• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Lakukan 4 Hal Ini saat Anak Terkena Cacar Air
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Lakukan 4 Hal Ini saat Anak Terkena Cacar Air

Ibu, Lakukan 4 Hal Ini saat Anak Terkena Cacar Air

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 08 Februari 2021
Ibu, Lakukan 4 Hal Ini saat Anak Terkena Cacar Air

Halodoc, Jakarta – Cacar air pada anak adalah kondisi yang harus diwaspadai oleh orangtua. Pasalnya cacar air bisa menyebabkan Si Kecil mengalami beberapa gejala dan menjadi rewel. Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster dan lebih rentan menyerang anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun.

Kabar buruknya, cacar air adalah penyakit yang bisa dengan mudah menular. Virus penyebab penyakit ini bisa dengan mudah menular melalui percikan ludah atau dahak melalui udara, serta kontak langsung dengan ludah, dahak, atau cairan yang berasal dari ruam. Gejala khas dari cacar air adalah muncul ruam merah gatal berisi cairan. Kondisi ini juga menyebabkan anak mengalami demam dan nyeri pada otot.

Baca Juga: Ini Perbedaan Cacar pada Orang Dewasa dan Anak-Anak

Mengobati Cacar Air pada Anak

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati dan mencegah cacar air pada anak menjadi lebih parah, di antaranya:

1.Jangan Digaruk

Gejala khas dari cacar air adalah muncul ruam di permukaan kulit. Untuk mencegah penyakit ini memburuk, pastikan Si Kecil tidak menggaruk ruam tersebut. Menggaruk ruam dan bintil cacar air dapat menyebabkan infeksi kulit dan bekas luka yang akan terbentuk setelah sembuh. Untuk mencegahnya, pastikan selalu menggunting kuku anak, kenakan pakaian yang longgar dan lembut agar lebih nyaman, oleskan losion calamine, krim pelembap, gel pendingin, atau obat antihistamin yang disebut chlorpheniramine untuk membantu mengurangi rasa gatal dan menenangkan kulit.

Baca Juga: Cacar Air Penyakit Sekali Seumur Hidup, Benarkah?

2.Obat Pereda Nyeri dan Demam

Selain memunculkan ruam dan bintil, cacar air umumnya menimbulkan gejala lain seperti demam tinggi disertai rasa nyeri di seluruh tubuh. Untuk meredakan demam dan nyeri yang dialami Si Kecil, ibu bisa memberinya obat demam atau pereda nyeri, contohnya paracetamol, acetaminophen, atau ibuprofen. Sebelum memberikan obat, sebaiknya lakukan diskusi terlebih dulu dengan dokter untuk menentukan dosis yang tepat.

Ingat, hindari memberi aspirin pada anak yang terkena cacar air. Penggunaan aspirin pada anak-anak telah dikaitkan dengan sindrom Reye, yaitu penyakit parah yang memengaruhi hati dan otak, serta dapat menyebabkan kematian.

3.Makanan Sehat dan Air Putih

Ketika cacar, selain muncul pada permukaan kulit, bintil juga dapat muncul di dalam mulut dan tenggorokan. Hal itu menyebabkan rasa panas dan tidak nyaman ketika menelan makanan. Akibatnya, anak mungkin akan menolak ketika diberi makan ataupun minum. Namun, jangan biarkan Si Kecil tidak makan atau minum selama sakit. Malahan, ibu harus memastikan anak mendapat asupan makanan sehat dan bergizi seimbang serta cukup asupan air putih untuk mencegah dehidrasi dan mempercepat penyembuhan.

4.Cegah Penularan di Rumah

Cacar air adalah penyakit yang sangat mudah menular. Ketika anak terkena cacar air, sebaiknya batasi aktivitasnya di luar rumah. Biarkan anak di rumah dan batasi paparannya dengan orang lain sampai semua lepuh cacar air membentuk koreng dan tidak ada lepuhan baru yang berkembang. Biasanya, proses ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu.

Baca Juga: Cara Mengatasi Cacar Air pada Bayi

Si Kecil dapat menjadi rewel saat cacar air menyerang, jadi sebaiknya ibu merawat anak dengan sabar, ya. Jika gejala cacar air pada anak tidak kunjung membaik atau malah memburuk, ibu bisa coba bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Sampaikan gejala dan keluhan yang dialami anak melalui Video/Voice Call dan Chat. Ayo, download aplikasi Halodoc di sini!


Referensi:
American Academy of Dermatology. Diakses pada 2021. How To Care For Children With Chickenpox.
KidsHealth. Diakses pada 2021. Chickenpox.