16 January 2019

Ibu, Lakukan 4 Hal Ini saat Anak Terkena Cacar Air

Ibu, Lakukan 4 Hal Ini saat Anak Terkena Cacar Air

Halodoc, Jakarta - Daya tahan tubuh yang belum terbentuk sempurna membuat anak-anak rentan terserang beragam penyakit. Salah satu penyakit yang kerap mengintai pada masa ini adalah cacar air. Meski orang dewasa juga dapat mengalami penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini, cacar air memang lebih banyak dialami oleh anak-anak, yaitu mereka yang berusia di bawah 12 tahun.

Seperti penyakit-penyakit lain yang umum menyerang anak-anak, cacar air juga dapat membuat ibu cemas. Terlebih, penyakit ini mudah dan cepat sekali menular, yaitu melalui percikan ludah atau dahak melalui udara, serta kontak langsung dengan ludah, dahak, atau cairan yang berasal dari ruam. Beberapa hal berikut perlu ibu lakukan, ketika anak terkena cacar air.

Baca juga: Ini Perbedaan Cacar pada Orang Dewasa dan Anak-Anak

1. Cegah Anak Menggaruk Ruam dan Bintil yang Muncul di Kulit

Rasa gatal yang muncul akibat ruam dan bintil pada permukaan kulit ketika terkena cacar air, memang membuat siapa saja tidak tahan untuk tidak menggaruknya. Apalagi jika cacar air dialami oleh anak-anak, mengontrol diri untuk tidak menggaruk tentu akan sulit. Padahal, menggaruk ruam dan bintil cacar air dapat menyebabkan infeksi kulit dan bekas luka, yang akan terbentuk setelah sembuh.

Oleh sebab itu, ibu perlu mencegah anak menggaruk kulitnya, dengan beberapa cara seperti:

  • Menggunting kuku anak.

  • Jika terjadi pada bayi, sebaiknya ibu selalu memakaikannya sarung tangan.

  • Memakaikan pakaian yang longgar dan lembut, agar kulit anak bisa bernapas dan tidak mudah tergores.

  • Gunakan losion calamine, krim pelembap, gel pendingin, atau obat antihistamin yang disebut chlorpheniramine untuk membantu mengurangi rasa gatal dan menenangkan kulit.

  • Mandikan anak dengan air hangat suam-suam kuku atau air dingin. Untuk melindungi bintil cacar agar tidak pecah, jangan gosok dengan handuk saat mengeringkan badan. Tepuk-tepuk perlahan tubuh sampai air menyerap kering.

Baca juga: Cara Mengatasi Cacar Air pada Bayi

2. Berikan Obat Demam atau Pereda Nyeri

Selain memunculkan ruam dan bintil, cacar air juga umumnya menimbulkan gejala lain seperti demam tinggi disertai rasa nyeri di seluruh tubuh. Untuk meredakan demam dan nyeri yang dialami Si Kecil, ibu bisa memberinya obat demam atau pereda nyeri, seperti paracetamol. Namun, sebelum memberikannya obat, jangan lupa untuk melakukan diskusi terlebih dahulu dengan dokter, untuk menentukan dosis yang tepat.

3. Perhatikan Asupan Makanan dan Air Putih

Jangankan cacar air, demam ringan saja kadang membuat Si Kecil lemas dan kehilangan selera makan. Ketika cacar, selain muncul pada permukaan kulit, bintil juga dapat muncul di dalam mulut dan tenggorokan. Menyebabkan rasa panas dan tidak nyaman ketika menelan makanan. Akibatnya, anak mungkin akan menolak ketika diberi makan ataupun minum.

Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan. Ketika anak tidak mau makan, ibu justru perlu memberi perhatian lebih dan memastikannya untuk makan dan minum dengan cukup, bagaimanapun caranya. Jika cacar air terjadi pada bayi, pastikan asupan susu dan ASI-nya cukup. Selain mencegah dehidrasi, pemberian air putih yang cukup juga dapat membantu proses penyembuhan cacar air.

Hindari memberikan anak makanan yang memiliki rasa kuat, seperti asin, asam, atau pedas, karena bisa membuat mulut terasa sakit. Makanan yang lembut, halus, dan dingin (seperti sup, puding, agar-agar, kentang tumbuk, dan bubur) bisa jadi pilihan terbaik ketika anak terkena cacar air.

Baca juga: Cacar Air Penyakit Sekali Seumur Hidup, Benarkah?

4. Cegah Penularan di Rumah

Seperti telah disebutkan di awal, bahwa cacar air adalah penyakit yang sangat mudah menular. Ketika anak terkena cacar air, ia memang hanya akan berdiam diri di rumah. Namun, anggota keluarga di rumah justru menjadi target yang paling berpotensi untuk tertular penyakit ini. Oleh karena itu, ibu dan anggota keluarga lain perlu melakukan hal-hal berikut, untuk mencegah penularan cacar air.

  • Selalu menggunakan masker ketika melakukan interaksi dengan anak.

  • Rajin cuci tangan, terutama setelah kontak dengan anak.

  • Untuk sementara, jangan berbagi barang pribadi seperti handuk, pakaian, atau sisir, dan tidur sekamar dengan anak yang sedang kena cacar.

  • Pisahkan baju dan seprai anak saat dicuci.

  • Segera menyeka benda atau permukaan yang terkena kontak langsung anak dengan menggunakan cairan antiseptik.

Itulah sedikit penjelasan tentang cacar air pada anak, dan hal-hal yang dapat dilakukan ibu. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!