Ad Placeholder Image

Kurang Gizi: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Februari 2026

Kurang Gizi: Kenali Gejala & Cara Mengatasinya!

Kurang Gizi: Kenali Gejala dan Cara MengatasinyaKurang Gizi: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Pengertian Kurang Gizi (Malnutrisi)

Kurang gizi atau malnutrisi adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsi dasarnya. Kondisi ini muncul akibat kekurangan kalori, protein, vitamin, dan mineral dalam jangka waktu yang lama. Ketidakseimbangan nutrisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan, kesehatan fisik, dan suasana hati secara signifikan.

Tubuh memerlukan berbagai nutrisi untuk memproduksi energi, memelihara jaringan, dan mengatur proses tubuh. Ketika pasokan nutrisi terhambat, tubuh mulai memecah jaringan lemak dan otot untuk bertahan hidup. Hal ini menyebabkan penurunan berat badan yang ekstrem (wasting) dan pada anak-anak dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan tinggi badan (stunting).

Kondisi ini dapat menimpa siapa saja, namun kelompok tertentu seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit kronis memiliki risiko lebih tinggi. Penanganan yang terlambat dapat berujung pada gangguan fungsi organ tubuh hingga komplikasi kesehatan yang fatal. Oleh karena itu, pemahaman mengenai gejala dan penanganan dini sangatlah krusial.

Tanda dan Gejala Klinis Kurang Gizi

Gejala kurang gizi sering kali berkembang secara bertahap, namun tanda fisiknya bisa terlihat jelas seiring memburuknya defisiensi nutrisi. Indikator paling utama adalah perubahan signifikan pada berat badan dan komposisi tubuh. Berikut adalah gejala umum yang sering muncul:

  • Berat badan rendah: Seseorang dianggap mengalami kurang gizi jika Indeks Massa Tubuh (IMT) berada di bawah angka 18,5 kg/m².
  • Penurunan massa otot dan lemak: Tubuh terlihat kurus, tulang menonjol, dan kulit terlihat kendur.
  • Kelelahan kronis: Perasaan lemas terus-menerus dan kesulitan berkonsentrasi akibat kurangnya energi.
  • Penurunan nafsu makan: Hilangnya keinginan untuk makan atau minum, yang sering memperburuk kondisi.
  • Masalah kulit dan rambut: Kulit menjadi kering, pucat, dan mudah memar, sementara rambut menjadi kering, tipis, atau rontok.
  • Penyembuhan luka lambat: Luka gores atau infeksi membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh karena sistem imun melemah.

Penyebab Utama Kekurangan Nutrisi

Penyebab kurang gizi sangat kompleks dan tidak selalu berkaitan dengan ketersediaan makanan semata. Faktor medis, sosial, dan fisik dapat berperan dalam menghalangi tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Pemahaman akan penyebab ini penting untuk menentukan metode pengobatan yang tepat.

Salah satu penyebab utama adalah pola makan yang tidak seimbang atau asupan makanan yang sangat terbatas. Hal ini bisa disebabkan oleh ketidaktahuan mengenai nutrisi, kesulitan ekonomi, atau masalah gigi dan mulut yang menyulitkan proses mengunyah. Pada lansia, penurunan indra perasa dan penciuman juga sering menurunkan nafsu makan secara drastis.

Selain itu, gangguan penyerapan nutrisi (malabsorpsi) merupakan faktor medis yang signifikan. Kondisi seperti penyakit celiac, penyakit Crohn, atau diare kronis menyebabkan nutrisi dari makanan terbuang sebelum sempat diserap oleh tubuh. Gangguan kesehatan mental seperti depresi, demensia, anoreksia nervosa, atau bulimia juga sangat berpengaruh terhadap pola makan seseorang.

Prosedur Diagnosis Medis

Diagnosis kurang gizi dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan fisik dan evaluasi riwayat kesehatan. Dokter akan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai skrining awal untuk menentukan status gizi. Pengukuran lingkar lengan atas juga sering dilakukan, terutama pada anak-anak atau pasien yang tidak bisa berdiri untuk ditimbang.

Pemeriksaan darah laboratorium diperlukan untuk melihat kadar protein, vitamin, dan mineral secara spesifik. Tes ini membantu mendeteksi anemia, kekurangan albumin, atau defisiensi mikronutrien lainnya. Evaluasi fungsi organ seperti hati dan ginjal juga dilakukan untuk memastikan tidak ada komplikasi akibat malnutrisi.

Langkah Penanganan dan Pengobatan

Pengobatan kurang gizi bertujuan untuk mengembalikan status nutrisi normal dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Pendekatan yang dilakukan bergantung pada tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya. Intervensi gizi biasanya dilakukan secara bertahap untuk menghindari sindrom refeeding, yaitu gangguan metabolisme akibat pemberian nutrisi terlalu cepat.

Langkah awal meliputi penyusunan rencana makan yang kaya kalori dan protein. Ahli gizi sering menyarankan konsumsi porsi kecil namun sering, serta penambahan camilan padat nutrisi di antara waktu makan. Jika asupan oral tidak mencukupi, suplemen nutrisi cair mungkin diresepkan untuk menambah kalori harian.

Pada kasus yang parah atau jika terdapat gangguan penyerapan, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan. Pemberian nutrisi dapat dilakukan melalui selang makan (nasogastric tube) atau infus (nutrisi parenteral). Selain itu, pengobatan terhadap penyakit penyerta atau infeksi yang memperparah kondisi kurang gizi harus dilakukan secara bersamaan.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis

Kurang gizi adalah kondisi yang dapat dicegah dan diobati dengan perbaikan pola makan serta penanganan medis yang tepat. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral sangat dianjurkan. Pemantauan berat badan secara berkala juga penting untuk mendeteksi perubahan status gizi sejak dini.

Apabila ditemukan gejala seperti penurunan berat badan drastis, IMT di bawah 18,5, atau kelelahan yang tidak wajar, segera lakukan konsultasi medis. Pemeriksaan dini di fasilitas kesehatan atau melalui layanan dokter terpercaya seperti Halodoc dapat membantu menentukan strategi perbaikan gizi yang aman dan efektif sebelum terjadi komplikasi serius.