26 December 2017

Lakukan Ini Kalau BAB Tidak Lancar

Lakukan Ini Kalau BAB Tidak Lancar

Halodoc, Jakarta – Sembelit alias sulit buang air besar adalah hal yang cukup mengganggu bagi kebanyakan orang. Buang air besar (BAB) adalah proses yang dilakukan tubuh sebagai reaksi dari makanan yang dikonsumsi. Kotoran yang keluar saat BAB merupakan sisa dari makanan yang tak tercerna tubuh.

Umumnya proses BAB pada manusia terjadi setidaknya satu hingga dua kali dalam satu hari. Namun siklus buang air ini biasanya berbeda pada satu orang dengan orang yang lainnya. Salah satunya BAB yang tidak lancar. Lalu apakah sebenarnya yang membedakan proses ini? Apa penyebab BAB seseorang tidak lancar dan bagaimana cara mencegahnya?

1. Kurang serat

Meski bukan satu-satunya penyebab, namun kurang makan serat nyatanya merupakan salah satu faktor pemicu BAB tidak lancar. Pasalnya asupan serta dapat membantu melancarkan kerja dari usus. Kondisi ini pun tentunya akan melancarkan proses pembuangan melalui BAB.

Agar kerja usus lebih lancar, biasakan untuk mengonsumsi sedikitnya 25 hingga 50  gram serat setiap hari. Beberapa jenis  makanan yang banyak mengandung serat adalah buah-buahan dan sayuran, kacang polong, hingga roti gandum.

2.  Air putih

Kekurangan air putih ternyata juga bisa menghambat kinerja perut. Sebagian besar tubuh manusia yang terdiri dari air membuat air adalah hal yang sangat penting. Sejumlah ahli menyarankan tubuh untuk mengonsumsi air putih sebanyaj 1,5 hingga 2 liter dala satu hari.

Memenuhi kecukupan air untuk tubuh juga dapat membantu menghindari dehidrasi. Jika kamu mengalami kondisi ini, di mana tubuh kekurangan asupan cairan, maka usus akan semakin sulit untuk bekerja dan menyebabkan sulit buang air. Selain itum, tubuh yang mengalami dehidrasi dapat memicu  penyerapan air dalam usus besar dan memicu feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

3. Tidak berolahraga

Melakukan olahraga yang tidak rutin atau tidak berolahraga sama sekali bisa menjadi pemicu terjadinya sembelit. Selain mengonsumsi cukup air  dan serat, rutin berolahraga  bahkan olahraga kecil  sekalipun dapat membantu melancarkan BAB.

Jika tak memiliki banyak waktu, kamu bisa mencoba melakukan  olahraga  yang sederhana seperti jogging, berjalan kaki, lari-lari kecil atau aerobik. Sebab saat tubuh banyak bergerak akan “menggoyangkan” perut dan usus. Banyak yang percaya bahwa goyangan itulah  yang melancarkan buang air.

4. Jaga pola makan

Gaya  hidup yang tidak sehat, termasuk pola makan dapat berdampak pada proses pembuangan tubuh. Seperti terlalu  sering mengonsumsi makanan cepat saji yang dibarengi dengan malas berolahraga. Kebiasaan demikian telah  terbukti dapat mengganggu kesehatan usus dan pencernaan, dan masalah BAB adalah salah satu dampaknya. Selain makanan cepat saji, beberapa jenis makanan juga bisa memicu terjadinya sembelit seperti  makanan tinggi lemak, terlalu banyak gula dan produk olahan susu.  Maka penting untuk memerhatikan jenis makanan dan menghindari mengonsumsi  makanan yang dapat mengganggu kerja usus.

5. Menunda ke toilet

Entah karena terlalu malas atau karena banyak pekerjaan, seseorang terkadang tanpa  sadar sering menunda waktu untuk ke toilet. Padahal kebiasaan menunda buang air kecil maupun buang air besar dapat berdampak pada kesehatan usus. Maka, jangan lagi menunda dan segera pergi ke toilet jika sudah waktunya.

Kalau kamu sudah menerapkan cara-cara di atas namun masih mengalami masalah pada pencernaan, bisa jadi itu adalah tanda lain yang coba disampaikan tubuh. Untuk memastikannya, lakukanlah pemeriksaan menyeluruh pada tubuh terutama usus. Namun jika ragu dan membutuhkan saran dokter saat mengalami gejala awal susah air besar, kamu bisa mengandalkan aplikasi Halodoc yang dapat di-download di Google Play dan App Store.

Lewat Halodoc kamu bisa bicara pada dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Membeli produk kesehatan pun semakin mudah dan pesanan akan diantar ke rumah. Yuk, pakai aplikasi Halodoc!