cuci tangan dengan air sabun hangat selama 20 detik sebelum dan sesudah memegang telur mentah, atau daging mentah, unggas, ataupun makanan laut lainnya.

  2. Cuci peralatan, talenan, piring, dan meja dengan air panas bersabun setelah menyiapkan setiap makanan dan sebelum kamu melanjutkan untuk menyiapkan makanan berikutnya.

  3. Jangan mencuci unggas mentah, daging, dan telur sebelum dimasak. Kuman dapat menyebar ke makanan lain, peralatan, dan permukaan lainnya.

  4. Perhatikan sanitasi serta kebersihan kotak tempat kamu menyimpan makanan.

  5. Simpan daging mentah, unggas, makanan laut, dan telur terpisah dari makanan lain di keranjang belanjaan dan di lemari es. Simpan telur dalam karton asli dan simpan di bagian tengah kulkas, bukan area yang sering disinggahi. 

  6. Gunakan talenan dan piring terpisah untuk produk dan untuk daging mentah, unggas, makanan laut, dan telur.

  7. Jangan pernah meletakkan makanan yang dimasak di atas piring yang sebelumnya berisi daging mentah, unggas, makanan laut, atau telur.

Informasi lebih detail mengenai makanan dan tipes, bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik.  Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Gejala Tipes yang Perlu Diketahui

Gejala tipes umumnya muncul sekitar satu hingga tiga minggu setelah seseorang terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhi. Gejala-gejala yang menjadi ciri penyakit ini meliputi:

  1. Sakit kepala,
  2. Kelelahan,
  3. Demam tinggi,
  4. Perut bengkak,
  5. Kurang nafsu makan,
  6. Penurunan berat badan,
  7. Kebingungan.

Selama dalam perawatan dan penanganan, pengidap tipes disarankan untuk mengonsumsi banyak cairan terutama air putih hangat. Ini membantu mencegah dehidrasi akibat demam dan diare yang berkepanjangan. Jika mengalami dehidrasi parah akibat tipes, kamu membutuhkan cairan tambahan melalui vena (intravena).

Baca juga: Bau Badan pada Remaja, Orangtua Wajib Ajarkan Ini

Untuk orangtua yang memiliki balita, sangat penting untuk menerapkan kebersihan kepada anak-anak untuk mencegah terinfeksi bakteri berbahaya yang bisa saja diperoleh dari keseharian anak-anak. Misalnya, anak menyentuh area kotor yang ternyata terkontaminasi, memasukkan tangan yang kotor ke mulut, dan lain-lain.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Salmonella and Food.
MedLife. Diakses pada 2020. Foods for Typhoid: What to Eat and What to Avoid.