Langsung Pusing Saat Berdiri, Awas Hipotensi Ortostatik

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Langsung Pusing Saat Berdiri, Awas Hipotensi Ortostatik

Halodoc, Jakarta - Kamu pasti pernah sesekali merasa tidak fit hingga saat berusaha berdiri malah terasa pusing. Namun, jika hal ini sering kamu alami, sebaiknya waspada karena bisa menjadi gejala dari suatu penyakit. Salah satu penyakit dengan gejala seperti ini adalah hipotensi ortostatik, yakni kondisi tekanan darah menurun, dan respons alami tubuh dalam mengembalikan tekanan darah menjadi normal mengalami gangguan.

Pada kasus yang ringan, hipotensi ortostatik hanya berlangsung selama beberapa menit. Apabila terjadi lebih lama, ini bisa menjadi tanda kamu mengalami gangguan medis lain yang serius, misalnya  penyakit jantung. Bila tidak ditangani, kondisi ini memicu munculnya kondisi lain, seperti stroke dan gagal jantung.

Baca juga: Harus Waspada, Kenali 3 Penyebab Hipotensi Ortostatik

Selain Pusing Saat Hendak Berdiri, Ini Gejala Hipotensi Ortostatik

Mereka yang mengalami kondisi ini tidak hanya mengalami pusing, beberapa gejala tersebut, antara lain: 

  • Penglihatan kabur;

  • Badan terasa lemas;

  • Linglung;

  • Mual;

  • Pingsan.

Lantas, Apa Penyebab Hipotensi Ortostatik?

Saat seseorang beranjak dari duduk atau berbaring, darah secara otomatis mengalir ke kaki, sehingga mengurangi sirkulasi darah ke jantung dan menyebabkan penurunan tekanan darah. Pada kondisi normal, tubuh seharusnya memiliki respons alami dalam menangani kondisi ini. Tetapi, pada penderita hipotensi ortostatik, respons alami tubuh dalam mengembalikan tekanan darah yang menurun tidak bekerja seharusnya. Beberapa hal yang diduga menyebabkan gangguan ini, yaitu: 

  • Fungsi jantung yang tidak normal, seperti akibat bradikardia, penyakit jantung koroner, atau gagal jantung;

  • Gangguan kelenjar endokrin, seperti penyakit Addison atau hipoglikemia;

  • Dehidrasi, misalnya akibat kurang minum air putih, demam, muntah, diare, dan berkeringat yang berlebihan;

  • Gangguan sistem saraf, seperti penyakit Parkinson atau multiple system atrophy;

  • Setelah makan, kondisi ini bisa terjadi mereka yang sudah lanjut usia.

  • Penggunaan obat, seperti ACE inhibitors, angiotensin receptor blockers (ARB), dan penghambat beta.

Baca juga: Bisa Fatal, Ketahui 2 Komplikasi Hipotensi Ortostatik

Tidak hanya itu, beberapa faktor lain dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipotensi ortostatik, seperti:

  • Berusia lanjut;

  • Berada di lingkungan bersuhu panas;

  • Tidak beraktivitas atau bergerak dalam waktu yang lama, seperti ketika dirawat di rumah sakit;

  • Kehamilan;

  • Mengonsumsi minuman beralkohol.

Jika kamu memiliki kondisi dan faktor risiko di atas, sebaiknya segera bertemu dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan. Pengobatan sejak awal akan mencegah kamu mengalami komplikasi yang tidak diinginkan. Segera buat janji dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Supaya lebih praktis, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc.

Bagaimana Cara Menangani Hipotensi Ortostatik?

Penanganan kondisi ini akan berbeda pada setiap orang. Jika gejala hipotensi ortostatik yang muncul disebabkan penggunaan obat, maka lebih baik pengobatan dikurangi dosis atau dihentikan sesuai anjuran dokter. 

Selain itu, metode lain yang dianjurkan untuk menangani hipotensi ortostatik, adalah: 

  • Penggunaan stocking atau kaus kaki kompresi untuk mencegah penumpukan darah di kaki sehingga gejala hipotensi ortostatik yang muncul bisa berkurang.

  • Konsumsi obat, seperti pyridostigmine. Dosis yang digunakan disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Sementara beberapa hal yang dapat mencegah hipotensi ortostatik, antara lain: 

  • Banyak minum air putih;

  • Hentikan konsumsi minuman beralkohol;

  • Hindari tempat bersuhu panas;

  • Sandarkan kepala pada tempat yang lebih tinggi ketika berbaring;

  • Hindari menyilangkan kaki ketika duduk;

  • Ketika hendak berdiri, lakukan secara perlahan;

  • Perbanyak konsumsi garam jika kamu tidak alami hipotensi.

Baca juga: Alami Hipotensi Ortostatik, Ini 6 Cara Menanganinya 

Nyatanya, setiap pasien akan mendapatkan perawatan yang berbeda tergantung pada penyebab dan separah apa gangguan yang terjadi. Apabila pengidapnya kerap pusing saat berdiri, ia dapat segera duduk atau tiduran untuk meredakan gejala. Terpenting adalah jaga asupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi yang bisa memperparah gejala.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Orthostatic Hypotension.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Orthostatic Hypotension.