• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Langkah Efektif Mencegah Stroke di Usia Muda

Langkah Efektif Mencegah Stroke di Usia Muda

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Stroke bukan lagi jadi masalah yang dialami usia kakek dan nenek. Saat ini, semakin banyak orang di usia muda yang berpotensi mengalami stroke. Sayangnya, banyak orang usia muda yang mengabaikan gejala stroke, karena mereka pikir dirinya terlalu muda atau terlalu sehat untuk terkena stroke

Dengan mengetahui gejala, maka stroke bisa segera dicegah di kemudian hari. Pencegahan bertujuan untuk mengurangi risiko stroke. Pencegahan difokuskan pada mengidentifikasi dan mengelola faktor risiko vaskular yang diketahui, seperti hipertensi arteri, gangguan metabolisme lipid, dan diabetes melitus, dan perubahan gaya hidup. 

Baca juga: 7 Penyebab Stroke Menyerang Usia Muda

Cara Efektif Mencegah Stroke di Usia Muda

Berikut ini cara efektif untuk mulai mencegah stroke di usia muda:

1. Menurunkan Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi adalah faktor yang melipatgandakan risiko stroke. Memantau tekanan darah dan mengelolanya merupakan cara untuk mencegah terjadinya stroke di usia muda. Pertahankan tekanan darah kurang dari 120/80 jika memungkinkan. Mumpung masih muda, hal ini bisa dikelola dengan baik. 

Bagaimana menurunkan tekanan darah? 

  • Kurangi asupan garam, idealnya tidak lebih dari 1.500 miligram sehari (setengah sendok teh). 
  • Tingkatkan lemak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal dalam makanan, hindari makanan tinggi lemak jenuh. 
  • Konsumsi 4-5 cangkir buah dan sayuran setiap hari, satu porsi ikan dua hingga tiga kali seminggu, dan beberapa porsi harian biji-bijian dan produk susu rendah lemak. 
  • Rutin berolahraga, setidaknya 30 menit sehari.
  • Menghentikan kebiasaan merokok. 

2. Turunkan Berat Badan Berlebih

Obesitas juga meningkatkan kemungkinan seseorang terkena stroke. Jika tubuh kelebihan berat badan, menurunkan berat badan bisa berdampak nyata pada risiko stroke.

Untuk menurunkan berat badan, sebaiknya hindari melakukan diet sembarangan atau asal mengikuti tren diet. Sebaiknya kamu mendiskusikan dengan dokter spesialis gizi melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui diet yang tepat.

3. Rutin Berolahraga

Olahraga berkontribusi pada penurunan berat badan dan tekanan darah, yang akhirnya juga berkontribusi pada pencegahan stroke. Berikut ini jenis olahraga yang bisa dilakukan:

  • Berjalan di sekitar lingkungan rumah setiap pagi setelah sarapan.
  • Bergabung dengan komunitas olahraga bersama teman. 

Baca juga: 5 Fakta Tentang Stroke yang Harus Diketahui

4. Batasi Konsumsi Alkohol

Jika kamu minum lebih dari 2 gelas per hari, maka risiko terkena stroke meningkat tajam. Perhatikan porsi harian alkohol, pastikan tidak melebihi batas kesehatan. 

5. Obati Fibrilasi Atrium

Fibrilasi atrium merupakan detak jantung yang tidak teratur yang disebabkan pembentukan gumpalan di jantung. Gumpalan tersebut bisa lepas hingga ke otak, dan menghasilkan stroke. Fibrilasi atrium menjadi faktor risiko terjadinya stroke hampir lima kali lipat lebih tinggi. Jika kamu memiliki fibrilasi atrium, maka lakukan perawatan sedini mungkin. 

6. Obati Diabetes

Memiliki gula darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dari waktu ke waktu. Kondisi ini bisa menyebabkan terbentuknya gumpalan darah. Memantau gula darah merupakan langkah bijak, tentunya sesuai dengan arahan dokter. Jalani pola makan sehat, olahraga, dan konsumsi obat-obatan untuk menjaga gula darah dalam kisaran yang disarankan. 

Baca juga: Hati-Hati, 7 Keluhan Ini Bisa Menandai Stroke Ringan

7. Berhenti Merokok

Merokok bisa mempercepat pembentukan gumpalan darah dengan cara yang berbeda. Darah yang mengental akan meningkatkan jumlah penumpukan plak di arteri. Bersamaan dengan diet sehat dan olahraga teratur, berhenti merokok adalah salah satu perubahan gaya hidup paling kuat yang bisa membantu mencegah risiko stroke secara signifikan. 

Mencegah stroke adalah langkah penting yang bisa dilakukan sejak dini. Beraktivitas fisik, menjalankan pola hidup sehat, bisa dilakukan supaya kamu tidak mengalami stroke di usia muda.

Referensi:

NHS. Diakses pada 2021. Prevention Stroke
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2021. 7 things you can do to prevent a stroke
NCBI. Diakses pada 2021. Strokes in young adults: epidemiology and prevention